alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Hati-hati Mengisi Titik Koordinat

Jangan sampai ketika sudah diumumkan pendaftaran malah acuh, ketika sudah validasi final malah banyak yang protes

Sugeng Hariadi 

PONTIANAK – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 di Kalimantan Barat akan segera dibuka. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, PPDB digelar secara online baik melalui aplikasi yang disediakan dinas maupun mandiri dari sekolah.

“PPDB masih dilakukan secara online,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi di Pontianak,. Rabu (19/5)

Sugeng meminta para orangtua berhati-hati mengisi titik koordinat yang menentukan jarak antara rumah dan sekolah yang dituju saat proses PPDB mulai dibuka nanti. Sebab jarak antara rumah dan sekolah biasanya menjadi persoalan yang timbul saat PPDB online melalui jalur zonasi.

“Jangan sampai ketika sudah diumumkan pendaftaran malah acuh, ketika sudah validasi final malah banyak yang protes,” ujar Sugeng.

Sugeng menyarankan para orangtua untuk komunikasi dengan operator sekolah ketika PPDB mulai dibuka. “Jika tidak paham silakan komunikasi dengan operator sekolah,” imbuh Sugeng.

Selain itu para orangtua juga memiliki masa sanggah. Masa sanggah ini untuk memvalidasi berkas pendaftaran, syarat-syarat hingga jarak dari rumah ke sekolah yang dipilih.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Ingatkan Pekerja Migran Taat Prosedur

Seperti diketahui PPDB Online memuat tahapan dari pendaftaran, seleksi hingga pengumuman hasil. Pendaftaran itu dimulai tanggal 15 – 22 Juni 2021. Ada empat jalur saat dibukanya PPDB onlin. Antara lain zonasi, afirmasi, pindah tugas orangtua dan prestasi. Persentase masing-masing jalur yakni 50 persen untuk zonasi.

Kemudian afirmasi 15 persen, yang juga dibagi untuk jalur disabilitas sebesar dua persen. Jika tidak ada yang mendaftar melalui jalur disabilitas maka sepenuhnya menjadi jalur afirmasi yakni 15 persen.

Lalu jalur perpindahan tugas orangtua sebesar lima persen. Kemudian jalur prestasi. Pada jalur ini dibagi untuk prestasi akademik sebesar 25 persen dan lima persen untuk prestasi nonakademi.

“Prestasi nonakademik itu bisa juara olahraga dan kesenian dan lainnya,” kata Sugeng.

Namun sistem penerimaan itu berlalu untuk SMA. Sugeng menyebutkan untuk SMK penerimaan tetap menggunakan sistem reguler. “SMK tidak ada zonasi. Tapi ada prioritas domisili terdekat sebesar 10 persen dan tidak mampu sekitar 15 persen,” terangnya.

Ia menjelaskan proses PPDB di SMK menggunakan seleksi pada nilai rapot untuk lima mata pelajaran di lima semester. Antara lain Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan Matematika.

Baca Juga :  Kampung Tangguh Upaya Cegah Covid-19

“Jadi pendaftar di SMK sesuai jurusan yang diminati. Jika ingin tata boga daftar di SMK 5 sehingga pendaftar dari wilayah Pontianak Utara tetap bisa mendaftar. Cuma diseleksi melalui nilai raport,” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan jumlah siswa yang diterima tahun ini bakal bertambah. Sebab tahun ini akan dibuka sekolah baru di Kecamatan Pontianak Utara yakni SMA 12. Untuk titik zonasi saat PPDB di SMK 8. Sekolah ini nanti akan menginduk di SMP 18 Pontianak sebagai tempat untuk proses belajar mengajar.

“Semoga kebutuhan untuk PPDB di kawasan Siantan terpenuhi mengingat hanya ada satu SMA disana,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pendidikan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Fatmawati mengatakan tidak semua sekolah bisa menggunakan aplikasi dari dinas untuk PPDB tahun ini. Pendaftaran itu bisa menggunakan aplikasi dari sekolah

“Tetap secara online cuma karena keterbatasan sinyal sehingga menggunakan aplikasi dari sekolah,” kata Fatmawati.

