alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Target Bebas Pandemi, Midji : Bisa Saja!  

PONTIANAK-Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 menargetkan Indonesia bisa bebas pandemi Covid-19 pada 17 Agustus 2021 mendatang. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menilai target itu bisa tercapai bila semua program penanganan Covid-19 terimplementasi dengan baik.

“Kalau bebas Covid-19 dimana sumbernya adalah virus, sepertinya bisa saja. Bisa apabila semua program terimplementasi dengan baik dan benar,” katanya kepada Pontianak Post, Jumat (19/2).

Program-program yang dimaksud antara lain disebutkan dia seperti vaksinasi. Dimana saat ini pemerintah baru akan menyelesaikan vaksinasi tahap pertama dengan sasaran tenaga kesehatan. Program lainnya lanjut dia adalah pendisiplinan protokol kesehatan hingga tingkat desa.

Kemudian pemerintah juga harus bisa menjamin atau menjaga imunitas masyarakat. Untuk itu bantuan-bantuan harus benar-benar tepat sasaran. “Terutama (bantuan) untuk masyarakat miskin. Dan masih banyak lagi komponenya (agar terbebas dari pandemi),” terangnya.

Khusus untuk Kalbar, Midji sapaannya merasa masih perlu terus dilakukan pengendalian. Pemerintah kabupaten/kota lewat Satgas masing-masing diminta terus melaksanakan tracing dan testing agar mengetahui perkembangan penularan. Itu dilakukan agar tidak terjadi keterjangkitan dalam jumlah yang tinggi.

Baca Juga :  Penjelasan Keluarga Soal Penyebab Kematian Wanita 68 Tahun yang diduga Corona

“Target kami adalah pengendalian dan viral load(jumlah virus dalam tubuh) tidak tinggi, sehingga ke depan bisa jadi seperti penanganan penyakit karena virus lainnya,” ujarnya.

Midji merasa saat ini angka keterjangkitan di Kalbar sudah menurun dan aktivitas masyarakat sudah seperti biasa. Hanya saja, masih ada daerah yang mulai kendur dalam penanganan. “Saran saya sekalipun angka keterjangkitan rendah kita jangan kendur. Jaga dan tekan penyebaran. Ambil langkah cepat agar kalau ada yang terjangkit (Covid-19) jangan sampai tahap bergejala,” pungkasnya.

Terpisah, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson sempat menjelaskan soal perkembangan zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar. Dari data per 14 Januari 2021, terdapat delapan daerah yang sudah berada di zona risiko rendah atau zona kuning. Di antaranya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Sanggau, Ketapang, Sekadau, Mempawah dan Bengkayang.

Baca Juga :  Meskipun Vaksin Sudah Tersedia, Edi Ingatkan Warga Tetap Terapkan Prokes

“Kota Pontianak ini sekarang zona kuning, tetapi kalau kita lihat masyarakat di Kota Pontianak, terutama malam Sabtu, malam Minggu, malam Senin, itu ramai, kafe-kafe, warkop itu penuh,” paparnya.

Untuk itu Satgas Covid-19, baik provinsi maupun Kota Pontianak akan membubarkan tempat-tempat keramaian. Karena hl itu jelas melanggar protokol kesehatan. Dasarnya sudah ada edaran gubernur soal batas waktu operasional fasilitas umum tidak boleh melebihi kapasitas dari 50 persen.

“Jadi kalau lebih dari 50 persen, menyalahi protokol kesehatan dan akan kami bubarkan. Kami akan memberikan denda kepada pemillik atau pengusahanya dan kemudian, pertama kami panggil, kalau kapasitasnya lebih dari 50 persen, meja kursi akan kami sita,” jelasnya.

