alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Sulap Gang Kamboja jadi Destinasi Kampung Batik

Dekranasda Bawa Produk Batik pada Apeksi Regional Kalimantan

Dekranasda Pontianak bakal menyulap Gang Kamboja sebagai destinasi Kampung batik. Pembenahannya mulai dilakukan secara bertahap dengan menggandeng promenade sebagai daya tariknya

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

SELAIN Kampung tenun di Kecamatan Pontianak Utara, Gang Kamboja di Kecamatan Pontianak Selatan juga bakal disulap sebagai satu destinasi wisata yang akan diberi nama kampung batik Kamboja.
Saat ini pihak Dekranasda Pontianak bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan dan mitra memberikan pelatihan membatik. Sasarannya industri kecil dan menengah di kampung Kamboja.

“Setelah terbangun promenade pergolakan ekonomi warga sekitar semakin membaik. Itu dapat dilihat dengan banyaknya pedagang setempat menawarkan kulineran khasnya. Beberapa yang terkenal itu bol dan mie sagu. Program pelatihan batik ini juga upaya perwujudan peningkatam ekonomi di lokasi Kamboja,” kata Ketua Dekranasda Pontianak, Yanieta Arbiastutie, kemarin.

Baca Juga :  Grolier, Sarana Belajar yang Menyenangkan

Harapan dia, pada pelatihan ini perserta dapat menyerap materi dengan maksimal. Dengan demikian saat penerapannya nanti produksi batik khas Kamboja dapat menarik dan memikat pembeli. Khususnya pelancong dari luar.

Kampung Kamboja kata dia miliki daya tarik. Bahkan saking seriusnya Yanieta, akan mengenalkan kampung batik kamboja ini pada kegiatan Apeksi regional Kalimantan. Untuk menuju ke sana, tentulah perlu persiapan dilakukan.

Selain produk batiknya. Dia meminta, masyarakat setempat dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk membuat mural-mural. Dengan adanya mural diyakini dapat menjadikan satu lokasi semakin menarik.

Tak hanya itu kulineran khas Kamboja hendaknya dapat dipromosikan dari sekarang. Mulai dari usaha kecil rumahan. Sedangkan untuk produk batik kamboja, dijanjikan Yanieta dapat dipajang di Gedung UMKM Center. “Nanti produk batiknya bisa dijaul di UMKM Center. Tentunya, kualitas mesti bagus,” katanya.

Baca Juga :  Dekranasda Pontianak Serahkan Bantuan APD

Apa yang dilakukan itu guna mendorong mengenalkan produk-produk dari Kota Pontianak. Dekranasda juga tidak mengambil untung dalam setiap penjualannya. “Saat ini Gedung Dekranasda makin ramai dikunjungi masyarakat dan ibu-ibu pejabat dari daerah lain. Ini merupakan upaya kami mengenalkan produk-produk andalan Kota Pontianak,” tandasnya.(**)

Dekranasda Bawa Produk Batik pada Apeksi Regional Kalimantan

Dekranasda Pontianak bakal menyulap Gang Kamboja sebagai destinasi Kampung batik. Pembenahannya mulai dilakukan secara bertahap dengan menggandeng promenade sebagai daya tariknya

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

SELAIN Kampung tenun di Kecamatan Pontianak Utara, Gang Kamboja di Kecamatan Pontianak Selatan juga bakal disulap sebagai satu destinasi wisata yang akan diberi nama kampung batik Kamboja.
Saat ini pihak Dekranasda Pontianak bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan dan mitra memberikan pelatihan membatik. Sasarannya industri kecil dan menengah di kampung Kamboja.

“Setelah terbangun promenade pergolakan ekonomi warga sekitar semakin membaik. Itu dapat dilihat dengan banyaknya pedagang setempat menawarkan kulineran khasnya. Beberapa yang terkenal itu bol dan mie sagu. Program pelatihan batik ini juga upaya perwujudan peningkatam ekonomi di lokasi Kamboja,” kata Ketua Dekranasda Pontianak, Yanieta Arbiastutie, kemarin.

Baca Juga :  Ketua Dekranasda Kalbar Bertekad Bantu Pulihkan Ekonomi Lokal

Harapan dia, pada pelatihan ini perserta dapat menyerap materi dengan maksimal. Dengan demikian saat penerapannya nanti produksi batik khas Kamboja dapat menarik dan memikat pembeli. Khususnya pelancong dari luar.

Kampung Kamboja kata dia miliki daya tarik. Bahkan saking seriusnya Yanieta, akan mengenalkan kampung batik kamboja ini pada kegiatan Apeksi regional Kalimantan. Untuk menuju ke sana, tentulah perlu persiapan dilakukan.

Selain produk batiknya. Dia meminta, masyarakat setempat dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk membuat mural-mural. Dengan adanya mural diyakini dapat menjadikan satu lokasi semakin menarik.

Tak hanya itu kulineran khas Kamboja hendaknya dapat dipromosikan dari sekarang. Mulai dari usaha kecil rumahan. Sedangkan untuk produk batik kamboja, dijanjikan Yanieta dapat dipajang di Gedung UMKM Center. “Nanti produk batiknya bisa dijaul di UMKM Center. Tentunya, kualitas mesti bagus,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Ekonomi Kreatif Virtual Kalbar Dimulai, Momentum UMKM Kalbar Mendunia

Apa yang dilakukan itu guna mendorong mengenalkan produk-produk dari Kota Pontianak. Dekranasda juga tidak mengambil untung dalam setiap penjualannya. “Saat ini Gedung Dekranasda makin ramai dikunjungi masyarakat dan ibu-ibu pejabat dari daerah lain. Ini merupakan upaya kami mengenalkan produk-produk andalan Kota Pontianak,” tandasnya.(**)

Most Read

Artikel Terbaru

/