alexametrics
21.7 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Kompetisi Robotik Madrasah se-Indonesia, MAN 2 Raih Juara 1 Amphibious Solar Vehicle

Tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak meraih juara Pertama dalam Kompetisi Robotik Madrasah se-Indonesia tahun 2020. Kemenangan ini menjadi kebahagian bagi Ridho Anugrah Mulyadi dan Muhammad Luthfi Hakim yang telah mengharumkan nama Kalbar di kancah nasional kategori Amphibious Solar Vehicle.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

KOMPETISI Robitika Madrasah merupakan ajang kompetisi robotika yang digelar Kementerian Agama untuk melatih peserta menemukan ide, merakit atau merancang, mengoperasikan hingga menemukan teknologi baru di bidang robotika.

Edi Setiawan, Kepala MAN 2 Pontianak mengatakan, robot yang dibuat ini berbentuk seperti kapal bertenaga surya. Saat pertandingan, robot ini harus bisa menyelesaikan tantangan 12 meter melewati jalur air yang sudah disediakan. Beruntung, robot yang dibuat siswanya ini sudah diuji coba saat di luar ruangan, juga di dalam ruangan bercahaya lampu. “Ternyata ketika final, tidak dilakukan di luar ruangan, tetapi di dalam ruangan menggunakan cahaya lampu lebih kurang seribu watt,” papar Edi.

Baca Juga :  Dari Tapal Batas, Covid-19 sampai Jalan Rusak di Dapilnya

Menurut Edi, kompetisi yang diikuti 1643 tim ini merupakan ajang tahunan. MAN 2 rutin mengirimkan tim dalam kompetisi ini. Meski kegiatan ini berada di tengah wabah pandemi covid-19, final di Februrari 2021 itu berjalan lancar. Peserta lomba berkompetisi dengan penuh semangat serta melaksanakan protokol kesehatan. “Ketika finalnya itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Tak hanya merancang robotnya saja, dalam kompetisi ini kata Edi tim yang lolos seleksi dari tahap pertama, ke dua dan menuju final harus mempresentasikan atau menyakinkan kepada orang lain bahwa robot yang dirancang memiliki manfaat bagi kehidupan.

“Ketika seleksi tim mengoperasikan robot yang dirancang kemudian di video dan dipresentasikan. Di seleksi dari ribuan peserta masuk ke 30 besar, lalu final di 9 besar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Singkawang Tambah 11 Kasus Positif Covid

Kompetisi robotik ini menjadi program tahunan dan unggulan yang bertujuan untuk memotivasi siswa madrasah dalam mengembangkan teknologi dan inovasi. Hal ini membuktikan bahwa Madrasah menjadi kawah candradimuka pengembangan SDM dalam bidang teknologi inovasi khususnya robotik.

“Kompetisi ini melatih siswa untuk memiliki keterampilan dan tentunya bermanfaat bagi mereka, terutama ketika melanjutkan ke jenjang berikutnya,” pungkas Edi. (*)

 

Tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak meraih juara Pertama dalam Kompetisi Robotik Madrasah se-Indonesia tahun 2020. Kemenangan ini menjadi kebahagian bagi Ridho Anugrah Mulyadi dan Muhammad Luthfi Hakim yang telah mengharumkan nama Kalbar di kancah nasional kategori Amphibious Solar Vehicle.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

KOMPETISI Robitika Madrasah merupakan ajang kompetisi robotika yang digelar Kementerian Agama untuk melatih peserta menemukan ide, merakit atau merancang, mengoperasikan hingga menemukan teknologi baru di bidang robotika.

Edi Setiawan, Kepala MAN 2 Pontianak mengatakan, robot yang dibuat ini berbentuk seperti kapal bertenaga surya. Saat pertandingan, robot ini harus bisa menyelesaikan tantangan 12 meter melewati jalur air yang sudah disediakan. Beruntung, robot yang dibuat siswanya ini sudah diuji coba saat di luar ruangan, juga di dalam ruangan bercahaya lampu. “Ternyata ketika final, tidak dilakukan di luar ruangan, tetapi di dalam ruangan menggunakan cahaya lampu lebih kurang seribu watt,” papar Edi.

Baca Juga :  Hasil Curian untuk Foya-Foya dan Disumbangkan

Menurut Edi, kompetisi yang diikuti 1643 tim ini merupakan ajang tahunan. MAN 2 rutin mengirimkan tim dalam kompetisi ini. Meski kegiatan ini berada di tengah wabah pandemi covid-19, final di Februrari 2021 itu berjalan lancar. Peserta lomba berkompetisi dengan penuh semangat serta melaksanakan protokol kesehatan. “Ketika finalnya itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Tak hanya merancang robotnya saja, dalam kompetisi ini kata Edi tim yang lolos seleksi dari tahap pertama, ke dua dan menuju final harus mempresentasikan atau menyakinkan kepada orang lain bahwa robot yang dirancang memiliki manfaat bagi kehidupan.

“Ketika seleksi tim mengoperasikan robot yang dirancang kemudian di video dan dipresentasikan. Di seleksi dari ribuan peserta masuk ke 30 besar, lalu final di 9 besar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kasus Bansos di Kalbar Rugikan Negara Rp1,6 Miliar

Kompetisi robotik ini menjadi program tahunan dan unggulan yang bertujuan untuk memotivasi siswa madrasah dalam mengembangkan teknologi dan inovasi. Hal ini membuktikan bahwa Madrasah menjadi kawah candradimuka pengembangan SDM dalam bidang teknologi inovasi khususnya robotik.

“Kompetisi ini melatih siswa untuk memiliki keterampilan dan tentunya bermanfaat bagi mereka, terutama ketika melanjutkan ke jenjang berikutnya,” pungkas Edi. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/