Selain pembubaran dan menyita meja kursi, Satgas juga tetap akan melaksanakan tes usap kepada para pengunjung di tempat tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar Kota Pontianak tetap berada di zona kuning. Dengan demikian pembelajaran tatap muka di sekolah bisa terus dilaksanakan. (bar)

 

PONTIANAK-Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 menargetkan Indonesia bisa bebas pandemi Covid-19 pada 17 Agustus 2021 mendatang. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menilai target itu bisa tercapai bila semua program penanganan Covid-19 terimplementasi dengan baik.

“Kalau bebas Covid-19 dimana sumbernya adalah virus, sepertinya bisa saja. Bisa apabila semua program terimplementasi dengan baik dan benar,” katanya kepada Pontianak Post, Jumat (19/2).

Program-program yang dimaksud antara lain disebutkan dia seperti vaksinasi. Dimana saat ini pemerintah baru akan menyelesaikan vaksinasi tahap pertama dengan sasaran tenaga kesehatan. Program lainnya lanjut dia adalah pendisiplinan protokol kesehatan hingga tingkat desa.

Kemudian pemerintah juga harus bisa menjamin atau menjaga imunitas masyarakat. Untuk itu bantuan-bantuan harus benar-benar tepat sasaran. “Terutama (bantuan) untuk masyarakat miskin. Dan masih banyak lagi komponenya (agar terbebas dari pandemi),” terangnya.

Khusus untuk Kalbar, Midji sapaannya merasa masih perlu terus dilakukan pengendalian. Pemerintah kabupaten/kota lewat Satgas masing-masing diminta terus melaksanakan tracing dan testing agar mengetahui perkembangan penularan. Itu dilakukan agar tidak terjadi keterjangkitan dalam jumlah yang tinggi.

Baca Juga :  WHO Khawatir OTG Covid-19 Didominasi Anak dan Remaja

“Target kami adalah pengendalian dan viral load(jumlah virus dalam tubuh) tidak tinggi, sehingga ke depan bisa jadi seperti penanganan penyakit karena virus lainnya,” ujarnya.

Midji merasa saat ini angka keterjangkitan di Kalbar sudah menurun dan aktivitas masyarakat sudah seperti biasa. Hanya saja, masih ada daerah yang mulai kendur dalam penanganan. “Saran saya sekalipun angka keterjangkitan rendah kita jangan kendur. Jaga dan tekan penyebaran. Ambil langkah cepat agar kalau ada yang terjangkit (Covid-19) jangan sampai tahap bergejala,” pungkasnya.

Terpisah, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson sempat menjelaskan soal perkembangan zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar. Dari data per 14 Januari 2021, terdapat delapan daerah yang sudah berada di zona risiko rendah atau zona kuning. Di antaranya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Sanggau, Ketapang, Sekadau, Mempawah dan Bengkayang.

Baca Juga :  PLN Siapkan Tiga Fase Jalankan Prosedur Kerja New Normal

“Kota Pontianak ini sekarang zona kuning, tetapi kalau kita lihat masyarakat di Kota Pontianak, terutama malam Sabtu, malam Minggu, malam Senin, itu ramai, kafe-kafe, warkop itu penuh,” paparnya.

Untuk itu Satgas Covid-19, baik provinsi maupun Kota Pontianak akan membubarkan tempat-tempat keramaian. Karena hl itu jelas melanggar protokol kesehatan. Dasarnya sudah ada edaran gubernur soal batas waktu operasional fasilitas umum tidak boleh melebihi kapasitas dari 50 persen.

“Jadi kalau lebih dari 50 persen, menyalahi protokol kesehatan dan akan kami bubarkan. Kami akan memberikan denda kepada pemillik atau pengusahanya dan kemudian, pertama kami panggil, kalau kapasitasnya lebih dari 50 persen, meja kursi akan kami sita,” jelasnya.

Selain pembubaran dan menyita meja kursi, Satgas juga tetap akan melaksanakan tes usap kepada para pengunjung di tempat tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar Kota Pontianak tetap berada di zona kuning. Dengan demikian pembelajaran tatap muka di sekolah bisa terus dilaksanakan. (bar)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/