alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Tahbisan Diakon Tiga Kapusin Muda Pontianak

Tak Mudah jadi Imam, Harus Berkoban bagi Banyak Orang

Tiga saudara Kapusin Pontianak ditahbiskan menjadi diakon oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus di Gereja Gembala Baik, Rabu (21/9). Misa pentahbisan digelar sekira pukul 17.00. Uskup bersyukur dan meminta umat mendoakan tiga diakon itu agar setia dalam panggilannya.

*****

NYANYIAN yang dilantunkan paduan suara dengan seragam hitam bercorak keemasan mengiringi perayaan misa tahbisan tiga diakon tersebut.  Lebih dari 50 imam di Keuskupan Agung Pontianak dalam proses pentahbisan Frater muda Kapusin Pontianak itu.  Kini Frater Apollonius Jumbing OFMCap, Frater Imanuel Chandra OFMCap, dan Frater Selpinus Ala OFMCap resmi menjadi Diakon Kapusin di Pontianak.

Uskup Agustinus mengungkapkan, syukur karena imam akan bertambah. Ia meminta umat mendoakan tiga diakon itu agar setia dalam panggilannya.

Diakon adalah anggota diakonat, yakni jawatan pelayanan dalam gereja.  Uskup Agustinus menjelaskan, diakon itu jenjang pertama dalam jenjang imamat dalam menjadi pelayan di Gereja Katolik Roma. Tahbisan ketiga Diakon Kapusin Pontianak itu, bertepatan dengan hari raya Santo Matius yang merupakan pengarang Injil. Uskup Agustinus menjelaskan bahwa Santo Matius dahulu adalah pribadi yang berdosa namun mau dipakai Allah.

Melihat orang buruk dan jahat seakan-akan tidak ada harapan lagi persis polemik semacam itu masih terjadi sampai saat ini. Uskup Agustinus menjelaskan bahwa teladan Matius menjadi contoh konkret bahwa Allah memanggil setiap orang yang hendak dipanggil-Nya.

Baca Juga :  Bawaslu Temukan 85 Pelanggar Prokes.

“Jika Tuhan memanggil saya artinya saya adalah orang istimewa dan kita mesti bangga jika kita dipanggil oleh Allah,” kata Uskup Agustinus.

Uskup Agustinus menggarisbawahi, seorang diakon harus menyadari bahwa dirinya istimewa. Berapa ribu orang muda, tetapi berapa banyak orang dipilih-Nya.  Uskup Agung mengisahkan, Matius juga ditolak di mana-mana tetapi Yesus memanggilnya untuk menjadi pelayan-Nya. Uskup Agus menegaskan, persaudaraan dalam biara sangat penting, baginya mereka yang menjadi imam hal pertama sudah meninggalkan keluarga, untuk itu hidup dalam satu persaudaraan dalam biara adalah hal yang utama.

“Ingat tiga diakon, yang memanggil kalian bukanlah manusia, tetapi Tuhan yang memanggil. Untuk itu jika ada masalah janganlah langsung berpaling, tetapi harus ingat kembali keutamaan moto yang menjadi penguat dalam panggilan. Tuhan bisa menggunakan manusia sebagai alatnya,” kata Uskup Agustinus.

Minister Propinsial Kapusin Pontianak, Pastor Faustus Bagara OFMCap berharap, hendaklah tahbisan Diakon ini menjadi rahmat dan cinta kasih Allah senantiasa memberkati semua umat. Tahbisan Diakon adalah tahapan dalam jajaran pelayan suci yaitu imamat yang suci dan tertahbis menjadi pelayanannya. Pelayan sabda, dan amal kasih. Tahbisan adalah bukanlah sebuah capaian tetapi adalah pemberian dari Allah.

Baca Juga :  Rumah Kosong, Pendingin Ruangan Dicopot Maling

“Maka dari itu menjadi pelayan imam bukanlah menjadi suka-suka karena sudah menjadi imam. Kasihan Bapa Uskup,” kata Pastor Bagara.

Menurutnya, Imam adalah teladan bagi kawanan (umat), untuk itu tidaklah mudah menjadi seorang pelayan imam, mereka berkorban bagi kepentingan banyak orang. Sama halnya orang tua juga tidak mudah melepaskan anak-anaknya menjadi pelayan umat.

“Dalam semangat kemiskinan kita menjadi kaya, tetapi janganlah karena kekayaan kita menjadi miskin,” pungkas Pastor Bagara OFMCap.

Uskup Agustinus mengingatkan bahwa menjadi imam artinya orang istimewa. Dia juga menggarisbawahi untuk tidak ragu-ragu dalam melayani.

“Kedua, dunia ini tidak pernah habis nya masalah, hadapilah dengan sukacita. Ketiga, saya mendoakan kalian dan banggalah menjadi imam capailah cita-cita menjadi imam yang baik,” pesan Uskup Agustinus kepada tiga Diakon baru.

