alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Sebelum Maju Pilgub, Lasarus akan Sowan ke Tokoh-tokoh Kalbar

PONTIANAK-Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat untuk bertarung di Pilkada Kalbar 2024. Namanya bahkan sudah diusulkan oleh pengurus DPC PDI Perjuangan se-Kalbar pada momen Rakercab serentak PDI Perjuangan, pertengahan 2021 lalu.

Kendati dukungan dari internal partai di daerah telah dikantongi, Lasarus mengaku tidak ingin buru-buru mengambil sikap terkait Pilkada. Ketua Komisi V DPR RI itu berujar dirinya perlu mendengar masukan pqra tokoh masyarakat Kalbar sebelum memutuskan maju di Pilkada. Lasarus merasa penting untuk mendengar masukan dari para tokoh guna mengetahui kriteria pemimpin yang diharapkan oleh mereka.

“Kita dengar masukan yang paling penting. Dengar masukan dari semua pihak, terlebih dari tokoh-tokoh masyarakat Kalbar. Saya kalaupun maju (Pilgub Kalbar 2024), saya akan sowan semua. Saya datangi semua. Boleh ndak, boleh ndak, boleh ndak? Perkara dukung atau tidak, itu soal lain,” ujarnya saat ditemui di Pontianak, baru-baru ini.

“Yang penting kita dengarkan dulu suara masyarakat, suara tokoh masyarakat, keinginan masyarakat Kalbar seperti apa. Yang seperti apa yang masyarakat inginkan kita kan juga belum tahu nih. Apakah saya masuk kriteria pemimpin yang diharapkan, saya juga belum tahu. Saya serahkan kepada masyarakat Kalimantan Barat karena kita ini sudah selesai dengan diri kita. Kalaupun kita ngambil itu berarti kita ngabdi untuk masyarakat Kalbar,” sambungnya.

Baca Juga :  HUT Pemprov ke-64, Puji Kinerja Kepala Daerah

Lasarus juga menegaskan bahwa keputusan mengusung calon kepala daerah merupakan kewenangan DPP PDI Perjuangan sehingga dirinya tidak ingin mendahului keputusan tersebut. Terlebih, kata Lasarus, sampai saat ini Ia pun belum menerima arahan lebih jauh dari DPP terkait Pilgub Kalbar.

“Saya ini kader partai. Untuk pemilihan gubernur ini kewenangan DPP partai. Saya juga belum mendapat arahan lebih jauh. Tapi, di luar sepengetahuan kita, DPP pun pasti sudah punya peta-lah soal Kalbar ini seperti apa. Kalau memang DPP ternyata beranggapan bahwa Lasarus ini kalau kita dorong bertanding bisa menang ini, sudah pasti saya dicalonkan. Tapi nanti kalau dilihat Lasarus ini kalau kita paksakan nyalon pun ndak bisa menang, pasti tidak dicalonkan. Tentu sebagai pribadi saya juga berharap penilaian objektif terhadap kondisi ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Pengurus DPD PDIP Kalbar Polisikan Akun Penyebar Hoaks Megawati Meninggal

Lebih lanjut Anggota DPR RI tiga periode itu menegaskan bahwa dirinya belum terlalu fokus memikirkan Pilkada lantaran hajatan tersebut dinilainya masih cukup lama. Lasarus mengatakan, prioritasnya saat ini ialah membesarkan partai agar kembali menjadi partai pemenang Pemilu di tahun 2024.

“Kami sekarang fokus bagaimana kinerja partai ini dilakukan. Kalau kinerja partai ini baik, pasti dampaknya juga baik bagi kita di Pemilu nanti. Tapi kalau kinerja partainya ndak baik, ya jangan berharap banyak. Konsolidasi terus kami lakukan. Pertama untuk menghilangkan mis-mis yang ada di internal dulu. Ini kan harus kita perkuat dulu. Kebersamaan, solidaritas, gotong royong. Di dalam ini kita perkuat dulu sehingga kita menjadi tim yang baik ketika menghadapi Pemilu 2024,” pungkasnya.(iza)

PONTIANAK-Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat untuk bertarung di Pilkada Kalbar 2024. Namanya bahkan sudah diusulkan oleh pengurus DPC PDI Perjuangan se-Kalbar pada momen Rakercab serentak PDI Perjuangan, pertengahan 2021 lalu.