Sementara itu jumlah total yang diterima dalam PPDB online sebanyak 52.494 siswa. Rinciannya SMA 29.135 siswa dan SMK 23.359 siswa. Sedangkan yang mandiri masih dalam penghimpunan jumlah.(mse)

Jangan sampai ketika sudah diumumkan pendaftaran malah acuh, ketika sudah validasi final malah banyak yang protes

Sugeng Hariadi 

PONTIANAK – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 di Kalimantan Barat akan segera dibuka. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, PPDB digelar secara online baik melalui aplikasi yang disediakan dinas maupun mandiri dari sekolah.

“PPDB masih dilakukan secara online,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi di Pontianak,. Rabu (19/5)

Sugeng meminta para orangtua berhati-hati mengisi titik koordinat yang menentukan jarak antara rumah dan sekolah yang dituju saat proses PPDB mulai dibuka nanti. Sebab jarak antara rumah dan sekolah biasanya menjadi persoalan yang timbul saat PPDB online melalui jalur zonasi.

“Jangan sampai ketika sudah diumumkan pendaftaran malah acuh, ketika sudah validasi final malah banyak yang protes,” ujar Sugeng.

Sugeng menyarankan para orangtua untuk komunikasi dengan operator sekolah ketika PPDB mulai dibuka. “Jika tidak paham silakan komunikasi dengan operator sekolah,” imbuh Sugeng.

Selain itu para orangtua juga memiliki masa sanggah. Masa sanggah ini untuk memvalidasi berkas pendaftaran, syarat-syarat hingga jarak dari rumah ke sekolah yang dipilih.

Baca Juga :  Lantik Kepengurusan PD Persaudaraan Muslimah, Sinergikan Program Kerja dengan Pemerintah

Seperti diketahui PPDB Online memuat tahapan dari pendaftaran, seleksi hingga pengumuman hasil. Pendaftaran itu dimulai tanggal 15 – 22 Juni 2021. Ada empat jalur saat dibukanya PPDB onlin. Antara lain zonasi, afirmasi, pindah tugas orangtua dan prestasi. Persentase masing-masing jalur yakni 50 persen untuk zonasi.

Kemudian afirmasi 15 persen, yang juga dibagi untuk jalur disabilitas sebesar dua persen. Jika tidak ada yang mendaftar melalui jalur disabilitas maka sepenuhnya menjadi jalur afirmasi yakni 15 persen.

Lalu jalur perpindahan tugas orangtua sebesar lima persen. Kemudian jalur prestasi. Pada jalur ini dibagi untuk prestasi akademik sebesar 25 persen dan lima persen untuk prestasi nonakademi.

“Prestasi nonakademik itu bisa juara olahraga dan kesenian dan lainnya,” kata Sugeng.

Namun sistem penerimaan itu berlalu untuk SMA. Sugeng menyebutkan untuk SMK penerimaan tetap menggunakan sistem reguler. “SMK tidak ada zonasi. Tapi ada prioritas domisili terdekat sebesar 10 persen dan tidak mampu sekitar 15 persen,” terangnya.

Ia menjelaskan proses PPDB di SMK menggunakan seleksi pada nilai rapot untuk lima mata pelajaran di lima semester. Antara lain Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan Matematika.

Baca Juga :  Musisi Asal Sekadau Ahin Saka Naik Daun

“Jadi pendaftar di SMK sesuai jurusan yang diminati. Jika ingin tata boga daftar di SMK 5 sehingga pendaftar dari wilayah Pontianak Utara tetap bisa mendaftar. Cuma diseleksi melalui nilai raport,” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan jumlah siswa yang diterima tahun ini bakal bertambah. Sebab tahun ini akan dibuka sekolah baru di Kecamatan Pontianak Utara yakni SMA 12. Untuk titik zonasi saat PPDB di SMK 8. Sekolah ini nanti akan menginduk di SMP 18 Pontianak sebagai tempat untuk proses belajar mengajar.

“Semoga kebutuhan untuk PPDB di kawasan Siantan terpenuhi mengingat hanya ada satu SMA disana,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pendidikan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Fatmawati mengatakan tidak semua sekolah bisa menggunakan aplikasi dari dinas untuk PPDB tahun ini. Pendaftaran itu bisa menggunakan aplikasi dari sekolah

“Tetap secara online cuma karena keterbatasan sinyal sehingga menggunakan aplikasi dari sekolah,” kata Fatmawati.

Sementara itu jumlah total yang diterima dalam PPDB online sebanyak 52.494 siswa. Rinciannya SMA 29.135 siswa dan SMK 23.359 siswa. Sedangkan yang mandiri masih dalam penghimpunan jumlah.(mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/