alexametrics
23 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Kuota Haji Kalbar Belum Pasti

PONTIANAK – Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi resmi menyepakati jumlah kuota haji pada tahun 2022 yaitu 100.051 jemaah. Darohman, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalbar mengatakan, belum diketahui kuota yang disediakan untuk Kalimantan Barat. Hal ini karena belum adanya pembagian kuota untuk tiap provinsi.

“Belum dibagi per provinsi masih nunggu,” katanya Rabu (20/5).

Jika ada keberangkatan, maka pihaknya masih menunggu kuota yang disediakan untuk jemaah haji Kalbar. Kuota jemaah Kalbar pada tahun sebelumnya mencapai 2.475 orang.

“Tahun ini, masih menunggu berapa kuota yang disediakan untuk Kalbar,” ulasnya.

Sementara itu kata Darohman, terdapat aturan usia yang ditetapkan bagi calon jemaah yang akan berangkat, yakni di bawah angka 65 tahun.

Baca Juga :  Pemkot Beri Bantuan Pembangunan Masjid Al Hidayah

“Usia dari Arab Saudi harus di bawah 65 tahun,” kata dia.

Adanya aturan ini, besar kemungkinan ada calon jemaah yang gagal berangkat tahun ini, meski sudah masuk masa antreannya.

“Kemungkinan ada yang gagal berangkat,” katanya.

Pemerintah dan DPR juga telah menyepakati biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2022 sebesar Rp39,8 juta per calon jemaah.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi juga menetapkan sejumlah syarat bagi jemaah yang akan berangkat haji karena pandemi Covid-19. Di antaranya, selain hanya diperbolehkan bagi mereka yang berusia di bawah 65 tahun, juga  telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi.

Sedangkan untuk biaya haji tahun ini mengalami kenaikan. Sebelumnya pada tahun 2020, biaya haji  mencapai Rp35,2 juta. Dan untuk biaya haji 2022, telah ditetapkan kenaikan biaya ibadah haji menjadi sebesar Rp39.886.009 per jemaah. Kenaikan biaya haji 2022 ini pun telah disepakai oleh pemerintah bersama DPR.

Baca Juga :  Tutup Akhir Tahun, Luncurkan 13 Buku

Masa tunggu haji di Kalimantan Barat mencapai rata-rata 19 tahun, sedangkan jemaah calon haji yang masuk daftar tunggu mencapai 50 ribu orang. (mrd)

PONTIANAK – Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi resmi menyepakati jumlah kuota haji pada tahun 2022 yaitu 100.051 jemaah. Darohman, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalbar mengatakan, belum diketahui kuota yang disediakan untuk Kalimantan Barat. Hal ini karena belum adanya pembagian kuota untuk tiap provinsi.

“Belum dibagi per provinsi masih nunggu,” katanya Rabu (20/5).

Jika ada keberangkatan, maka pihaknya masih menunggu kuota yang disediakan untuk jemaah haji Kalbar. Kuota jemaah Kalbar pada tahun sebelumnya mencapai 2.475 orang.

“Tahun ini, masih menunggu berapa kuota yang disediakan untuk Kalbar,” ulasnya.

Sementara itu kata Darohman, terdapat aturan usia yang ditetapkan bagi calon jemaah yang akan berangkat, yakni di bawah angka 65 tahun.

Baca Juga :  Belum Semua CJH Penuhi Syarat Vaksin

“Usia dari Arab Saudi harus di bawah 65 tahun,” kata dia.

Adanya aturan ini, besar kemungkinan ada calon jemaah yang gagal berangkat tahun ini, meski sudah masuk masa antreannya.

“Kemungkinan ada yang gagal berangkat,” katanya.

Pemerintah dan DPR juga telah menyepakati biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2022 sebesar Rp39,8 juta per calon jemaah.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi juga menetapkan sejumlah syarat bagi jemaah yang akan berangkat haji karena pandemi Covid-19. Di antaranya, selain hanya diperbolehkan bagi mereka yang berusia di bawah 65 tahun, juga  telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi.

Sedangkan untuk biaya haji tahun ini mengalami kenaikan. Sebelumnya pada tahun 2020, biaya haji  mencapai Rp35,2 juta. Dan untuk biaya haji 2022, telah ditetapkan kenaikan biaya ibadah haji menjadi sebesar Rp39.886.009 per jemaah. Kenaikan biaya haji 2022 ini pun telah disepakai oleh pemerintah bersama DPR.

Baca Juga :  Sutarmidji Raih Public Leader Awards

Masa tunggu haji di Kalimantan Barat mencapai rata-rata 19 tahun, sedangkan jemaah calon haji yang masuk daftar tunggu mencapai 50 ribu orang. (mrd)

Most Read

Zakat Maal (Harta)

TMMD Resmi Ditutup

Bantuan Beras Provinsi Disalurkan

Artikel Terbaru

/