Menutup sambutannya Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengajak seluruh umat untuk menyebarkan kabar sukacita dan mewartakan kabar gembira untuk orang banyak. Sebagaimana Yesus datang membawa sukacita dan bukan datang untuk menghakimi manusia. (mnk)

Tak Mudah jadi Imam, Harus Berkoban bagi Banyak Orang

Tiga saudara Kapusin Pontianak ditahbiskan menjadi diakon oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus di Gereja Gembala Baik, Rabu (21/9). Misa pentahbisan digelar sekira pukul 17.00. Uskup bersyukur dan meminta umat mendoakan tiga diakon itu agar setia dalam panggilannya.

*****

NYANYIAN yang dilantunkan paduan suara dengan seragam hitam bercorak keemasan mengiringi perayaan misa tahbisan tiga diakon tersebut.  Lebih dari 50 imam di Keuskupan Agung Pontianak dalam proses pentahbisan Frater muda Kapusin Pontianak itu.  Kini Frater Apollonius Jumbing OFMCap, Frater Imanuel Chandra OFMCap, dan Frater Selpinus Ala OFMCap resmi menjadi Diakon Kapusin di Pontianak.

Uskup Agustinus mengungkapkan, syukur karena imam akan bertambah. Ia meminta umat mendoakan tiga diakon itu agar setia dalam panggilannya.

Diakon adalah anggota diakonat, yakni jawatan pelayanan dalam gereja.  Uskup Agustinus menjelaskan, diakon itu jenjang pertama dalam jenjang imamat dalam menjadi pelayan di Gereja Katolik Roma. Tahbisan ketiga Diakon Kapusin Pontianak itu, bertepatan dengan hari raya Santo Matius yang merupakan pengarang Injil. Uskup Agustinus menjelaskan bahwa Santo Matius dahulu adalah pribadi yang berdosa namun mau dipakai Allah.

Melihat orang buruk dan jahat seakan-akan tidak ada harapan lagi persis polemik semacam itu masih terjadi sampai saat ini. Uskup Agustinus menjelaskan bahwa teladan Matius menjadi contoh konkret bahwa Allah memanggil setiap orang yang hendak dipanggil-Nya.

Baca Juga :  Bawaslu Temukan 85 Pelanggar Prokes.

“Jika Tuhan memanggil saya artinya saya adalah orang istimewa dan kita mesti bangga jika kita dipanggil oleh Allah,” kata Uskup Agustinus.

Uskup Agustinus menggarisbawahi, seorang diakon harus menyadari bahwa dirinya istimewa. Berapa ribu orang muda, tetapi berapa banyak orang dipilih-Nya.  Uskup Agung mengisahkan, Matius juga ditolak di mana-mana tetapi Yesus memanggilnya untuk menjadi pelayan-Nya. Uskup Agus menegaskan, persaudaraan dalam biara sangat penting, baginya mereka yang menjadi imam hal pertama sudah meninggalkan keluarga, untuk itu hidup dalam satu persaudaraan dalam biara adalah hal yang utama.

“Ingat tiga diakon, yang memanggil kalian bukanlah manusia, tetapi Tuhan yang memanggil. Untuk itu jika ada masalah janganlah langsung berpaling, tetapi harus ingat kembali keutamaan moto yang menjadi penguat dalam panggilan. Tuhan bisa menggunakan manusia sebagai alatnya,” kata Uskup Agustinus.

Minister Propinsial Kapusin Pontianak, Pastor Faustus Bagara OFMCap berharap, hendaklah tahbisan Diakon ini menjadi rahmat dan cinta kasih Allah senantiasa memberkati semua umat. Tahbisan Diakon adalah tahapan dalam jajaran pelayan suci yaitu imamat yang suci dan tertahbis menjadi pelayanannya. Pelayan sabda, dan amal kasih. Tahbisan adalah bukanlah sebuah capaian tetapi adalah pemberian dari Allah.

Baca Juga :  PPDB Persekolahan Gembala Baik Pontianak Tahun Pelajaran 2022/2023

“Maka dari itu menjadi pelayan imam bukanlah menjadi suka-suka karena sudah menjadi imam. Kasihan Bapa Uskup,” kata Pastor Bagara.

Menurutnya, Imam adalah teladan bagi kawanan (umat), untuk itu tidaklah mudah menjadi seorang pelayan imam, mereka berkorban bagi kepentingan banyak orang. Sama halnya orang tua juga tidak mudah melepaskan anak-anaknya menjadi pelayan umat.

“Dalam semangat kemiskinan kita menjadi kaya, tetapi janganlah karena kekayaan kita menjadi miskin,” pungkas Pastor Bagara OFMCap.

Uskup Agustinus mengingatkan bahwa menjadi imam artinya orang istimewa. Dia juga menggarisbawahi untuk tidak ragu-ragu dalam melayani.

“Kedua, dunia ini tidak pernah habis nya masalah, hadapilah dengan sukacita. Ketiga, saya mendoakan kalian dan banggalah menjadi imam capailah cita-cita menjadi imam yang baik,” pesan Uskup Agustinus kepada tiga Diakon baru.

Menutup sambutannya Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengajak seluruh umat untuk menyebarkan kabar sukacita dan mewartakan kabar gembira untuk orang banyak. Sebagaimana Yesus datang membawa sukacita dan bukan datang untuk menghakimi manusia. (mnk)

Most Read

Artikel Terbaru

/