alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Covid-19 Meningkat Usai Lebaran

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson, mengatakan, kasus konfirmasi positif Covid-19 di provinsi itu pada Rabu mendapat tambahan 117 kasus.

“Seperti prediksi kita, setelah Lebaran, kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar terus meningkat, di mana pada hari ini kita kembali mendapat tambahan kasus sebanyak 117 dari 707 sampel PCR yang diperiksa,” kata Harisson di Pontianak, Rabu.

Dia menjelaskan, dari 117 kasus konfirmasi baru tersebut, sebanyak sembilan orang dirawat di rumah sakit. Ada pun sebaran kasus yang ada antara lain, Kota Pontianak 17 orang, Bengkayang satu orang, Kota Singkawang satu orang, Sintang tujuh orang, Kubu Raya delapan orang, Sambas 37 orang, Sanggau 16 orang, Sekadau 25 orang, Ketapang tiga orang, Landak satu orang dan Mempawah satu orang.

Sementara itu, untuk kasus konfirmasi sembuh pada hari ini sebanyak 104 orang yang berasal dari Kota Pontianak sebanyak 40 orang, Kubu Raya lima orang, Kapuas Hulu satu orang, Sambas 21 orang, Singkawang satu orang, Ketapang satu orang, Mempawah tiga orang, Landak 11 orang dan Sekadau 21 orang.

“Untuk total kasus konfirmasi di Kalbar sampai hari ini mencapai 9.602 orang dengan kasus aktif sebanyak 710 orang atau 7,39 persen, kasus sembuh 8.817 orang atau 91,82 persen dan kasus meninggal sebanyak 75 orang atau 0,78 persen,” kata Harisson.

Baca Juga :  Enam Penumpang dari KKU Dites Usap

Untuk menekan semakin tingginya kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar, Harisson mengatakan pihaknya akan terus melakukan penelusuran di setiap daerah dan pihaknya mengimbau kepada Pemda untuk terus memaksimalkan hal tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan memaksimalkan penerapan PPKM Mikro yang dilakukan bersamaan dengan PPKM kabupaten dan kota, yakni pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan atau mal hanya sampai 20.00 WIB.

“Jadi, dengan PPKM ini, seluruh pusat perbelanjaan harus sudah tutup pukul 20.00 WIB dan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,” tuturnya.
Untuk kegiatan makan dan minum di restoran, terang Harisson, tempatnya dibatasi dengan kapasitas 50 persen. Sementara untuk layanan makanan melalui pesan antar atau bawa pulang, tetap diizinkan, sesuai dengan jam operasional restoran.

 Posko Sintang

Sementara itu, petugas Posko Covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk menemukan 10 orang yang akan masuk ke kabupaten itu terdeteksi positif Covid-19.

Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Bernard Saragih di Sintang, Rabu, mengatakan terdeteksinya sebanyak 10 orang itu hasil dari tes swab antigen secara acak terhadap masyarakat yang akan masuk ke Sintang.

“Dari sebanyak 332 orang yang dilakukan tes swab antigen dengan hasil 321 negatif, dan 10 orang positif terinfeksi Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Landak Berikan Ide Update Covid-19

Dari 10 orang tersebut, hanya tiga orang yang warga Kabupaten Sintang, sisanya ada empat orang asal Sekadau, satu orang asal Kabupaten Mempawah, satu orang asal Landak, dan satu orang asal Sanggau.

“Yang positif, dan bukan ber-KTP Sintang, langsung kami kembalikan ke daerahnya sesuai KTP masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini, petugas sudah menghentikan sebanyak 1.867 kendaraan, baik kendaraan roda dua dan roda empat, dan melalukan tes swab antigen terhadap 2.777 orang, dengan hasil 2.718 orang negatif dan 59 orang positif.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harrison menyatakan, pihaknya telah mempersiapkan sebanyak seribuan tempat tidur sebagai antisipasi melonjaknya kasus atau pasien Covid-19 pasca masyarakat yang lolos mudik dan balik Lebaran 2021.

“Saat ini kami sudah mempersiapkan penambahan tempat tidur dua kali lipat dari normalnya  500 menjadi seribuan tempat tidur di rumah sakit yang tersebar di 14 kabupaten dalam mengantisipasi kalau terjadi lonjakan kasus Covid-19,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan penambahan tempat tidur itu, maka rumah sakit swasta saat ini juga sudah bisa melayani pasien Covid-19.

