alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Arsya, Pasien Dompet Simpatik Penderita Atresia Bilier Tutup Usia

Muhammad Arsya, Penderita Atresia Bilier yang mengalami pembengkakan perut dan harus melakukan pencangkokan hati tutup usia. Arsya dikebumikan di Pontianak, Senin (19/4).

Pasien program Dompet Simpatik Pontianak Post kerjasama dengan Dompet Ummat ini meninggal dunia pada Minggu(18/4) pukul 06.00 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Arsya berada di Rumah Sakit untuk menjalani pengobatan. Namun, kesehatan Arsya menurun, hingga tak bisa tertolong.

Berri Karmadi dan Rizki Wulandari merasakan duka mendalam atas kepergian buah hatinya. Keduanya mengucapkan terima kasih atas bantuan donatur Dompet Simpatik. Dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai sebagian pengobatan selama di Jakarta. Total sumbangan yang diterima Rp 29.263.800. Sebagian besar sudah diberikan saat Arsya akan berangkat ke Jakarta. Sisanya, Rp 4.335.000 ditransfer untuk biaya cargo jenazah. “Terimakasih sebesar-besarnya kepada donatur Arsya yang telah mendonasikan sebagian rejekinya untuk pengobatan Arsya di RSCM Jakarta,” katanya.

Baca Juga :  Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Kalbar, Bakal Resmikan Bandara Tebelian dan Pelabuhan

Berri mengatakan, anaknya yang lahir pada 31 Agustus 2019 itu akan dikebumikan di Pontianak. Saat dihubungi dari Pontianak, Minggu (18/4), Jenazah Arsya dalam proskes pemulangkan ke Pontianak.

Dia berpesan untuk masyarakat jika bayi mengalami kuning lebih dari 1 bulan, segera rujuk ke RSCM Jakarta sebelum terlambat.

Semasa hidupnya, dokter yang menangani Arsya saat itu mendiagnosa mengarah pada atresia billier yakni kelainan bawaan lahir atau kongenital yang ditandai dengan gangguan saluran empedu pada bayi baru lahir. Arsya juga harus berjuang melawan gangguan fungsi hati. Arsya harus melewati pencangkokan hati untuk proses penyembuhan. Dia kerap mengeluhkan gatal pada seluruh tubuh, serta kurang tidur. Arsya tidak betah berbaju karena jika panas, rasa gatal semakin kuat.(mrd)

Muhammad Arsya, Penderita Atresia Bilier yang mengalami pembengkakan perut dan harus melakukan pencangkokan hati tutup usia. Arsya dikebumikan di Pontianak, Senin (19/4).

Pasien program Dompet Simpatik Pontianak Post kerjasama dengan Dompet Ummat ini meninggal dunia pada Minggu(18/4) pukul 06.00 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Arsya berada di Rumah Sakit untuk menjalani pengobatan. Namun, kesehatan Arsya menurun, hingga tak bisa tertolong.

Berri Karmadi dan Rizki Wulandari merasakan duka mendalam atas kepergian buah hatinya. Keduanya mengucapkan terima kasih atas bantuan donatur Dompet Simpatik. Dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai sebagian pengobatan selama di Jakarta. Total sumbangan yang diterima Rp 29.263.800. Sebagian besar sudah diberikan saat Arsya akan berangkat ke Jakarta. Sisanya, Rp 4.335.000 ditransfer untuk biaya cargo jenazah. “Terimakasih sebesar-besarnya kepada donatur Arsya yang telah mendonasikan sebagian rejekinya untuk pengobatan Arsya di RSCM Jakarta,” katanya.

Baca Juga :  Bermula Sesak Napas, Didiagnosis Alami Kelainan Jantung Bawaan

Berri mengatakan, anaknya yang lahir pada 31 Agustus 2019 itu akan dikebumikan di Pontianak. Saat dihubungi dari Pontianak, Minggu (18/4), Jenazah Arsya dalam proskes pemulangkan ke Pontianak.

Dia berpesan untuk masyarakat jika bayi mengalami kuning lebih dari 1 bulan, segera rujuk ke RSCM Jakarta sebelum terlambat.

Semasa hidupnya, dokter yang menangani Arsya saat itu mendiagnosa mengarah pada atresia billier yakni kelainan bawaan lahir atau kongenital yang ditandai dengan gangguan saluran empedu pada bayi baru lahir. Arsya juga harus berjuang melawan gangguan fungsi hati. Arsya harus melewati pencangkokan hati untuk proses penyembuhan. Dia kerap mengeluhkan gatal pada seluruh tubuh, serta kurang tidur. Arsya tidak betah berbaju karena jika panas, rasa gatal semakin kuat.(mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/