23.9 C
Pontianak
Thursday, December 1, 2022

Dihadiri 250 Peserta dari Empat Negara, Kalbar Tuan Rumah BIMP-EAGA 2022

PONTIANAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson memimpin rapat laporan progres terakhir persiapan masing-masing bidang kepanitiaan penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-25 Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines, East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Tahun 2022, Jumat (18/11) pagi. Dalam kesempatan itu sekaligus dilaksanakan evaluasi bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Usai rapat, Harisson mengungkapkan, ada beberapa catatan dari gubernur terkait persiapan Kalbar sebagai tuan rumah BIMP-EAGA. Seperti mematangkan rencana pelaksanaan gala dinner, kemudian kegiatan di tempat-tempat pertemuan atau seminar. “Itu yang perlu dipersiapkan. Gubernur juga sudah memberikan penekanan kepada transportasi untuk para delegasi (agar diperhatikan),” ungkapnya.

Mengenai jumlah peserta, menurutnya kemarin merupakan hari terakhir registrasi peserta BIMP-EAGA dari luar negeri. Semua itu, kata dia telah diatur oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI. Dimana sampai Jumat (18/11) pagi, sudah ada sekitar 214 peserta yang terdaftar. Kegiatan tersebut lanjut dia, juga akan dihadiri oleh enam pejabat selevel menteri.

“Dan ini masih ditunggu (registrasi peserta) oleh Kemenko Bidang Perekonomian, kemungkinan jumlahnya akan bertambah sampai sekitar 250 peserta (dari empat negara),” paparnya.

Dalam momentum pertemuan tingkat internasional itu, Harisson berharap Kalbar bisa mengambil kesempatan dalam berbagai hal. Mulai dari mempromosikan tempat-tempat wisata unggulan, seperti Pantai Temajuk di Kabupaten Sambas, dan Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu. Termasuk membuka peluang-peluang investasi untuk pengembangan kawasan Pelabuban Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah.

Baca Juga :  Siapkan SDM dengan Keahlian Baru, PT Harus Menjawab Perubahan Zaman

“Yang kami harapkan tentu nanti akan masuk investasi-investasi untuk penunjang Pelabuban Internasional Kijing itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kalbar bakal menjadi tuan rumah PTM ke-25 BIMP-EAGA Tahun 2022. Perhelatan bergengsi tersebut dipusatkan di ibu kota Provinsi Kalbar, Kota Pontianak dan juga Kabupaten Kubu Raya pada 23-26 November 2022.

Kerja sama Ekonomi Sub-Regional BIMP-EAGA yang didirikan tahun 1994, melibatkan empat negara anggota yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina. Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah yang secara geografis berdekatan itu.

Adapun wilayah Indonesia yang menjadi anggota BIMP-EAGA terdiri dari 15 provinsi yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Kemudian Malaysia terdiri dari Negara Bagian Sabah, Sarawak, dan Federal Territory Labuan. Sementara Brunei Darussalam terdiri dari seluruh kesultanan, dan untuk negara Filipina terdiri dari Pulau Mindano serta Provinsi Palawan.

Baca Juga :  Kaji Pendidikan Vokasi, Dukung Penurunan Pengangguran

Panduan kerja sama keempat negara tersebut adalah BIMP-EAGA Vision 2025 (BEV-2025) yang menetapkan visi resilient, inclusive, sustainable dan eonomically competitive (R.I.S.E) BIMP-EAGA to narrow development gap, dengan fokus pada tiga prioritas. Yaitu mengembangkan sektor manufaktur yang kompetitif dan “hijau”, menciptakan industri pertanian dan perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing, dan pariwisata yang berkelanjutan.

Khusus dalam BIMP-EAGA 2022 di Kalbar nanti, ada tujuh hal yang bakal dibahas. Pertama soal peningkatan pembangunan Aruk Sambas International Freight Terminal di Kabupaten Sambas. Kedua Community Based Eco Tourism (CBET) Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kabupaten Kapuas Hulu. Kemudian yang ketiga pembangunan Nanga Badau International Freight Terminal di Kabupaten Kapuas Hulu.

