alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Prof Dr Ir Hj Nurmala MM, Guru Besar Kedua Polnep

GURU besar atau Profesor menjadi jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi. Tetapi dalam mencapai jabatan tersebut bukan perkara mudah. Berbagai persyaratan perlu dipenuhi agar seorang dosen dapat meraih gelar Guru Besar.

Jika merujuk pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 46 Tahun 2013 ada syarat wajib yang harus dipenuhi oleh dosen yang ingin mengajukan Guru Besar. Antara lain: Memiliki ijazah Doktor (S3) atau sederajat. Pengajuan paling singkat tiga tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3). Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Serta, memiliki pengalaman kerja sebagai dosen paling singkat selama 10 tahun.

Keberadaan Guru Besar turut meningkatkan kredit poin perguruan tinggi tempat dia mengajar. Kondisi ini yang membuat pimpinan perguruan tinggi mendorong para dosen yang telah meraih gelar S3 untuk mengajukan Guru Besar. Kondisi senada juga terjadi di Politeknik Negeri Pontianak (Polnep).

Ir HM Toasin Asha MSi, Direktur Polnep selalu menyampaikan, ia bersama jajaran pimpinan Polnep terus berupaya mendorong dan mendukung para dosen untuk meningkatkan kemampuannya, termasuk pengajuan Guru Besar. Polnep memberikan dukungan penuhnya. Toasin yakin melalui peningkatan kualitas dosen, kualitas mahasiswa dan lulusan Polnep pun akan semakin baik.

Baca Juga :  Bakal Miliki 6 Lantai dan 12 Ruang Operasi, RSUD Soedarso Diresmikan Awal 2022

Komitmen pimpinan terebut telah membawa Polnep menjadi satu dari 44 politeknik negeri di Indonesia yang memiliki guru besar. Pun baru ada delapan dari 44 politeknik tersebut yang memiliki guru besar. Pada 2019, Polnep telah mengukuhkan guru besar pertamanya, Prof Ardi Marwan. Pada 18 Februari 2021, di Hotel Mercure Pontianak, Polnep mengukuhkan guru besar keduanya, Prof Dr Ir Hj Nurmala MM dari Prodi Administasi Bisnis, Jurusan Administrasi Bisnis. Acara pengukuhan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Ini sungguh kebahagiaan bagi kami warga Polnep, hari ini (18/2), kembali dilakukan pengukuhan guru besar. Keberadaan guru besar semakin meningkatkan peran dan fungsi Polnep dalam mencetak sumberdaya manusia unggul,” ujar Toasin dalam sambutannya.

Ia menambahkan, Prof Ardi Marwan saat ini telah mengemban tugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin di Jerman. Sementara, Prof Nurmala mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Tim Penilai PAK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Baca Juga :  Skema Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan Lsp-P1 Polnep Menjadi Skema Nasional

“Kami berharap pengukuhan Prof Nurmala ini turut menginspirasi dan mendorong kawan-kawan dosen yang telah memenuhi syarat untuk segera memproses pengusulan guru besarnya,” katanya.

Saat ini Polnep memiliki satu dosen, Dr Purnamawati, dalam proses menunggu SK Guru Besar dari Kementerian. “Insya Allah, akan menyusul satu dosen lain, yaitu Dr Baidillah. Semoga saja prosesnya berjalan lancar dan mendapat persetujuan. Amin,” harap Toasin.

Sementara itu, dalam pengukuhannya Prof Nurmala menyampaikan orasi ilmiah terkait peluang dan tantangan pengembangan pendidikan kejuruan / vokasi yang terintegrasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia di Provinsi Kalbar menghadapi era revolusi industri 4.0.

Ia menyampaikan, pemerintah telah berupaya keras untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia Indonesia melalui berbagai program, salah satunya revitalisasi SMK. “Sayangnya, sampai sekarang, program tersebut belum menunjukkan keberhasilan sebagaimana diharapkan. Begitupun program revitalisasi pendidikan vokasi, khususnya politeknik. Salah satu kendala, belum tuntasnya penyempurnaan dan penyelarasan kurikulum SMK dan politeknik dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan, sesuai KKNI,” jelasnya. (ser)

GURU besar atau Profesor menjadi jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi. Tetapi dalam mencapai jabatan tersebut bukan perkara mudah. Berbagai persyaratan perlu dipenuhi agar seorang dosen dapat meraih gelar Guru Besar.