Harrison mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah agar tidak terpapar Covid-19. (ant)

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson, mengatakan, kasus konfirmasi positif Covid-19 di provinsi itu pada Rabu mendapat tambahan 117 kasus.

“Seperti prediksi kita, setelah Lebaran, kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar terus meningkat, di mana pada hari ini kita kembali mendapat tambahan kasus sebanyak 117 dari 707 sampel PCR yang diperiksa,” kata Harisson di Pontianak, Rabu.

Dia menjelaskan, dari 117 kasus konfirmasi baru tersebut, sebanyak sembilan orang dirawat di rumah sakit. Ada pun sebaran kasus yang ada antara lain, Kota Pontianak 17 orang, Bengkayang satu orang, Kota Singkawang satu orang, Sintang tujuh orang, Kubu Raya delapan orang, Sambas 37 orang, Sanggau 16 orang, Sekadau 25 orang, Ketapang tiga orang, Landak satu orang dan Mempawah satu orang.

Sementara itu, untuk kasus konfirmasi sembuh pada hari ini sebanyak 104 orang yang berasal dari Kota Pontianak sebanyak 40 orang, Kubu Raya lima orang, Kapuas Hulu satu orang, Sambas 21 orang, Singkawang satu orang, Ketapang satu orang, Mempawah tiga orang, Landak 11 orang dan Sekadau 21 orang.

“Untuk total kasus konfirmasi di Kalbar sampai hari ini mencapai 9.602 orang dengan kasus aktif sebanyak 710 orang atau 7,39 persen, kasus sembuh 8.817 orang atau 91,82 persen dan kasus meninggal sebanyak 75 orang atau 0,78 persen,” kata Harisson.

Baca Juga :  Enam Penumpang dari KKU Dites Usap

Untuk menekan semakin tingginya kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar, Harisson mengatakan pihaknya akan terus melakukan penelusuran di setiap daerah dan pihaknya mengimbau kepada Pemda untuk terus memaksimalkan hal tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan memaksimalkan penerapan PPKM Mikro yang dilakukan bersamaan dengan PPKM kabupaten dan kota, yakni pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan atau mal hanya sampai 20.00 WIB.

“Jadi, dengan PPKM ini, seluruh pusat perbelanjaan harus sudah tutup pukul 20.00 WIB dan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,” tuturnya.
Untuk kegiatan makan dan minum di restoran, terang Harisson, tempatnya dibatasi dengan kapasitas 50 persen. Sementara untuk layanan makanan melalui pesan antar atau bawa pulang, tetap diizinkan, sesuai dengan jam operasional restoran.

 Posko Sintang

Sementara itu, petugas Posko Covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk menemukan 10 orang yang akan masuk ke kabupaten itu terdeteksi positif Covid-19.

Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Bernard Saragih di Sintang, Rabu, mengatakan terdeteksinya sebanyak 10 orang itu hasil dari tes swab antigen secara acak terhadap masyarakat yang akan masuk ke Sintang.

“Dari sebanyak 332 orang yang dilakukan tes swab antigen dengan hasil 321 negatif, dan 10 orang positif terinfeksi Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  Peti Kemas Diatas 40 Feet Dilarang Masuk Kota Singkawang

Dari 10 orang tersebut, hanya tiga orang yang warga Kabupaten Sintang, sisanya ada empat orang asal Sekadau, satu orang asal Kabupaten Mempawah, satu orang asal Landak, dan satu orang asal Sanggau.

“Yang positif, dan bukan ber-KTP Sintang, langsung kami kembalikan ke daerahnya sesuai KTP masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini, petugas sudah menghentikan sebanyak 1.867 kendaraan, baik kendaraan roda dua dan roda empat, dan melalukan tes swab antigen terhadap 2.777 orang, dengan hasil 2.718 orang negatif dan 59 orang positif.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harrison menyatakan, pihaknya telah mempersiapkan sebanyak seribuan tempat tidur sebagai antisipasi melonjaknya kasus atau pasien Covid-19 pasca masyarakat yang lolos mudik dan balik Lebaran 2021.

“Saat ini kami sudah mempersiapkan penambahan tempat tidur dua kali lipat dari normalnya  500 menjadi seribuan tempat tidur di rumah sakit yang tersebar di 14 kabupaten dalam mengantisipasi kalau terjadi lonjakan kasus Covid-19,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan penambahan tempat tidur itu, maka rumah sakit swasta saat ini juga sudah bisa melayani pasien Covid-19.

Harrison mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah agar tidak terpapar Covid-19. (ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/