alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Midji Pastikan Salat Idulfitri di Mujahidin Ditiadakan

PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memastikan pelaksanaan salat berjemaah di Masjid Raya Mujahidin masih ditiadakan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Dalam hal ini termasuk pula untuk pelaksanaan salat Jumat dan salat Idulfitri pada Minggu (24/5).

Orang nomor satu di Kalbar itu sekaligus menjawab informasi sebelumnya yang sempat dikabarkan bahwa Masjid Raya Mujahidin akan kembali menggelar salat berjemaah.

“Sebetulnya dari awal belum memutuskan, tapi masih mengkaji, cuma yang buat statment itu kan tak paham tentang kasus Covid-19. Setelah mengkaji perkembangan kasus, maka untuk menghindari keterjangkitan, maka ditiadakan (salat berjemaah),” katanya, Kamis (21/5).

Midji sapaan akrabnya menyebut di jajaran pengurus Masjid Raya Mujahidin sudah ada tiga orang yang hasil Rapid Test-nya reaktif. Bahkan ada dua orang yang tes swab RT-PCR-nya positif, yakni pasangan suami istri, keduanya kini masih diisolasi.

Baca Juga :  Kapal Vietnam Curi Cumi-cumi Indonesia, KKP Kejar Kapal Induk

“Kemudian ditemukan 63 kasus reaktif di Diknas dan 44 kasus di bandara, serta ada 238 rapid test (warga Pontianak) yang reaktif, maka atas dasar itu tidak diadakan (salat berjemaah),” jelasnya.

Sementara bagi masjid-masjid lain yang masih tetap ingin mengadakan salat Idulfitri, Midji berharap hendaknya dikaji betul-betul. Jangan sampai akibatnya terjadi peningkatan kasus yang tinggi.

Seperti di salah satu provinsi di Kalimantan ia menyebut tenaga medis baik dokter dan perawat ada yang sudah mau angkat tangan akibat kasus yang tinggi. “Pontianak kan zona merah, ini jadi pertimbangan,” pungkasnya.(bar)

PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memastikan pelaksanaan salat berjemaah di Masjid Raya Mujahidin masih ditiadakan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Dalam hal ini termasuk pula untuk pelaksanaan salat Jumat dan salat Idulfitri pada Minggu (24/5).

Orang nomor satu di Kalbar itu sekaligus menjawab informasi sebelumnya yang sempat dikabarkan bahwa Masjid Raya Mujahidin akan kembali menggelar salat berjemaah.

“Sebetulnya dari awal belum memutuskan, tapi masih mengkaji, cuma yang buat statment itu kan tak paham tentang kasus Covid-19. Setelah mengkaji perkembangan kasus, maka untuk menghindari keterjangkitan, maka ditiadakan (salat berjemaah),” katanya, Kamis (21/5).

Midji sapaan akrabnya menyebut di jajaran pengurus Masjid Raya Mujahidin sudah ada tiga orang yang hasil Rapid Test-nya reaktif. Bahkan ada dua orang yang tes swab RT-PCR-nya positif, yakni pasangan suami istri, keduanya kini masih diisolasi.

Baca Juga :  Warga Kecewa, Nama Dicoret dari Penerima Bantuan Pangan

“Kemudian ditemukan 63 kasus reaktif di Diknas dan 44 kasus di bandara, serta ada 238 rapid test (warga Pontianak) yang reaktif, maka atas dasar itu tidak diadakan (salat berjemaah),” jelasnya.

Sementara bagi masjid-masjid lain yang masih tetap ingin mengadakan salat Idulfitri, Midji berharap hendaknya dikaji betul-betul. Jangan sampai akibatnya terjadi peningkatan kasus yang tinggi.

Seperti di salah satu provinsi di Kalimantan ia menyebut tenaga medis baik dokter dan perawat ada yang sudah mau angkat tangan akibat kasus yang tinggi. “Pontianak kan zona merah, ini jadi pertimbangan,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/