alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pencuri di Warung Makan Lamongan dan Tempat Praktik Bidan Telah Tertangkap

PONTIANAK – Dua orang pelaku pencurian yang beraksi di tempat berbeda, ditangkap polisi. Kedua pelaku adalah YS alias Shamir dan Suryanto alias Jerry. Dari data yang disampaikan kepolisian, Shamir diketahui melakukan pencurian di warung makan Lamongan, Jalan Kebangkitan Nasional, Kecamatan Pontianak Utara pada Rabu 15 Juli 2002. Pelaku berhasil mencuri dua unit telepon genggam seharga Rp6 juta.

Sementara itu, Suryanto alias Jerry, yang tak lain adalah penjahat kambuhan, melakukan pencurian satu unit mesin air seharga Rp650 ribu di tempat praktik mandiri bidan Pudji Kuwati, Jalan Uray Bawadi, Kecamatan Pontianak Kota pada Minggu 17 Juli 2022.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto mengatakan, untuk kasus pencurian yang terjadi di warung makan Lamongan di Jalan Kebangkitan Nasional, setelah dilakukan penyelidikan, pada Senin 18 Juli kemarin, pelaku berhasil ditangkap.

Pelaku Shamir, lanjut Indra, ditangkap di Jalan Gusti Situt Mahmud, Kelurahan Siantan Hulu, Kecantikan Pontianak Utara. Dari tangan pelaku disita barang bukti dua unit telepon genggam hasil kejahatan.

“Dari interogasi pelaku mengakui, saat itu masuk melalui pintu masuk ruko karena dalam keadaan tidak terkunci. Lalu mengambil dua unit handphone yang ada di dalam,” kata Indra, Selasa (19/7).

Baca Juga :  Tiga Pencuri Sepeda Motor Dibekuk Polisi

Untuk kasus pencurian di tempat kejadian tempat praktek mandiri bidan, lanjut Indra, pada Minggu 17 Juli, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, jika ada seseorang yang diduga pencuri tengah bersembunyi di belakang ruko Gang Podorukun, Jalan Uray Bawadi.

Indra menjelaskan, berdasarkan informasi itu, anggota langsung bergerak menuju alamat yang dimaksud. Lalu bersama warga melakukan penangkapan terhadap diduga pelaku pencurian.

“Dari interogasi pelaku diketahui bernama Jerry, yang tak lain adalah residivis. Pelaku mengaku mencuri mesin air di tempat praktik mandiri bidan Pudji,” ucap Indra.

Indra menerangkan, pelaku mengaku masuk kedalam gedung praktek mandiri bidan Pudji cara merusak pagar lalu masuk dari pintu belakang yang dirusak dengan obeng. Kemudian mengambil satu unit mesin air.

“Dari pengakuan pelaku, saat itu ia beraksi bersama temannya yakni AL yang saat ini masih dalam pencarian,” ungkap Indra.

Indra menegaskan, terhadap kedua pelaku pencurian tersebut, akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun.

Sementara itu, unit Reskrim Polsek Pontianak Selatan mengamankan seorang pria, yang sebelumnya telah ditangkap oleh warga Gang Nursolihin, Jalan Adisucipto, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Senin 18 Juli 2022. Pria tersebut adalah KR, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Diamankan warga lantaran gerak-geriknya yang mencurigakan.

Baca Juga :  Papua Dimekarkan, Sutarmidji Minta DPR Bahas Usulan Kalbar Soal Kapuas Raya

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP M Resky Rizal, membenarkan, jika telah mengamankan seorang pria yang sebelumnya diamankan warga. Rizal menjelaskan, pria tersebut diamankan warga lantaran, keluar masuk gang sehingga menimbulkan kecurigaan.

“Dari keterangan warga, KR ini sempat melarikan diri meski tangannya sudah diikat dgn tali. Bahkan sampai masuk ke dalam parit, tetapi berhasil diamankan warga kembali. kemudian anggota yang dapat laporan langsung datang ke tempat kejadian untuk membawa pria mencurigakan itu ke Mapolsek Pontianak Selatan,” kata Rizal.

Rizal mengatakan, menurut keterangan warga yang bersangkutan ini masuk ke rumah-rumah warga, berlari dari satu gang ke gang lainnya. Dan setelah diintrogasi, KR mengaku bahwa masuk ke rumah orang dengan tujuan hendak minta minum.

“KR ini mengaku kalau baru pulang dari serawak, Malaysia dan barang-barang miliknya hilang dicuri oleh orang saat tiba di Pontianak,” ungkap Rizal.

Rizal mengungkapkan, diduga pria tersebut Banjarmasin mengalami depresi sehingga melakukan tindakan yang membuat warga resah.

“Untuk barang yang dicuri tidak ada,” terang Rizal.