Jika merujuk pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 46 Tahun 2013 ada syarat wajib yang harus dipenuhi oleh dosen yang ingin mengajukan Guru Besar. Antara lain: Memiliki ijazah Doktor (S3) atau sederajat. Pengajuan paling singkat tiga tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3). Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Serta, memiliki pengalaman kerja sebagai dosen paling singkat selama 10 tahun.

Keberadaan Guru Besar turut meningkatkan kredit poin perguruan tinggi tempat dia mengajar. Kondisi ini yang membuat pimpinan perguruan tinggi mendorong para dosen yang telah meraih gelar S3 untuk mengajukan Guru Besar. Kondisi senada juga terjadi di Politeknik Negeri Pontianak (Polnep).

Ir HM Toasin Asha MSi, Direktur Polnep selalu menyampaikan, ia bersama jajaran pimpinan Polnep terus berupaya mendorong dan mendukung para dosen untuk meningkatkan kemampuannya, termasuk pengajuan Guru Besar. Polnep memberikan dukungan penuhnya. Toasin yakin melalui peningkatan kualitas dosen, kualitas mahasiswa dan lulusan Polnep pun akan semakin baik.

Baca Juga :  Bank Kalbar Hadirkan Kejutan Agustus

Komitmen pimpinan terebut telah membawa Polnep menjadi satu dari 44 politeknik negeri di Indonesia yang memiliki guru besar. Pun baru ada delapan dari 44 politeknik tersebut yang memiliki guru besar. Pada 2019, Polnep telah mengukuhkan guru besar pertamanya, Prof Ardi Marwan. Pada 18 Februari 2021, di Hotel Mercure Pontianak, Polnep mengukuhkan guru besar keduanya, Prof Dr Ir Hj Nurmala MM dari Prodi Administasi Bisnis, Jurusan Administrasi Bisnis. Acara pengukuhan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Ini sungguh kebahagiaan bagi kami warga Polnep, hari ini (18/2), kembali dilakukan pengukuhan guru besar. Keberadaan guru besar semakin meningkatkan peran dan fungsi Polnep dalam mencetak sumberdaya manusia unggul,” ujar Toasin dalam sambutannya.

Ia menambahkan, Prof Ardi Marwan saat ini telah mengemban tugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin di Jerman. Sementara, Prof Nurmala mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Tim Penilai PAK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Baca Juga :   Jurusan AB Polnep Beri Pelatihan Jelly Art

“Kami berharap pengukuhan Prof Nurmala ini turut menginspirasi dan mendorong kawan-kawan dosen yang telah memenuhi syarat untuk segera memproses pengusulan guru besarnya,” katanya.

Saat ini Polnep memiliki satu dosen, Dr Purnamawati, dalam proses menunggu SK Guru Besar dari Kementerian. “Insya Allah, akan menyusul satu dosen lain, yaitu Dr Baidillah. Semoga saja prosesnya berjalan lancar dan mendapat persetujuan. Amin,” harap Toasin.

Sementara itu, dalam pengukuhannya Prof Nurmala menyampaikan orasi ilmiah terkait peluang dan tantangan pengembangan pendidikan kejuruan / vokasi yang terintegrasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia di Provinsi Kalbar menghadapi era revolusi industri 4.0.

Ia menyampaikan, pemerintah telah berupaya keras untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia Indonesia melalui berbagai program, salah satunya revitalisasi SMK. “Sayangnya, sampai sekarang, program tersebut belum menunjukkan keberhasilan sebagaimana diharapkan. Begitupun program revitalisasi pendidikan vokasi, khususnya politeknik. Salah satu kendala, belum tuntasnya penyempurnaan dan penyelarasan kurikulum SMK dan politeknik dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan, sesuai KKNI,” jelasnya. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/