Kendati dukungan dari internal partai di daerah telah dikantongi, Lasarus mengaku tidak ingin buru-buru mengambil sikap terkait Pilkada. Ketua Komisi V DPR RI itu berujar dirinya perlu mendengar masukan pqra tokoh masyarakat Kalbar sebelum memutuskan maju di Pilkada. Lasarus merasa penting untuk mendengar masukan dari para tokoh guna mengetahui kriteria pemimpin yang diharapkan oleh mereka.

“Kita dengar masukan yang paling penting. Dengar masukan dari semua pihak, terlebih dari tokoh-tokoh masyarakat Kalbar. Saya kalaupun maju (Pilgub Kalbar 2024), saya akan sowan semua. Saya datangi semua. Boleh ndak, boleh ndak, boleh ndak? Perkara dukung atau tidak, itu soal lain,” ujarnya saat ditemui di Pontianak, baru-baru ini.

“Yang penting kita dengarkan dulu suara masyarakat, suara tokoh masyarakat, keinginan masyarakat Kalbar seperti apa. Yang seperti apa yang masyarakat inginkan kita kan juga belum tahu nih. Apakah saya masuk kriteria pemimpin yang diharapkan, saya juga belum tahu. Saya serahkan kepada masyarakat Kalimantan Barat karena kita ini sudah selesai dengan diri kita. Kalaupun kita ngambil itu berarti kita ngabdi untuk masyarakat Kalbar,” sambungnya.

Baca Juga :  Lagi, Napi Asimilasi Berulah di Pontianak

Lasarus juga menegaskan bahwa keputusan mengusung calon kepala daerah merupakan kewenangan DPP PDI Perjuangan sehingga dirinya tidak ingin mendahului keputusan tersebut. Terlebih, kata Lasarus, sampai saat ini Ia pun belum menerima arahan lebih jauh dari DPP terkait Pilgub Kalbar.

“Saya ini kader partai. Untuk pemilihan gubernur ini kewenangan DPP partai. Saya juga belum mendapat arahan lebih jauh. Tapi, di luar sepengetahuan kita, DPP pun pasti sudah punya peta-lah soal Kalbar ini seperti apa. Kalau memang DPP ternyata beranggapan bahwa Lasarus ini kalau kita dorong bertanding bisa menang ini, sudah pasti saya dicalonkan. Tapi nanti kalau dilihat Lasarus ini kalau kita paksakan nyalon pun ndak bisa menang, pasti tidak dicalonkan. Tentu sebagai pribadi saya juga berharap penilaian objektif terhadap kondisi ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Tangis Keluarga Penuhi Bandara

Lebih lanjut Anggota DPR RI tiga periode itu menegaskan bahwa dirinya belum terlalu fokus memikirkan Pilkada lantaran hajatan tersebut dinilainya masih cukup lama. Lasarus mengatakan, prioritasnya saat ini ialah membesarkan partai agar kembali menjadi partai pemenang Pemilu di tahun 2024.

“Kami sekarang fokus bagaimana kinerja partai ini dilakukan. Kalau kinerja partai ini baik, pasti dampaknya juga baik bagi kita di Pemilu nanti. Tapi kalau kinerja partainya ndak baik, ya jangan berharap banyak. Konsolidasi terus kami lakukan. Pertama untuk menghilangkan mis-mis yang ada di internal dulu. Ini kan harus kita perkuat dulu. Kebersamaan, solidaritas, gotong royong. Di dalam ini kita perkuat dulu sehingga kita menjadi tim yang baik ketika menghadapi Pemilu 2024,” pungkasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/