alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

RSUD Soedarso Gelar Vascular Roadshow; Rujukan RS Nasional yang Tangguh

Rumah  Sakit Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso Pontianak menggelar  kegiatan Vascular Roadshow, Symphosium: Arteriovenous Shunt Access Management and Anticoagulant Therapy, Jumat (17/6) hingga Sabtu (18/6). 

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka pembinaan Rumah Sakit Harapan Kita ke RSUD dr. Soedarso agar segera mengembangkan diri menjadi Rumah Sakit (RS) rujukan jantung dan pembuluh darah di Kalimantan Barat (Kalbar). Diharapkan RSUD dr. Soedarso sebagai RS rujukan nasional sekaligus mengembangkan jejaring RS di daerah.

VASKULER: Para pembicara dalam kegiatan webinar RSUD dr. Soedarso bekerja sama dengan tim vaskuler RS Harapan Kita di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (18/6).

Kegiatan Vascular Roadshow dimulai di Cathlab RSUD dr. Soedarso, Jumat (17/6). Kegiatan tersebut dihadiri Direktur RSUD dr. Soedarso Yuliastuti Saripawan, Ketua PERKI Infan Ketaren, SpJP(K), FIHA, FAsCC, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari berbagai daerah se-Kalbar serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Direktur RSUD dr. RSUD Soedarso Yuliastuti Saripawan mengungkapkan, kegiatan vascular roadshow ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah se-Kalbar. Sekaligus meningkatkan pemahaman dokter umum serta perawat dalam kegiatan symposium hybrid (online/webinar dan offline) serta proctorship.

SAMBUTAN: Direktur RSUD dr. RSUD Soedarso Yuliastuti Saripawan memberikan sambutan saat seminar dalam rangkaian Vascular Roadshow.

“Visi kami agar RSUD dr. Soedarso benar-benar memenuhi sebagai RS rujukan di Kalbar karena selama ini pasien kami kalau tidak ke Jakarta ya ke Kuching jika RS rujukan di Kalbar tidak bisa menangani. Jadi, pada kesempatan ini kami bisa memenuhi keperluan menjadi RS rujukan di Kalbar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Soedarso Pasang Tenda Triase, Dirut RSUD: Masyarakat Jangan Panik

Harapannya melalui kegiatan tersebut Kalbar bisa sejajar dengan provinsi lain yang sudah bisa melakukan pembedahan vascular. Dalam kesempatan ini RSUD dr. Soedarso bekerja sama dengan tim vaskuler RS Harapan Kita Jakarta juga mengadakan simposium hybrid yang dilaksanakan pada hari kedua di Hotel Mercure, Sabtu (18/6).

PEMBUKAAN: Foto bersama saat pembukaan Vascular Roadshow di RSUD dr. Soedarso, Jumat (17/6).

“Penting bagi setiap petugas medis di Kalbar untuk dapat mendiagnosa penyakit terkait pembuluh darah dan merujuk ke RSUD dr. Soedarso sebagai RS rujukan nasional,” papar dr. Danayu Sanni, SpJP(K), FIHA, FAsCC, konsultan intervensi di RSUD dr. Soedarso.

Dokter Danayu menambahkan simposium tersebut berfungsi menyambungkan komunikasi antar pihaknya atau dokter dan sejawat di perifer. Dengan menyamakan persepsi, menurutnya akan terjalin kerja sama yang baik yang nantinya akan memudahkan masyarakat mendapat pelayanan terbaik.

KEGIATAN: Salah satu kegiatan praktik hands on dopler di Unit Cath Lab RSUD dr. Soedarso.

“Ada tiga kegiatan dalam vascular roadshow di Pontianak. Pertama, workshop usg doppler bagi kami para spesialis jantung dan pembuluh darah, terutama tentang AV shunt yang digunakan dalam hemodialisa. Kedua simposium ini, dan ketiga proctorship di cathlab RSUD dr. Soedarso. Ada tiga pasien penyumbatan pembuluh darah kaki serta AV shunt atau lebih dikenal dengan cimino yang kami lakukan tindakan,” paparnya.

Baca Juga :  RSUD dr. Soedarso Kenalkan Instalasi HD Baru

Sementara itu, untuk simposium secara hybrid, dijelaskan Saripawan, pihaknya menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Mulai dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi dr. Sonny SpPD, KGH, hingga Profesor dr. Ganesja, SpJP(K) serta konsultan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lainnya.

Praktik hands on dopler di Unit Cath Lab RSUD dr. Soedarso.

“Jumlah peserta di lokasi Hotel Mercure memang sengaja dibatasi, namun simposium ini juga disiarkan di YouTube dan diikuti peserta secara daring. Untuk daring, pesertanya bahkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah pendaftar nyaris mencapai dua ribu orang,” jelasnya.

Saripawan menambahkan dengan menjadi RS rujukan nasional diharapkan RSUD dr. Soedarso serta RS di daerah dapat menjadi RS jejaring yang tangguh. Saat ini RS di daerah sudah bisa mengirim kasus-kasus tertentu yang dapat dikerjakan langsung di RSUD dr. Soedarso.

