alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Agenda Ramadan dan Idulfitri Muhammadiyah Terapkan Prokes 

PONTIANAK – Muhammadiyah Kalimantan Barat (Kalbar) sukses menggelar rangkaian kegiatan selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah. Mulai dari kegiatan Majelis Ramadan, hingga pelaksanaan salat Idulfitri dapat berjalan dengan lancar namun dengan tetap memenuhi protokol kesehatan (prokes). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalbar, Pabali Musa, saat memberikan sambutan dalam kegaitan Silaturahim Idulfitri 1442 H yang digelar secara daring, Sabtu (22/5).

“Dengan memenuhi protokol kesehatan tersebut kegiatan keagamaan dan organisasi tetap terlaksana,” ungkapnya. 

Pengetatan terhadap protokol kesehatan harus tetap dijalankan mengingat pandemi covid-19 belum berakhir. Jumlah keterjangkitan juga masih bertambah. Karena itulah, aturan protokol kesehatan tersebut harus dilaksanakan sesuai aturan pemerintah. “Ini adalah bentuk kepatuhan kita terhadap aturan yang berlaku,” tuturnya.

Baca Juga :  Sultan Pontianak Beri Klarifikasi, Sebut Ratu Nina Bukan Lagi Istri Sah

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dalam kesempatan yang sama mengapresiasi Muhammadiyah Kalbar yang mematuhi aturan pemerintah terkait prokes dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19. Menurutnya, masjid-masjid di bawah Muhammadiyah telah menjalankan prokes dengan baik.

 “Masjid yang di bawah Muhammadiyah sangat ketat protokol kesehatannya. Semoga rumah ibadah lain bisa ikut,” katanya.

Dirinya berharap setiap masjid dapat menerapkan prokes supaya jemaah aman dari ancaman penularan covid-19. Dalam ibadah salat misalnya, dirinya mengimbau untuk mengatur jarak, tidak bersentuhan antara jemaah satu dengan jemaah lainnya.

“Kalau kita kaji dari sisi agama, ini yang sudah ada di hadist dan Quran, tentang tuntunan Resulullah terhadap adanya pandemi. Kalau masih ada imam yang ngotot salat itu rapat dan lurus, padahal itu hanya untuk kesempurnaan salat, bukan sah tidaknya salat. Di kondisi darurat, apa salahnya kita menghindari mudarat dengan menjaga jarak,” tuturnya. (sti)

Baca Juga :  Muhammadiyah Kamis, Selasa Pemerintah Baru Isbat

PONTIANAK – Muhammadiyah Kalimantan Barat (Kalbar) sukses menggelar rangkaian kegiatan selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah. Mulai dari kegiatan Majelis Ramadan, hingga pelaksanaan salat Idulfitri dapat berjalan dengan lancar namun dengan tetap memenuhi protokol kesehatan (prokes). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalbar, Pabali Musa, saat memberikan sambutan dalam kegaitan Silaturahim Idulfitri 1442 H yang digelar secara daring, Sabtu (22/5).

“Dengan memenuhi protokol kesehatan tersebut kegiatan keagamaan dan organisasi tetap terlaksana,” ungkapnya. 

Pengetatan terhadap protokol kesehatan harus tetap dijalankan mengingat pandemi covid-19 belum berakhir. Jumlah keterjangkitan juga masih bertambah. Karena itulah, aturan protokol kesehatan tersebut harus dilaksanakan sesuai aturan pemerintah. “Ini adalah bentuk kepatuhan kita terhadap aturan yang berlaku,” tuturnya.

Baca Juga :  Milad Muhammadiyah ke-109 Tahun, Airlangga Ajak Optimis Hadapi Pandemi Covid-19

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dalam kesempatan yang sama mengapresiasi Muhammadiyah Kalbar yang mematuhi aturan pemerintah terkait prokes dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19. Menurutnya, masjid-masjid di bawah Muhammadiyah telah menjalankan prokes dengan baik.

 “Masjid yang di bawah Muhammadiyah sangat ketat protokol kesehatannya. Semoga rumah ibadah lain bisa ikut,” katanya.

Dirinya berharap setiap masjid dapat menerapkan prokes supaya jemaah aman dari ancaman penularan covid-19. Dalam ibadah salat misalnya, dirinya mengimbau untuk mengatur jarak, tidak bersentuhan antara jemaah satu dengan jemaah lainnya.

“Kalau kita kaji dari sisi agama, ini yang sudah ada di hadist dan Quran, tentang tuntunan Resulullah terhadap adanya pandemi. Kalau masih ada imam yang ngotot salat itu rapat dan lurus, padahal itu hanya untuk kesempurnaan salat, bukan sah tidaknya salat. Di kondisi darurat, apa salahnya kita menghindari mudarat dengan menjaga jarak,” tuturnya. (sti)

Baca Juga :  STIK Muhammadiyah Pontianak Gelar Sosialiasasi Penyebaran Bakteri

Most Read

Artikel Terbaru

/