alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Pangdam Apresiasi Jaga Kerukunan Umat di Kalbar

 

SUNGAI RAYA — Pangdam XII Tanjungpura menilai hingga saat ini, Kalimantan Baray menjadi salah satu provinsi yang paling toleran.

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar bersama dalam kehidupan bernegara sudah final. Karenanya tetap harus dijadikan pedoman. Khususnya dalam kehidupan beragama.

“Diharapkan semua masyarakat Indonesia menjadi garda terdepan dalam merawat agama kita masing-masing. Sehingga melalui kekuatan ketangguhan dalam beragama ini bisa menegakan ideologi Pancasila,” katanya saat menjadi salah satu narasumber pada web seminar (Webinar) yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat, Senin (22/6) dari Ruang Rapat Puskodalopsdam XII Tanjungpura.

Dikesempatan yang sama, Muhammad Nur Rahmad mengapresiasi upaya FKUB Kalimantan Barat yang telah melakukan terobosan untuk menjaga kerukunan umat,l dan hingga saat ini manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Baca Juga :  250 Amplop Natal Ai Xin untuk Anak Panti dan Jompo

Dia berharap terobosan tersebut dapat dilaksanakan hingga tingkat bawah atau desa. Dimana potensi kekuatan agama sangat besar. Sehingga kalau kekuatan unsur-unsur agama yang begitu besar itu dapat kita bina, maka beragama yang tangguh itu bisa terwujud.

“Dengan itu akan menjadi modal besar Provinsi Kalbar untuk mendukung program-program pembangunan dari pemerintah,” ucapnya.

Muhammad Nur Rahmad juga menekankan semua pihak untuk dapat memetakan potensi-potensi ancaman. Selain itu juga meminta untuk mewaspadai kelompok-kelompok kepentingan yang menghendaki negara ini tidak utuh dengan memanfaatkan agama sebagai pemicu untuk terjadinya konflik.

Ia juga mengajak untuk para orang tua maupun para pemuka agama untuk memberikan pembinaan agama kepada anak-anaknya sesuai dengan agama masing-masing.

Baca Juga :  Sutarmidji Hadiri Pelantikan DPD GAMKI, Ajak Sinergi Bangun Kalimantan Barat

“Kami juga berharap kepada para orang tua dan pemuka agama melakukan terobosan untuk pembinaan agama. Karena kita tidak ingin generasi muda kita, generasi yang akan datang berubah haluannya,” ungkapnya. (ash)

 

SUNGAI RAYA — Pangdam XII Tanjungpura menilai hingga saat ini, Kalimantan Baray menjadi salah satu provinsi yang paling toleran.

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar bersama dalam kehidupan bernegara sudah final. Karenanya tetap harus dijadikan pedoman. Khususnya dalam kehidupan beragama.

“Diharapkan semua masyarakat Indonesia menjadi garda terdepan dalam merawat agama kita masing-masing. Sehingga melalui kekuatan ketangguhan dalam beragama ini bisa menegakan ideologi Pancasila,” katanya saat menjadi salah satu narasumber pada web seminar (Webinar) yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat, Senin (22/6) dari Ruang Rapat Puskodalopsdam XII Tanjungpura.

Dikesempatan yang sama, Muhammad Nur Rahmad mengapresiasi upaya FKUB Kalimantan Barat yang telah melakukan terobosan untuk menjaga kerukunan umat,l dan hingga saat ini manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Baca Juga :  250 Amplop Natal Ai Xin untuk Anak Panti dan Jompo

Dia berharap terobosan tersebut dapat dilaksanakan hingga tingkat bawah atau desa. Dimana potensi kekuatan agama sangat besar. Sehingga kalau kekuatan unsur-unsur agama yang begitu besar itu dapat kita bina, maka beragama yang tangguh itu bisa terwujud.

“Dengan itu akan menjadi modal besar Provinsi Kalbar untuk mendukung program-program pembangunan dari pemerintah,” ucapnya.

Muhammad Nur Rahmad juga menekankan semua pihak untuk dapat memetakan potensi-potensi ancaman. Selain itu juga meminta untuk mewaspadai kelompok-kelompok kepentingan yang menghendaki negara ini tidak utuh dengan memanfaatkan agama sebagai pemicu untuk terjadinya konflik.

Ia juga mengajak untuk para orang tua maupun para pemuka agama untuk memberikan pembinaan agama kepada anak-anaknya sesuai dengan agama masing-masing.

Baca Juga :  Nikmati Malam di Pontianak, Jokowi Makan Empek-Empek

“Kami juga berharap kepada para orang tua dan pemuka agama melakukan terobosan untuk pembinaan agama. Karena kita tidak ingin generasi muda kita, generasi yang akan datang berubah haluannya,” ungkapnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/