alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

MAN 2 Pontianak Kembali Ukir Prestasi di Tingkat Nasional

Siswa MAN 2 Pontianak meraih best story map Jejak Mercator KMTG Universitas Gajah Mada (UGM) 2021. Prestasi dari tim yang terdiri dari Muhammad Rizki Wiraputra, Anshari Mahendra, dan Nurhidayah Wulandari ini menambah sederet prestasi madrasah yang terletak di Jalan Ahmad Yani ini.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

JELAJAH Jogjakarta (JEJAK) merupakan lomba tracking GPS yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi UGM, yang ditujukan untuk kalangan siswa/siswi SMA sederajat dari seluruh Indonesia.

Edi Setiawan, kepala MAN 2 Pontianak mengapresiasi prestasi siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler karya ilmiah remaja pelbagai disiplin keilmuan ini. “Nah, lomba ini dilaksanakan akhir Februari 2021, dikirim dua tim, hanya satu tim yang masuk ke final,” jelasnya.

Teknis lomba yang diikuti ini, kata Edi, peserta diuji keterampilannya dalam mengaplikasikan peta dan mampu membaca peta dengan baik. Penilaian langsung oleh penguji dari UGM melalui zoom meeting. Setiap tim harus mampu menjelaskan secara rinci titik lokasi yang ada di peta berdasarkan tolak ukur waktu dan kecepatan.

Baca Juga :  Kompetisi Robotik Madrasah se-Indonesia, MAN 2 Raih Juara 1 Amphibious Solar Vehicle

“Contohnya titik Kelurahan Parit Tokaya, mereka harus bisa menjelaskan baik secara fisik, fungsi yang berguna bagi masyarakat. Mereka harus bisa menjelaskan itu dengan baik di depan penguji,” papar Edi.

Tim ini, diakui Edi, sering tambil dalam berbagai lomba. “Alhamdulillah kembali meraih keberkahan Allah. Dari dua tim yang dikirimkan, salah satunya berhasil masuk final dan meraih best story map di tingkat nasional,” ujar dia.

Prestasi ini, kata Edi, memacu semangat peserta didik untuk berani berkompetisi, tidak hanya lokal tetapi juga nasional bahkan internasional. Ini, menurut dia, membuktikan bahwa peserta didik Kalbar mampu bersaing dengan segala potensi dan keterampilan yang dimiliki. Yang seperti ini, menurut dia, perlu dukungan semua pihak, baik dari pihak sekolah, guru pembimbing, orang tua, dan terpenting kemauan dari siswa.

Baca Juga :  95 Persen Ruang Terbuka Tertanam Pohon Pada 2022

“Artinya kita secara nasional memiliki potensi yang sama dengan sekolah yang ada di Pulau Jawa,” ucap Edi bangga.

Prestasi ini, kata Edi, tak lepas dari hasil kerja sama pembina dan siswa, juga dukungan sekolah dan orang tua.

Di MAN 2 Pontianak ini, lanjut Edi, terdapat ekstrakurikuler yang bertujuan melatih kemahiran siswa sesuai bidang yang diikuti. “Namun kami membatasi siswa hanya boleh maksimal tiga ekstrakurikuler saja,” ungkapnya.

Menurut Edi, banyak siswa yang aktif dan memilih banyak ekstrakurikuler. Hal yang seperti ini, menurut dia, perlu dibatasi agar siswa tetap fokus pada pembelajaran di sekolah. “Harus ada izin dari orang tua, agar orang tua bisa memantau aktivitas anak-anak mereka,” pungkasnya. (*)

Siswa MAN 2 Pontianak meraih best story map Jejak Mercator KMTG Universitas Gajah Mada (UGM) 2021. Prestasi dari tim yang terdiri dari Muhammad Rizki Wiraputra, Anshari Mahendra, dan Nurhidayah Wulandari ini menambah sederet prestasi madrasah yang terletak di Jalan Ahmad Yani ini.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

JELAJAH Jogjakarta (JEJAK) merupakan lomba tracking GPS yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi UGM, yang ditujukan untuk kalangan siswa/siswi SMA sederajat dari seluruh Indonesia.

Edi Setiawan, kepala MAN 2 Pontianak mengapresiasi prestasi siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler karya ilmiah remaja pelbagai disiplin keilmuan ini. “Nah, lomba ini dilaksanakan akhir Februari 2021, dikirim dua tim, hanya satu tim yang masuk ke final,” jelasnya.

Teknis lomba yang diikuti ini, kata Edi, peserta diuji keterampilannya dalam mengaplikasikan peta dan mampu membaca peta dengan baik. Penilaian langsung oleh penguji dari UGM melalui zoom meeting. Setiap tim harus mampu menjelaskan secara rinci titik lokasi yang ada di peta berdasarkan tolak ukur waktu dan kecepatan.

Baca Juga :  Andi Ridwan Resmi Pimpin IPSI Kalbar

“Contohnya titik Kelurahan Parit Tokaya, mereka harus bisa menjelaskan baik secara fisik, fungsi yang berguna bagi masyarakat. Mereka harus bisa menjelaskan itu dengan baik di depan penguji,” papar Edi.

Tim ini, diakui Edi, sering tambil dalam berbagai lomba. “Alhamdulillah kembali meraih keberkahan Allah. Dari dua tim yang dikirimkan, salah satunya berhasil masuk final dan meraih best story map di tingkat nasional,” ujar dia.

Prestasi ini, kata Edi, memacu semangat peserta didik untuk berani berkompetisi, tidak hanya lokal tetapi juga nasional bahkan internasional. Ini, menurut dia, membuktikan bahwa peserta didik Kalbar mampu bersaing dengan segala potensi dan keterampilan yang dimiliki. Yang seperti ini, menurut dia, perlu dukungan semua pihak, baik dari pihak sekolah, guru pembimbing, orang tua, dan terpenting kemauan dari siswa.

Baca Juga :  95 Persen Ruang Terbuka Tertanam Pohon Pada 2022

“Artinya kita secara nasional memiliki potensi yang sama dengan sekolah yang ada di Pulau Jawa,” ucap Edi bangga.

Prestasi ini, kata Edi, tak lepas dari hasil kerja sama pembina dan siswa, juga dukungan sekolah dan orang tua.

Di MAN 2 Pontianak ini, lanjut Edi, terdapat ekstrakurikuler yang bertujuan melatih kemahiran siswa sesuai bidang yang diikuti. “Namun kami membatasi siswa hanya boleh maksimal tiga ekstrakurikuler saja,” ungkapnya.

Menurut Edi, banyak siswa yang aktif dan memilih banyak ekstrakurikuler. Hal yang seperti ini, menurut dia, perlu dibatasi agar siswa tetap fokus pada pembelajaran di sekolah. “Harus ada izin dari orang tua, agar orang tua bisa memantau aktivitas anak-anak mereka,” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/