alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Bike To Work Ingatkan Kembali Komitmen CFD

PONTIANAK – Korwil B2W Pontianak, Rudi Agus Haryanto mengingatkan kembali Pemerintah Kota Pontianak terkait komitmen bersama tentang keberlangsungan car free day (CFD).

Rudi mengatakan, CFD cukup lama dijaga keberlangsungannya. Berbagai dinamika suka duka hingga kemudian CFD menjadi event mandiri mingguan yang ditunggu warga, keluarga, komunitas, instansi pemerintah dan swasta sebagai sarana olah raga, hingga refreshing. Lanjut Rudi, CFD menunjukkan eksistensi diri, promosi dan sosialisasi tak berbayar. Bahkan lebih dari itu CFD menjadi kawasan silaturahmi.

“Sekali lagi B2W Pontianak mengingatkan komitment bersama tersebut dengan harapan CFD dapat terus berlangsung,tidak dikurangi.Bahkan seharusnya diadvokasi,diperkuat dengan legalitas dan kebijakan,” kata Rudi di Pontianak, kemarin.

Seperti diketahui setiap tanggal 22 September, warga dunia di bawah naungan PBB merayakan kampanye car free day (CFD). CFD adalah sebuah Komitment dari semangat untuk mengorbankan jalan raya hanya sehari, hanya beberapa jam saja dalam seminggu, agar bisa mengukur penurunan polusi akibat gas buang kendaraan dalam beberapa jam selama CFD berlangsung. Kemudian dibandingkan pada hari-hari kerja biasanya.

Baca Juga :  Hari Pelanggan Nasional, PLN Tegaskan Komitmen Terangi Seluruh Negeri

Rudi menjelaskan sejak tahun 2010, tepatnya 7 Februari 2010 Pemerintah Kota Pontianak mendeklarasikan keberadaan CFD bersamaan deklarasi Gerakan Bike to Work (B2W) Pontianak. Saat itu dipilih Jl Ahmad Yani. Mulai dari simpang MT Haryono hingga simpang Jalan Ismail Marzuki (MAN 2).

Berjalannya waktu, sekitar tahun 2015, melihat CFD semakin ramai dan diminati warga kota, B2W melayangkan surat permohonan penambahan waktu dan area CFD. Pemerintah Pontianak menyetujui. CFD diperluas mulai dari simpang Perdana hingga simpang Ismail Marzuki.

“Pada masa Pandemi Covid 19, warga Kota Pontianak memaklumi CFD ditiadakan.Tapi ketika adanya keleluasaan kembali, semua kota di Indonesia mengadakan kembali CFD dengan area yang sama. Selayaknya juga Kota Pontianak mengadakan kembali di area yang sama. Tidak memindahkan ke area lain,atau malah memangkas kawasan CFD lebih pendek,” ungkap Rudi.

Baca Juga :  KPA Kota Pontianak Gelar Kegiatan

“Indonesia yang saat ini sebagai Presidensi G20. Isu Perubahan Iklim yang semakin masif digulirkan,jangan dicederai dengan hilang atau dipangkas menjadi kerdilnya CFD Pontianak,” pungkas Rudi. (mse)

PONTIANAK – Korwil B2W Pontianak, Rudi Agus Haryanto mengingatkan kembali Pemerintah Kota Pontianak terkait komitmen bersama tentang keberlangsungan car free day (CFD).

Rudi mengatakan, CFD cukup lama dijaga keberlangsungannya. Berbagai dinamika suka duka hingga kemudian CFD menjadi event mandiri mingguan yang ditunggu warga, keluarga, komunitas, instansi pemerintah dan swasta sebagai sarana olah raga, hingga refreshing. Lanjut Rudi, CFD menunjukkan eksistensi diri, promosi dan sosialisasi tak berbayar. Bahkan lebih dari itu CFD menjadi kawasan silaturahmi.

“Sekali lagi B2W Pontianak mengingatkan komitment bersama tersebut dengan harapan CFD dapat terus berlangsung,tidak dikurangi.Bahkan seharusnya diadvokasi,diperkuat dengan legalitas dan kebijakan,” kata Rudi di Pontianak, kemarin.

Seperti diketahui setiap tanggal 22 September, warga dunia di bawah naungan PBB merayakan kampanye car free day (CFD). CFD adalah sebuah Komitment dari semangat untuk mengorbankan jalan raya hanya sehari, hanya beberapa jam saja dalam seminggu, agar bisa mengukur penurunan polusi akibat gas buang kendaraan dalam beberapa jam selama CFD berlangsung. Kemudian dibandingkan pada hari-hari kerja biasanya.

Baca Juga :  B2W Galang Dana

Rudi menjelaskan sejak tahun 2010, tepatnya 7 Februari 2010 Pemerintah Kota Pontianak mendeklarasikan keberadaan CFD bersamaan deklarasi Gerakan Bike to Work (B2W) Pontianak. Saat itu dipilih Jl Ahmad Yani. Mulai dari simpang MT Haryono hingga simpang Jalan Ismail Marzuki (MAN 2).

Berjalannya waktu, sekitar tahun 2015, melihat CFD semakin ramai dan diminati warga kota, B2W melayangkan surat permohonan penambahan waktu dan area CFD. Pemerintah Pontianak menyetujui. CFD diperluas mulai dari simpang Perdana hingga simpang Ismail Marzuki.

“Pada masa Pandemi Covid 19, warga Kota Pontianak memaklumi CFD ditiadakan.Tapi ketika adanya keleluasaan kembali, semua kota di Indonesia mengadakan kembali CFD dengan area yang sama. Selayaknya juga Kota Pontianak mengadakan kembali di area yang sama. Tidak memindahkan ke area lain,atau malah memangkas kawasan CFD lebih pendek,” ungkap Rudi.

Baca Juga :  Kelihaian Teknologi, Tingkatan PAD Kalbar

“Indonesia yang saat ini sebagai Presidensi G20. Isu Perubahan Iklim yang semakin masif digulirkan,jangan dicederai dengan hilang atau dipangkas menjadi kerdilnya CFD Pontianak,” pungkas Rudi. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/