alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Politisi PKB Tolak Impor Beras

PONTIANAK-Wacana pemerintah pusat untuk mengimpor beras satu juta ton menuai berbagai pro dan kontra, salah satunya dari anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Roby Nazarudin. Menurutnya upaya pemerintah untuk mengimpor beras dengan alasan stok terbatas akibat bantuan beras covid-19 tidak tepat.

“Pemerintah akan mengimpor beras di tengah panen raya petani lokal. Adanya impor tersebut bisa berdampak pada harga jual beras petani lokal, serta gabah kering,” ujar Roby, Minggu (21/3).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyatakan menolak adanya impor beras karena dirasa dapat merugikan petani.

Ia menambahkan keputusan mengimpor beras merupakan kebijakan kontra produktif dimana di tengah pandemi covid-19 ini sektor pertanian adalah andalan untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Baca Juga :  Mulyadi Tawik Kembali Nahkodai PKB Kalbar.

Berdasarkan data badan pusat statistik Kalbar, pada 2019 saja produksi beras di Kalbar sebesar 499.012 ton sedangkan di tahun 2020 sebesar 457.987 ton sementara untuk produksi padi tahun 2019 sebesar 847.875 ton dan di tahun 2020 778.170 ton, meski ada penurunan hasil dari tahun 2019 ke 2020 yang dipengaruhi oleh dampak pandemi covid-19, namun dipastikan tahun 2021 ini akan kembali mengalami peningkatan.

Sementara itu data nasional menunjukan Cadangan stok beras di gudang Bulog pusat mencapai 883.575 ton , di tambah cadangan Beras Pemerintah ( CBP ) 859.887 ton, serta Beras komersial 23.706 ton, apalagi dalam bulan Mei-Juni mendatang memasuki panen raya hampir diseluruh Indonesia. Sehingga dapat dipastikan di tahun 2021 ini akan terjadi peningkatan hasil pertanian secara nasional.

Baca Juga :  Gula Darah Tetap Terkendali, Stop Makan Malam Mulai Pukul 20.00

Oleh sebab itu ia berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan impor beras tersebut agar tidak berdampak pada petani lokal. Sebab meski baru sebuah wacana namun berita terkait impor beras tersebut telah bergulir dan tentu akan mulai mempengaruhi harga beras lokal dipasaran.

Ia juga mendorong pertanian lokal khususnya di Kalbar terus meningkat dengan berbagai program pemulihan sektor pertanian akibat wabah pandemi covid-19.(iza)

PONTIANAK-Wacana pemerintah pusat untuk mengimpor beras satu juta ton menuai berbagai pro dan kontra, salah satunya dari anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Roby Nazarudin. Menurutnya upaya pemerintah untuk mengimpor beras dengan alasan stok terbatas akibat bantuan beras covid-19 tidak tepat.

“Pemerintah akan mengimpor beras di tengah panen raya petani lokal. Adanya impor tersebut bisa berdampak pada harga jual beras petani lokal, serta gabah kering,” ujar Roby, Minggu (21/3).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyatakan menolak adanya impor beras karena dirasa dapat merugikan petani.

Ia menambahkan keputusan mengimpor beras merupakan kebijakan kontra produktif dimana di tengah pandemi covid-19 ini sektor pertanian adalah andalan untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Baca Juga :  Soal Pria Posting '3 Polisi Jujur', PKB: Ini Simbol Kemunduran Demokrasi Indonesia

Berdasarkan data badan pusat statistik Kalbar, pada 2019 saja produksi beras di Kalbar sebesar 499.012 ton sedangkan di tahun 2020 sebesar 457.987 ton sementara untuk produksi padi tahun 2019 sebesar 847.875 ton dan di tahun 2020 778.170 ton, meski ada penurunan hasil dari tahun 2019 ke 2020 yang dipengaruhi oleh dampak pandemi covid-19, namun dipastikan tahun 2021 ini akan kembali mengalami peningkatan.

Sementara itu data nasional menunjukan Cadangan stok beras di gudang Bulog pusat mencapai 883.575 ton , di tambah cadangan Beras Pemerintah ( CBP ) 859.887 ton, serta Beras komersial 23.706 ton, apalagi dalam bulan Mei-Juni mendatang memasuki panen raya hampir diseluruh Indonesia. Sehingga dapat dipastikan di tahun 2021 ini akan terjadi peningkatan hasil pertanian secara nasional.

Baca Juga :  Terjaring Razia Masker, 68 Orang Dites Swab

Oleh sebab itu ia berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan impor beras tersebut agar tidak berdampak pada petani lokal. Sebab meski baru sebuah wacana namun berita terkait impor beras tersebut telah bergulir dan tentu akan mulai mempengaruhi harga beras lokal dipasaran.

Ia juga mendorong pertanian lokal khususnya di Kalbar terus meningkat dengan berbagai program pemulihan sektor pertanian akibat wabah pandemi covid-19.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/