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bagaimana perkembangan luar biasa. Alhamdulillah RSUD dr. Soedarso sudah menjadi RS rujukan nasional artinya sama kedudukannya dengan (RS) yang lainnya seperti di daerah Jawa,” pungkasnya.(bar)

 

Rumah  Sakit Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso Pontianak menggelar  kegiatan Vascular Roadshow, Symphosium: Arteriovenous Shunt Access Management and Anticoagulant Therapy, Jumat (17/6) hingga Sabtu (18/6). 

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka pembinaan Rumah Sakit Harapan Kita ke RSUD dr. Soedarso agar segera mengembangkan diri menjadi Rumah Sakit (RS) rujukan jantung dan pembuluh darah di Kalimantan Barat (Kalbar). Diharapkan RSUD dr. Soedarso sebagai RS rujukan nasional sekaligus mengembangkan jejaring RS di daerah.

VASKULER: Para pembicara dalam kegiatan webinar RSUD dr. Soedarso bekerja sama dengan tim vaskuler RS Harapan Kita di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (18/6).

Kegiatan Vascular Roadshow dimulai di Cathlab RSUD dr. Soedarso, Jumat (17/6). Kegiatan tersebut dihadiri Direktur RSUD dr. Soedarso Yuliastuti Saripawan, Ketua PERKI Infan Ketaren, SpJP(K), FIHA, FAsCC, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari berbagai daerah se-Kalbar serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Direktur RSUD dr. RSUD Soedarso Yuliastuti Saripawan mengungkapkan, kegiatan vascular roadshow ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah se-Kalbar. Sekaligus meningkatkan pemahaman dokter umum serta perawat dalam kegiatan symposium hybrid (online/webinar dan offline) serta proctorship.

SAMBUTAN: Direktur RSUD dr. RSUD Soedarso Yuliastuti Saripawan memberikan sambutan saat seminar dalam rangkaian Vascular Roadshow.

“Visi kami agar RSUD dr. Soedarso benar-benar memenuhi sebagai RS rujukan di Kalbar karena selama ini pasien kami kalau tidak ke Jakarta ya ke Kuching jika RS rujukan di Kalbar tidak bisa menangani. Jadi, pada kesempatan ini kami bisa memenuhi keperluan menjadi RS rujukan di Kalbar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Satu Pasien Warga Pontianak Diisolasi Dalam Tahap Pengawasan Virus Corona

Harapannya melalui kegiatan tersebut Kalbar bisa sejajar dengan provinsi lain yang sudah bisa melakukan pembedahan vascular. Dalam kesempatan ini RSUD dr. Soedarso bekerja sama dengan tim vaskuler RS Harapan Kita Jakarta juga mengadakan simposium hybrid yang dilaksanakan pada hari kedua di Hotel Mercure, Sabtu (18/6).

PEMBUKAAN: Foto bersama saat pembukaan Vascular Roadshow di RSUD dr. Soedarso, Jumat (17/6).

“Penting bagi setiap petugas medis di Kalbar untuk dapat mendiagnosa penyakit terkait pembuluh darah dan merujuk ke RSUD dr. Soedarso sebagai RS rujukan nasional,” papar dr. Danayu Sanni, SpJP(K), FIHA, FAsCC, konsultan intervensi di RSUD dr. Soedarso.

Dokter Danayu menambahkan simposium tersebut berfungsi menyambungkan komunikasi antar pihaknya atau dokter dan sejawat di perifer. Dengan menyamakan persepsi, menurutnya akan terjalin kerja sama yang baik yang nantinya akan memudahkan masyarakat mendapat pelayanan terbaik.

KEGIATAN: Salah satu kegiatan praktik hands on dopler di Unit Cath Lab RSUD dr. Soedarso.

“Ada tiga kegiatan dalam vascular roadshow di Pontianak. Pertama, workshop usg doppler bagi kami para spesialis jantung dan pembuluh darah, terutama tentang AV shunt yang digunakan dalam hemodialisa. Kedua simposium ini, dan ketiga proctorship di cathlab RSUD dr. Soedarso. Ada tiga pasien penyumbatan pembuluh darah kaki serta AV shunt atau lebih dikenal dengan cimino yang kami lakukan tindakan,” paparnya.

Baca Juga :  Dekranasda Pontianak Bantu 100 Pengrajin

Sementara itu, untuk simposium secara hybrid, dijelaskan Saripawan, pihaknya menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Mulai dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi dr. Sonny SpPD, KGH, hingga Profesor dr. Ganesja, SpJP(K) serta konsultan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lainnya.

Praktik hands on dopler di Unit Cath Lab RSUD dr. Soedarso.

“Jumlah peserta di lokasi Hotel Mercure memang sengaja dibatasi, namun simposium ini juga disiarkan di YouTube dan diikuti peserta secara daring. Untuk daring, pesertanya bahkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah pendaftar nyaris mencapai dua ribu orang,” jelasnya.

Saripawan menambahkan dengan menjadi RS rujukan nasional diharapkan RSUD dr. Soedarso serta RS di daerah dapat menjadi RS jejaring yang tangguh. Saat ini RS di daerah sudah bisa mengirim kasus-kasus tertentu yang dapat dikerjakan langsung di RSUD dr. Soedarso.

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bagaimana perkembangan luar biasa. Alhamdulillah RSUD dr. Soedarso sudah menjadi RS rujukan nasional artinya sama kedudukannya dengan (RS) yang lainnya seperti di daerah Jawa,” pungkasnya.(bar)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/