alexametrics
30.6 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

PONTIANAK – Sepekan ke depan, Kalimantan Barat (Kalbar) akan menghadapi cuaca ekstrem. Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori menyebut, berdasarkan pantauan satelit cuaca, radar cuaca, dan delalan stasiun pengamatan BMKG Kalimantan Barat, hingga saat ini hujan masih terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar.

“Diprakirakan mulai tanggal 21 – 28 Maret 2021 berpotensi terjadi pertumbuhan awan-awan penghujan secara signifikan sehingga berpotensi terjadi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat,” ungkapnya, Sabtu (20/3) di Pontianak.

Potensi pertumbuhan awan-awan penghujan secara signifikan yang akan menyebabkan cuaca ekstrem tersebut, diramalkan dia terjadi mulai dari Kalbar bagian timur hingga tengah, yaitu Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Ketapang, dan sekitarnya. Sementara wilayah Kalbar bagian Barat, kata dia, juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Baca Juga :  Ramadhan dan Lebaran, PLN Siagakan 15 Posko dan 447 Petugas

“Namun diprakirakan frekuensi terjadinya lebih banyak terjadi di Kalbar bagian tengah hingga timur,” katanya. Lanjutnya, laporan dari masyarakat pada beberapa hari yang lalu, bahwa telah terjadi genangan ataupun banjir di sebagian wilayah Kapuas Hulu dan sebagian Sintang, serta tanah longsor terjadi di Sekadau pada 18 Maret 2021. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai dampak yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut, seperti genangan, banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin, dan dampak lain sebagainya. Namun begitu, potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalbar selama satu minggu ke depan diprakirakan dia secara umum pada kategori aman.

“Namun diimbau kepada Masyarakat untuk tetap tidak melakukan kegiatan pembakaran hutan dan lahan, khususnya pada daerah yang masih rendah curah hujannya,” katanya.

Baca Juga :  Kebijakan PPKM Mesti Didukung Kepatuhan terhadap Prokes

Sementara itu Kepala Klimatologi Kalbar, Luhur Tri Uji Prayitno menambahkan, kondisi saat ini menunjukkan adanya peningkatan potensi pertumbuhan awan, sehingga mengakibatkan curah hujan berpotensi meningkat di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian III (tanggal 21 – 31) Maret 2021.

“Dasarian III Maret 2021 diprakirakan secara umum berkisar antara 75 – 150 milimeter perdasarian, dengan kategori hujan menengah. Distribusi curah hujan wilayah hulu hingga tengah lebih tinggi dibanding pesisir Kalimantan Barat. Potensi curah hujan lebih tinggi di pertengahan dasarian dibanding di awal dan akhir dasarian,” jelasnya. (sti)

PONTIANAK – Sepekan ke depan, Kalimantan Barat (Kalbar) akan menghadapi cuaca ekstrem. Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori menyebut, berdasarkan pantauan satelit cuaca, radar cuaca, dan delalan stasiun pengamatan BMKG Kalimantan Barat, hingga saat ini hujan masih terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar.

“Diprakirakan mulai tanggal 21 – 28 Maret 2021 berpotensi terjadi pertumbuhan awan-awan penghujan secara signifikan sehingga berpotensi terjadi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat,” ungkapnya, Sabtu (20/3) di Pontianak.

Potensi pertumbuhan awan-awan penghujan secara signifikan yang akan menyebabkan cuaca ekstrem tersebut, diramalkan dia terjadi mulai dari Kalbar bagian timur hingga tengah, yaitu Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Ketapang, dan sekitarnya. Sementara wilayah Kalbar bagian Barat, kata dia, juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Baca Juga :  Listrik Dua Kali Jatuh

“Namun diprakirakan frekuensi terjadinya lebih banyak terjadi di Kalbar bagian tengah hingga timur,” katanya. Lanjutnya, laporan dari masyarakat pada beberapa hari yang lalu, bahwa telah terjadi genangan ataupun banjir di sebagian wilayah Kapuas Hulu dan sebagian Sintang, serta tanah longsor terjadi di Sekadau pada 18 Maret 2021. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai dampak yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut, seperti genangan, banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin, dan dampak lain sebagainya. Namun begitu, potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalbar selama satu minggu ke depan diprakirakan dia secara umum pada kategori aman.

“Namun diimbau kepada Masyarakat untuk tetap tidak melakukan kegiatan pembakaran hutan dan lahan, khususnya pada daerah yang masih rendah curah hujannya,” katanya.

Baca Juga :  Selangkah Lagi RFS Tersangka, Kirim SPDP ke Kejaksaan, Kasus Naik ke Penyidikan

Sementara itu Kepala Klimatologi Kalbar, Luhur Tri Uji Prayitno menambahkan, kondisi saat ini menunjukkan adanya peningkatan potensi pertumbuhan awan, sehingga mengakibatkan curah hujan berpotensi meningkat di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian III (tanggal 21 – 31) Maret 2021.

“Dasarian III Maret 2021 diprakirakan secara umum berkisar antara 75 – 150 milimeter perdasarian, dengan kategori hujan menengah. Distribusi curah hujan wilayah hulu hingga tengah lebih tinggi dibanding pesisir Kalimantan Barat. Potensi curah hujan lebih tinggi di pertengahan dasarian dibanding di awal dan akhir dasarian,” jelasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/