Keempat peningkatan Bandara Internasional Supadio di Kabupaten Kubu Raya. Kelima kerja sama bidang kelistrikan antara Kalbar dengan Sarawak, Malaysia yang telah beroperasi sejak 21 April 2016. Lalu yang keenam Entikong Tebedu yang telah diusulkan menjadi Spesialis Border Economic Zone (SBEZ). Dan yang terakhir penandatanganan letter of intent (Lol) One Borneo Quarantine Initiative, sehingga akan ada integrasi karantina BIMP-EAGA di wilayah borneo. (bar)

PONTIANAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson memimpin rapat laporan progres terakhir persiapan masing-masing bidang kepanitiaan penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-25 Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines, East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Tahun 2022, Jumat (18/11) pagi. Dalam kesempatan itu sekaligus dilaksanakan evaluasi bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Usai rapat, Harisson mengungkapkan, ada beberapa catatan dari gubernur terkait persiapan Kalbar sebagai tuan rumah BIMP-EAGA. Seperti mematangkan rencana pelaksanaan gala dinner, kemudian kegiatan di tempat-tempat pertemuan atau seminar. “Itu yang perlu dipersiapkan. Gubernur juga sudah memberikan penekanan kepada transportasi untuk para delegasi (agar diperhatikan),” ungkapnya.

Mengenai jumlah peserta, menurutnya kemarin merupakan hari terakhir registrasi peserta BIMP-EAGA dari luar negeri. Semua itu, kata dia telah diatur oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI. Dimana sampai Jumat (18/11) pagi, sudah ada sekitar 214 peserta yang terdaftar. Kegiatan tersebut lanjut dia, juga akan dihadiri oleh enam pejabat selevel menteri.

“Dan ini masih ditunggu (registrasi peserta) oleh Kemenko Bidang Perekonomian, kemungkinan jumlahnya akan bertambah sampai sekitar 250 peserta (dari empat negara),” paparnya.

Dalam momentum pertemuan tingkat internasional itu, Harisson berharap Kalbar bisa mengambil kesempatan dalam berbagai hal. Mulai dari mempromosikan tempat-tempat wisata unggulan, seperti Pantai Temajuk di Kabupaten Sambas, dan Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu. Termasuk membuka peluang-peluang investasi untuk pengembangan kawasan Pelabuban Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah.

Baca Juga :  Jelang BIMP-EAGA 2022, Pontianak Matangkan Jamuan Tamu VIP

“Yang kami harapkan tentu nanti akan masuk investasi-investasi untuk penunjang Pelabuban Internasional Kijing itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kalbar bakal menjadi tuan rumah PTM ke-25 BIMP-EAGA Tahun 2022. Perhelatan bergengsi tersebut dipusatkan di ibu kota Provinsi Kalbar, Kota Pontianak dan juga Kabupaten Kubu Raya pada 23-26 November 2022.

Kerja sama Ekonomi Sub-Regional BIMP-EAGA yang didirikan tahun 1994, melibatkan empat negara anggota yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina. Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah yang secara geografis berdekatan itu.

Adapun wilayah Indonesia yang menjadi anggota BIMP-EAGA terdiri dari 15 provinsi yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Kemudian Malaysia terdiri dari Negara Bagian Sabah, Sarawak, dan Federal Territory Labuan. Sementara Brunei Darussalam terdiri dari seluruh kesultanan, dan untuk negara Filipina terdiri dari Pulau Mindano serta Provinsi Palawan.

Baca Juga :  Kalimantan Barat Bersiap jadi Tuan Rumah BIMP-EAGA

Panduan kerja sama keempat negara tersebut adalah BIMP-EAGA Vision 2025 (BEV-2025) yang menetapkan visi resilient, inclusive, sustainable dan eonomically competitive (R.I.S.E) BIMP-EAGA to narrow development gap, dengan fokus pada tiga prioritas. Yaitu mengembangkan sektor manufaktur yang kompetitif dan “hijau”, menciptakan industri pertanian dan perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing, dan pariwisata yang berkelanjutan.

Khusus dalam BIMP-EAGA 2022 di Kalbar nanti, ada tujuh hal yang bakal dibahas. Pertama soal peningkatan pembangunan Aruk Sambas International Freight Terminal di Kabupaten Sambas. Kedua Community Based Eco Tourism (CBET) Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kabupaten Kapuas Hulu. Kemudian yang ketiga pembangunan Nanga Badau International Freight Terminal di Kabupaten Kapuas Hulu.

Keempat peningkatan Bandara Internasional Supadio di Kabupaten Kubu Raya. Kelima kerja sama bidang kelistrikan antara Kalbar dengan Sarawak, Malaysia yang telah beroperasi sejak 21 April 2016. Lalu yang keenam Entikong Tebedu yang telah diusulkan menjadi Spesialis Border Economic Zone (SBEZ). Dan yang terakhir penandatanganan letter of intent (Lol) One Borneo Quarantine Initiative, sehingga akan ada integrasi karantina BIMP-EAGA di wilayah borneo. (bar)

Most Read

Warga Sukaramai Portal Kebun PT KPAM

Yakin Produk Lokal Bisa Bersaing

Melaju ke Fase Gugur Tetap Istimewa

Artikel Terbaru

/