alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Syarif: Waspadai TKI Pulang Selama Ramadan dan Jelang Lebaran

PONTIANAK—Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie meminta Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah setempat, BNPP dan BPPD mewaspadai kepulangan atau kembalinya Pekerja Migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik melalui jalur resmi atau tidak resmi menjelang Ramadan atau Lebaran Idul Fitri 2020.

”Kami minta waspadai TKI baik terdata legal atau tidak, yang akan pulang melalui jalur perbatasan, terutama di Kalimantan Barat yang memiliki pintu resmi dan jalur tikus,” katanya di Pontianak baru-baru ini.

Menurutnya wilayah perbatasan seperti Provinsi Kalimantan Barat memiliki beberapa pintu resmi. Pintu resmi tersebut jelas pengamannya dimaksimalkan sebagai upaya mencegah penanganan virus corona atau Covid-19 di Kalbar. Seperti dari Border Entikong di Kabupaten Sanggau, Border Aruk di Kabupaten Sambas, Border Nangga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu termasuk Boder Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang.

Baca Juga :  Askrindo dan PGN Gelar Pasar Murah Dan Bagikan 1000 Alkitab di Gereja Kalbar

“Nah, jalur tikus rasanya juga ada. Ini kemungkinan juga bakalan dibuka. BPPP selaku Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan virus Corona atau Covid-19 harus waspada. Jangan kecolongan,” ujar Ketua DPW NasDem Kalbar ini.

Provinsi Kalimantan Barat memang sebelumnya diketahui sebagai tempat keluar masuk orang dan barang. Umumnya para TKI ada yang berasal dari Kalimantan Barat sendiri dan tidak sedikit dari provinsi lain. Pengamanan pintu-pintu resmi harus dikuatkan pengamanannya.

“Pemeriksaan harus ketat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Tujuannya semata mencegah penularan Covid-19 di Kalimantan Barat merebak,” ungkap Wakil Ketua Fraksi Nasdem MPR RI ini.(den)

PONTIANAK—Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie meminta Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah setempat, BNPP dan BPPD mewaspadai kepulangan atau kembalinya Pekerja Migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik melalui jalur resmi atau tidak resmi menjelang Ramadan atau Lebaran Idul Fitri 2020.

”Kami minta waspadai TKI baik terdata legal atau tidak, yang akan pulang melalui jalur perbatasan, terutama di Kalimantan Barat yang memiliki pintu resmi dan jalur tikus,” katanya di Pontianak baru-baru ini.

Menurutnya wilayah perbatasan seperti Provinsi Kalimantan Barat memiliki beberapa pintu resmi. Pintu resmi tersebut jelas pengamannya dimaksimalkan sebagai upaya mencegah penanganan virus corona atau Covid-19 di Kalbar. Seperti dari Border Entikong di Kabupaten Sanggau, Border Aruk di Kabupaten Sambas, Border Nangga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu termasuk Boder Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang.

Baca Juga :  Syarif; PSBB Opsi Terakhir Lawan Covid-19

“Nah, jalur tikus rasanya juga ada. Ini kemungkinan juga bakalan dibuka. BPPP selaku Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan virus Corona atau Covid-19 harus waspada. Jangan kecolongan,” ujar Ketua DPW NasDem Kalbar ini.

Provinsi Kalimantan Barat memang sebelumnya diketahui sebagai tempat keluar masuk orang dan barang. Umumnya para TKI ada yang berasal dari Kalimantan Barat sendiri dan tidak sedikit dari provinsi lain. Pengamanan pintu-pintu resmi harus dikuatkan pengamanannya.

“Pemeriksaan harus ketat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Tujuannya semata mencegah penularan Covid-19 di Kalimantan Barat merebak,” ungkap Wakil Ketua Fraksi Nasdem MPR RI ini.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/