alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Kementerian PUPR Benahi 396 Rumah Tak Layak Huni

PONTIANAK – Sebanyak 396 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kota Pontianak mendapat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp17,5 juta untuk perbaikan rumah.

BSPS ini diserahkan langsung Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi di Gang Purnama Baru, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (21/1).

Agus, salah satu penerima BSPS menuturkan, sebelum perbaikan, ia sekeluarga memang menempati rumah tak layak huni. Ia mengucap syukur dan berterima kasih karena kepedulian pemerintah terhadap rumah yang ditempatinya. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada petugas-petugas di lapangan yang mengawasi Program BSPS.

“Terima kasih kepada Pak Dirjen, Pak Wali Kota dan kawan-kawan di lapangan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan sehingga program ini berjalan lancar,” ucapnya.

Kepada para penerima manfaat, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi mengingatkan agar rumah yang sudah diperbaiki dapat dipelihara dan dirawat baik-baik. Dengan adanya peningkatan kualitas rumah yang tadinya masuk kategori tidak layak huni menjadi layak huni, tentunya para penerima manfaat akan merasakan perubahan yang drastis.

Baca Juga :  Jembatan Rp4,03 M Roboh di Tebas

“Yang sebelum diperbaiki lantainya masih papan atau tanah, sekarang sudah dicor semen sehingga anak-anak bisa belajar atau beristirahat lebih nyaman. Semoga kepala keluarganya juga bekerja lebih semangat,” ujarnya.

Menurut Dirjen, masih ada 3,4 juta masyarakat di Indonesia yang tinggal di RTLH, termasuk di Kota Pontianak yang masih tersisa sekitar 1.700 rumah. Bantuan BSPS ini sebagai bentuk menstimulasi masyarakat karena pemerintah memiliki keterbatasan anggaran. Bantuan stimulan ini diharapkan mampu memicu rasa gotong-royong yang tinggi dari warga sekitar penerima manfaat.

“Buktinya dengan bantuan senilai Rp17,5 juta, ada yang menjadi sebuah rumah yang nilainya justru melebihi dari bantuan yang diberikan. Ini karena masyarakat yang berada di sekitar warga penerima manfaat ikut membantu. Itulah esensi yang ingin dicapai bahwa kita sesama itu supaya terdorong untuk saling membantu,” jelas Khalawi.

Baca Juga :  Menilik Program Kerukunan Kalbar,Pemeliharaan Lingkungan hingga Budidaya Ikan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menerangkan, menurut data yang ada, masih ada sekitar 1.700 rumah tak layak huni di kota ini. Untuk percepatan pengentasan RTLH, pemkot masih memerlukan bantuan. “Kita berupaya secepat mungkin mengentaskan RTLH di Kota Pontianak,” katanya.

Menurut Edi, saat ini kawasan kumuh di Kota Pontianak tersisa 10 hektare dari total 60 hektare pada tahun 2013. Berkaitan dengan sektor perumahan, ia pun menyebutkan bahwa masih ada beberapa pekerjaan menyangkut kawasan kumuh yang berdampak terhadap lingkungan, salah satunya di Gang Semut. “Sementara lahan di Kota Pontianak sangat terbatas sehingga kita masih memerlukan bangunan rumah susun,” tutupnya.(iza/r)

PONTIANAK – Sebanyak 396 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kota Pontianak mendapat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp17,5 juta untuk perbaikan rumah.

BSPS ini diserahkan langsung Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi di Gang Purnama Baru, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (21/1).

Agus, salah satu penerima BSPS menuturkan, sebelum perbaikan, ia sekeluarga memang menempati rumah tak layak huni. Ia mengucap syukur dan berterima kasih karena kepedulian pemerintah terhadap rumah yang ditempatinya. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada petugas-petugas di lapangan yang mengawasi Program BSPS.

“Terima kasih kepada Pak Dirjen, Pak Wali Kota dan kawan-kawan di lapangan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan sehingga program ini berjalan lancar,” ucapnya.

Kepada para penerima manfaat, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi mengingatkan agar rumah yang sudah diperbaiki dapat dipelihara dan dirawat baik-baik. Dengan adanya peningkatan kualitas rumah yang tadinya masuk kategori tidak layak huni menjadi layak huni, tentunya para penerima manfaat akan merasakan perubahan yang drastis.

Baca Juga :  Pemkot Dukung Sensus Penduduk 2020

“Yang sebelum diperbaiki lantainya masih papan atau tanah, sekarang sudah dicor semen sehingga anak-anak bisa belajar atau beristirahat lebih nyaman. Semoga kepala keluarganya juga bekerja lebih semangat,” ujarnya.

Menurut Dirjen, masih ada 3,4 juta masyarakat di Indonesia yang tinggal di RTLH, termasuk di Kota Pontianak yang masih tersisa sekitar 1.700 rumah. Bantuan BSPS ini sebagai bentuk menstimulasi masyarakat karena pemerintah memiliki keterbatasan anggaran. Bantuan stimulan ini diharapkan mampu memicu rasa gotong-royong yang tinggi dari warga sekitar penerima manfaat.

“Buktinya dengan bantuan senilai Rp17,5 juta, ada yang menjadi sebuah rumah yang nilainya justru melebihi dari bantuan yang diberikan. Ini karena masyarakat yang berada di sekitar warga penerima manfaat ikut membantu. Itulah esensi yang ingin dicapai bahwa kita sesama itu supaya terdorong untuk saling membantu,” jelas Khalawi.

Baca Juga :  Gidot Mengaku Tak Tahu Ada Penyimpangan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menerangkan, menurut data yang ada, masih ada sekitar 1.700 rumah tak layak huni di kota ini. Untuk percepatan pengentasan RTLH, pemkot masih memerlukan bantuan. “Kita berupaya secepat mungkin mengentaskan RTLH di Kota Pontianak,” katanya.

Menurut Edi, saat ini kawasan kumuh di Kota Pontianak tersisa 10 hektare dari total 60 hektare pada tahun 2013. Berkaitan dengan sektor perumahan, ia pun menyebutkan bahwa masih ada beberapa pekerjaan menyangkut kawasan kumuh yang berdampak terhadap lingkungan, salah satunya di Gang Semut. “Sementara lahan di Kota Pontianak sangat terbatas sehingga kita masih memerlukan bangunan rumah susun,” tutupnya.(iza/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/