alexametrics
31.7 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Penyelundupan Gaharu Buaya Digagalkan

PONTIANAK – Kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan 18,1 ton kayu Gaharu Buaya yang dimuat ke dalam truk kontainer nomor seri BEAU 2220110 O 22GI dengan nomor plat kendaraan KB 9939 QL, Senin (18/11/19).

Dari informasi yang dihimpun, belasan ton kayu Gaharu Buaya asal Kabupaten Kapuas Hulu ini, akan di ekspor ke Sudan.

Berdasarkan formulir perdagangan BC 3.0 tentang pemberitahuan ekspor barang yang dikeluarkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pontianak dengan nomor pendaftaran 004654 tertanggal 15 November 2019, pengirim belasan ton kayu gaharu adalah PT. Meva Aura.

Anehnya, tertulis di dalam formulir, PT. Meva Aura telah mengantongi surat izin edar dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar. Padahal berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No.P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, gaharu buaya atau tumbuhan dengan nama latin Aetoxylon Sympethallum merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi.

Baca Juga :  Wagub Kalbar Lintasi Jalan Rusak di Kayong Utara

Di dalam dokemen yang didapat, tertulis formulir perdagangan BC 3.0 tentang pemberitahuan ekspor barang yang dikeluarkan KPPBC Pontianak, pengirim 19,1 ton kayu Gaharu Buaya itu adalah CV. Equator Agro Trading, dan belasan ton kayu Gaharu Buaya itu juga akan di ekspor ke Negara Sudan.

Namun sampai dengan saat ini, belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepolisian, terkait penggagalan penyeleundupan gaharu buaya. (adg)

PONTIANAK – Kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan 18,1 ton kayu Gaharu Buaya yang dimuat ke dalam truk kontainer nomor seri BEAU 2220110 O 22GI dengan nomor plat kendaraan KB 9939 QL, Senin (18/11/19).

Dari informasi yang dihimpun, belasan ton kayu Gaharu Buaya asal Kabupaten Kapuas Hulu ini, akan di ekspor ke Sudan.

Berdasarkan formulir perdagangan BC 3.0 tentang pemberitahuan ekspor barang yang dikeluarkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pontianak dengan nomor pendaftaran 004654 tertanggal 15 November 2019, pengirim belasan ton kayu gaharu adalah PT. Meva Aura.

Anehnya, tertulis di dalam formulir, PT. Meva Aura telah mengantongi surat izin edar dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar. Padahal berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No.P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, gaharu buaya atau tumbuhan dengan nama latin Aetoxylon Sympethallum merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi.

Baca Juga :  Larangan Ekspor Buah Gaharu Rugikan Masyarkat Lokal

Di dalam dokemen yang didapat, tertulis formulir perdagangan BC 3.0 tentang pemberitahuan ekspor barang yang dikeluarkan KPPBC Pontianak, pengirim 19,1 ton kayu Gaharu Buaya itu adalah CV. Equator Agro Trading, dan belasan ton kayu Gaharu Buaya itu juga akan di ekspor ke Negara Sudan.

Namun sampai dengan saat ini, belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepolisian, terkait penggagalan penyeleundupan gaharu buaya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/