alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Stok Gula 770 Ton

Satgas Pangan Sidak Gudang Beras dan Gula

PONTIANAK– Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kalimantan Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa gudang bahan pokok. Hal ini dilakukan untuk mengecek ketersediaan bahan pangan kebutuhan masyarakat di saat pandemi Covid-19 dan menjelang Ramadan.

Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Kepala Dinas Perindag Provinsi Kalbar, Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bulog Divre Kalbar dan Kepala Karantina Pertanian Kota Pontianak.

“Pada hari Jumat 17 April 2020, Tim Satgas Pangan Daerah Kalimantan Barat melakukan sidak dan pengecekan terhadap lima tempat yang terdiri gudang bahan pokok, pabrik masker dan apotek,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Donny Charles Go, kemarin.

Donny menjelaskan, tempat pertama yang dilakukan pengecekan ialah Gudang Beras Bulog di Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya. Di sana stok beras mencapai 4.890 ton dan dinyatakan mencukupi untuk kebutuhan Provinsi Kalbar sampai dua bulan ke depan.

Baca Juga :  Alunk Serahkan Rp205 Juta

“Untuk beras stok aman. Ketersedian masih cukup untuk dua bulan ke depan. Menurut Kepala Bulog juga akan masuk musim panen raya sehingga stok akan bertambah,” ungkap Donny.

Tempat selanjutnya yang disidak yakni gudang gula di dua tempat yang berlokasi di Kecamatan Pontianak Barat. Di kedua gudang tersebut masih ada stok gula sebanyak 770 ton.

“Untuk gula pasir informasinya harga di pasaran mencapai 19 ribu per kilo. Kita targetkan sebelum puasa gula bisa di harga 17 ribu per kilo,” bebernya.

Menurut data Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, saat ini ada 20 distributor gula se-Kalbar. Salah satunya adalah Bulog. Melihat kondisi tingginya harga gula pasir, pemerintah telah berkoordinasi dengan Bulog untuk menambah pasokan agar harga kembali stabil.

Baca Juga :  Tahun Baru Tanpa Perayaan

Adapun kebutuhan gula penduduk Kalbar per kapita per tahun tercatat sebesar 9,87 kg. Jadi, provinsi ini membutuhkan sekitar 50 ribu ton gula pasir per tahun atau  empat ton per bulan.

Selain melakukan pengecekan terhadap gudang kebutuhan pokok, Tim Satgas Pangan juga melakukan pengecekan terhadap gudang masker dan apotik.

“Untuk masker, dari keterangan pabrik, per bulan memproduksi 75 ribu pcs. Namun saat sekarang pihak perusahaan mendahulukan permintaan rumah sakit dan dinas kesehatan. Untuk hand sanitizer, di apotek masih tersedia,” tambahnya.

Donny mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan dan pengawalan terhadap kebutuhan pangan di Kalbar untuk mengantisipasi adanya penimbunan. (arf)

Satgas Pangan Sidak Gudang Beras dan Gula

PONTIANAK– Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kalimantan Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa gudang bahan pokok. Hal ini dilakukan untuk mengecek ketersediaan bahan pangan kebutuhan masyarakat di saat pandemi Covid-19 dan menjelang Ramadan.

Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Kepala Dinas Perindag Provinsi Kalbar, Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bulog Divre Kalbar dan Kepala Karantina Pertanian Kota Pontianak.

“Pada hari Jumat 17 April 2020, Tim Satgas Pangan Daerah Kalimantan Barat melakukan sidak dan pengecekan terhadap lima tempat yang terdiri gudang bahan pokok, pabrik masker dan apotek,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Donny Charles Go, kemarin.

Donny menjelaskan, tempat pertama yang dilakukan pengecekan ialah Gudang Beras Bulog di Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya. Di sana stok beras mencapai 4.890 ton dan dinyatakan mencukupi untuk kebutuhan Provinsi Kalbar sampai dua bulan ke depan.

Baca Juga :  2020 Target Pasokan Air Bersih Capai 92 Persen

“Untuk beras stok aman. Ketersedian masih cukup untuk dua bulan ke depan. Menurut Kepala Bulog juga akan masuk musim panen raya sehingga stok akan bertambah,” ungkap Donny.

Tempat selanjutnya yang disidak yakni gudang gula di dua tempat yang berlokasi di Kecamatan Pontianak Barat. Di kedua gudang tersebut masih ada stok gula sebanyak 770 ton.

“Untuk gula pasir informasinya harga di pasaran mencapai 19 ribu per kilo. Kita targetkan sebelum puasa gula bisa di harga 17 ribu per kilo,” bebernya.

Menurut data Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, saat ini ada 20 distributor gula se-Kalbar. Salah satunya adalah Bulog. Melihat kondisi tingginya harga gula pasir, pemerintah telah berkoordinasi dengan Bulog untuk menambah pasokan agar harga kembali stabil.

Baca Juga :  Perketat Mobilitas Warga Selama Liburan 

Adapun kebutuhan gula penduduk Kalbar per kapita per tahun tercatat sebesar 9,87 kg. Jadi, provinsi ini membutuhkan sekitar 50 ribu ton gula pasir per tahun atau  empat ton per bulan.

Selain melakukan pengecekan terhadap gudang kebutuhan pokok, Tim Satgas Pangan juga melakukan pengecekan terhadap gudang masker dan apotik.

“Untuk masker, dari keterangan pabrik, per bulan memproduksi 75 ribu pcs. Namun saat sekarang pihak perusahaan mendahulukan permintaan rumah sakit dan dinas kesehatan. Untuk hand sanitizer, di apotek masih tersedia,” tambahnya.

Donny mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan dan pengawalan terhadap kebutuhan pangan di Kalbar untuk mengantisipasi adanya penimbunan. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/