alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

250 Ton Gula untuk Kalbar, Komisi II Minta Kembali ke HET

PONTIANAK—Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Barat, Sueb menyebutkan bahwa stok si manis bagi masyarakat Kalimantan Barat diprediksi banyak untuk beberapa waktu ke depan. Pasalnya Perum Bulog Kalbar sudah memastikan ketersediaan gula diambil alih perusahaan negara ini. Itu setelah konfirmasinya langsung ke Kabulog Kalbar belum lama ini.

“Berdasarkan keterangan Kabulog Kalbar bahwa stok gula Kalbar tersedia sekitar 250 ton untuk Kalbar. Mei diprediksi sudah masuk Kalbar dalam beberapa tahap,” katanya baru-baru ini di Pontianak.

Menurut dia untuk tahap pertama beberapa hari ke depan, Bulog bakalan menerima 100 ton dahulu gula. Secepatnya akan disebar kepada daerah-daerah membutuhkan. Dia meminta Bulog mengutamakan sterilisasi pasar yakni menetralkan harga gula yang melambung tinggi.

Baca Juga :  Wakapolda Tinjau Pos Operasi Ketupat

Sebagaimana diketahui bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) gula mencapai Rp12.500/kg. Harganya masih belum berubah dibandingkan harga sekarang tembus Rp19.000-21.000/kg. Diharapkan gula Bulog untuk pemenuhan kebutuhan jelang puasa, selama Ramadan dan Idul Fitri 2020.

Politisi Hanura Kalbar ini memprediksi sebanyak 250 ton gula kemungkinan hanya mampu bertahan 2-4 minggu ke depan. Syukur-syukur bisa lebih dengan metode pembelian ke masyarakat dibatasi. Nah, rencana ke depan yakni impor gula oleh Kemendag juga langsung ikut campur ke pasar.

Apalagi, sambungnya, untuk jatah impor kabarnya Indonesia hanya memperoleh 50 ribu ton untuk cadangan gula nasional. Bulog sendiri kabarnya juga kebagian hanya sekitar 10 persen saja dari jatah nasional. Selebihnya langsung ke Distributor atau importir gula.

Baca Juga :  Penyegelan Hotel Jadi Warning, PHRI dan KPPAD Apresiasi Pemkot

“Ini tentu cenderung akan melahirkan perbedaan harga tingkat distributor atau importir. Hanya klafisikasi harga sampai sekarang belum diketahui, karena memang belum masuk pasar. Harapan kami (DPRD Kalbar) tetap kembali ke harga HET,” pintanya.(den)

PONTIANAK—Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Barat, Sueb menyebutkan bahwa stok si manis bagi masyarakat Kalimantan Barat diprediksi banyak untuk beberapa waktu ke depan. Pasalnya Perum Bulog Kalbar sudah memastikan ketersediaan gula diambil alih perusahaan negara ini. Itu setelah konfirmasinya langsung ke Kabulog Kalbar belum lama ini.

“Berdasarkan keterangan Kabulog Kalbar bahwa stok gula Kalbar tersedia sekitar 250 ton untuk Kalbar. Mei diprediksi sudah masuk Kalbar dalam beberapa tahap,” katanya baru-baru ini di Pontianak.

Menurut dia untuk tahap pertama beberapa hari ke depan, Bulog bakalan menerima 100 ton dahulu gula. Secepatnya akan disebar kepada daerah-daerah membutuhkan. Dia meminta Bulog mengutamakan sterilisasi pasar yakni menetralkan harga gula yang melambung tinggi.

Baca Juga :  Wakapolda Tinjau Pos Operasi Ketupat

Sebagaimana diketahui bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) gula mencapai Rp12.500/kg. Harganya masih belum berubah dibandingkan harga sekarang tembus Rp19.000-21.000/kg. Diharapkan gula Bulog untuk pemenuhan kebutuhan jelang puasa, selama Ramadan dan Idul Fitri 2020.

Politisi Hanura Kalbar ini memprediksi sebanyak 250 ton gula kemungkinan hanya mampu bertahan 2-4 minggu ke depan. Syukur-syukur bisa lebih dengan metode pembelian ke masyarakat dibatasi. Nah, rencana ke depan yakni impor gula oleh Kemendag juga langsung ikut campur ke pasar.

Apalagi, sambungnya, untuk jatah impor kabarnya Indonesia hanya memperoleh 50 ribu ton untuk cadangan gula nasional. Bulog sendiri kabarnya juga kebagian hanya sekitar 10 persen saja dari jatah nasional. Selebihnya langsung ke Distributor atau importir gula.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan Tak Ngotot, Susun AKD Utamakan Musyawarah

“Ini tentu cenderung akan melahirkan perbedaan harga tingkat distributor atau importir. Hanya klafisikasi harga sampai sekarang belum diketahui, karena memang belum masuk pasar. Harapan kami (DPRD Kalbar) tetap kembali ke harga HET,” pintanya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/