Rizal menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalbar untuk menyerahkan yang bersangkutan, agar dapat dikembalikan ke kampung halamannya. (adg)

PONTIANAK – Dua orang pelaku pencurian yang beraksi di tempat berbeda, ditangkap polisi. Kedua pelaku adalah YS alias Shamir dan Suryanto alias Jerry. Dari data yang disampaikan kepolisian, Shamir diketahui melakukan pencurian di warung makan Lamongan, Jalan Kebangkitan Nasional, Kecamatan Pontianak Utara pada Rabu 15 Juli 2002. Pelaku berhasil mencuri dua unit telepon genggam seharga Rp6 juta.

Sementara itu, Suryanto alias Jerry, yang tak lain adalah penjahat kambuhan, melakukan pencurian satu unit mesin air seharga Rp650 ribu di tempat praktik mandiri bidan Pudji Kuwati, Jalan Uray Bawadi, Kecamatan Pontianak Kota pada Minggu 17 Juli 2022.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto mengatakan, untuk kasus pencurian yang terjadi di warung makan Lamongan di Jalan Kebangkitan Nasional, setelah dilakukan penyelidikan, pada Senin 18 Juli kemarin, pelaku berhasil ditangkap.

Pelaku Shamir, lanjut Indra, ditangkap di Jalan Gusti Situt Mahmud, Kelurahan Siantan Hulu, Kecantikan Pontianak Utara. Dari tangan pelaku disita barang bukti dua unit telepon genggam hasil kejahatan.

“Dari interogasi pelaku mengakui, saat itu masuk melalui pintu masuk ruko karena dalam keadaan tidak terkunci. Lalu mengambil dua unit handphone yang ada di dalam,” kata Indra, Selasa (19/7).

Baca Juga :  Prakira Cuaca Panas

Untuk kasus pencurian di tempat kejadian tempat praktek mandiri bidan, lanjut Indra, pada Minggu 17 Juli, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, jika ada seseorang yang diduga pencuri tengah bersembunyi di belakang ruko Gang Podorukun, Jalan Uray Bawadi.

Indra menjelaskan, berdasarkan informasi itu, anggota langsung bergerak menuju alamat yang dimaksud. Lalu bersama warga melakukan penangkapan terhadap diduga pelaku pencurian.

“Dari interogasi pelaku diketahui bernama Jerry, yang tak lain adalah residivis. Pelaku mengaku mencuri mesin air di tempat praktik mandiri bidan Pudji,” ucap Indra.

Indra menerangkan, pelaku mengaku masuk kedalam gedung praktek mandiri bidan Pudji cara merusak pagar lalu masuk dari pintu belakang yang dirusak dengan obeng. Kemudian mengambil satu unit mesin air.

“Dari pengakuan pelaku, saat itu ia beraksi bersama temannya yakni AL yang saat ini masih dalam pencarian,” ungkap Indra.

Indra menegaskan, terhadap kedua pelaku pencurian tersebut, akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun.

Sementara itu, unit Reskrim Polsek Pontianak Selatan mengamankan seorang pria, yang sebelumnya telah ditangkap oleh warga Gang Nursolihin, Jalan Adisucipto, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Senin 18 Juli 2022. Pria tersebut adalah KR, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Diamankan warga lantaran gerak-geriknya yang mencurigakan.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pembobol Bengkel Mobil dan Toko Elektronik di Kom Yos Sudarso

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP M Resky Rizal, membenarkan, jika telah mengamankan seorang pria yang sebelumnya diamankan warga. Rizal menjelaskan, pria tersebut diamankan warga lantaran, keluar masuk gang sehingga menimbulkan kecurigaan.

“Dari keterangan warga, KR ini sempat melarikan diri meski tangannya sudah diikat dgn tali. Bahkan sampai masuk ke dalam parit, tetapi berhasil diamankan warga kembali. kemudian anggota yang dapat laporan langsung datang ke tempat kejadian untuk membawa pria mencurigakan itu ke Mapolsek Pontianak Selatan,” kata Rizal.

Rizal mengatakan, menurut keterangan warga yang bersangkutan ini masuk ke rumah-rumah warga, berlari dari satu gang ke gang lainnya. Dan setelah diintrogasi, KR mengaku bahwa masuk ke rumah orang dengan tujuan hendak minta minum.

“KR ini mengaku kalau baru pulang dari serawak, Malaysia dan barang-barang miliknya hilang dicuri oleh orang saat tiba di Pontianak,” ungkap Rizal.

Rizal mengungkapkan, diduga pria tersebut Banjarmasin mengalami depresi sehingga melakukan tindakan yang membuat warga resah.

“Untuk barang yang dicuri tidak ada,” terang Rizal.

Rizal menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalbar untuk menyerahkan yang bersangkutan, agar dapat dikembalikan ke kampung halamannya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/