alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Siapkan Replikasi Pagoda dari Kue Keranjang

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2020

Panitia Perayaan Cap Go Meh 2020 menyiapkan kue keranjang seberat dua ton. Ribuan bungkus kue yang disusun menyerupai pagoda. Replika ini dipajang di Jalan Diponegoro, pusat kuliner untuk perayaan Imlek dan CGM tahun ini.

RAMSES L TOBING, Pontianak

RATUSAN kantong kue keranjang menumpuk di dapur rumah Chin Jin Fa. Terlihat dua pekerja, Yustina dan Musliana, sedang menjaga api di tungku tetap menyala. Siang kemarin, (Kamis, 22 Januari 2020), adonan kue keranjang sedang dikukus dalam alat pengkukus tradisional.

Untuk satu alat pengukus itu bisa menampung 150 kilogram adonan kue. Adonan sebanyak itu untuk 300 kantong kue keranjang. Satu kantong kue keranjang memiliki berat 500 gram. Di dapur Chin Jin Fa ada dua alat pengukus. Jika dihitung, maka dalam sekali pembuatan ada 600 bungkus kue keranjang.

Chin Jin Fa mendapat orderan untuk membuat dua ton kue keranjang tahun ini dari Panitia Perayaan Cap Go Meh 2020. Kue itu nantinya akan disusun menyerupai pagoda. Meski demikian membuat kue keranjang bukan hal baru bagi ibu empat anak. Sudah turun temurun dari orangtuanya. Pekerjaan itu sudah dilakoninya selama dua puluh tahun.

“Pas mau Imlek dan Cap Go Meh saja membuat kue keranjang ini, karena di hari-hari biasa jarang ada orang yang mau,” kata warga Jalan Kebangkitan Nasional, Gang Bentasan III, Kelurahan Siantan  Hulu, Kecamatan Pontianak Utara.

Baca Juga :  Sudah 50an Perusahaan Donasi APD

Tahun lalu, Chin Jin Fa membuat 1,5 ton kue keranjang, tanpa mengerjakan orderan dari Panitia Perayaan Cap Go Meh. Jumlah pesanan tahun ini sama yakni sebanyak 1,5 ton. Jika digabung dengan orderan panitia maka ia membuat 3,5 ton kue keranjang.

Kue keranjang adalah penganan khas Imlek. Panganan ini dibuat dari gula pasir, tepung ketan dan air. Kue yang bisa juga disebut dodol china, memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis.

Chin Jin Fa sudah 14 hari mengerjakan pembuatan kue keranjang ini. Selain pesanan panitia CGM 2020, juga termasuk pesanan masyarakat di berbagai daerah di Kalimantan Barat. Sebagian besar kue keranjang pun sudah dikirim ke pemesan.

Proses pembuatannya diawali dengan merendam tepung ketan. Setelah itu dikeringkan dan digiling menggunakan mesin. Selain tepung ketan, adonan dicampur dengan gula pasir. Ada empat pekerja yang membantunya. Mereka pun memiliki keahlian yang sama. Setiap tahun sudah menjadi pekerja tetap untuk Chin Jin Fa bila menyelesaikan pembuatan kue keranjang.

Kemudian jumlah bahan baku yang dibutuhkan juga sama. Sebagai contoh, jika dibuat menggunakan bahan baku 50 kilogram tepung ketan, maka jumlah gula yang dibutuhkan juga sama, yakni 50 kilogram. Jika demikian, maka untuk membuat dua ton kue keranjang untuk perayaan Imlek dan CGM 2020, dibutuhkan satu ton tepung ketan dan satu ton gula pasir.

Baca Juga :  Naga Antraksi di Gedung Wakil Rakyat

Namun yang utama dikatakan Chin Jin Fa dalam pembuatan kue keranjang adalah tahap merebus. Proses ini bisa memakan waktu 12 jam. Selama waktu itu, nyala api harus terus dijaga. Jika demikian pekerja tidak boleh lengah sedikit pun menjaga nyala api.

“Kalau apinya kecil, bisa-bisa kue keranjang tidak jadi. Warnanya putih dan bisa membuat kandungan air lebih banyak, tetapi tekstur yang terlalu keras juga tidak bagus,” jelas dia.

Selain menjaga nyala api, pekerja juga menjaga jangan sampai banyak air yang menetes dari alat pengukus adonan. Khawatirnya air itu masuk ke adonan dan membuat tekstur kue terlalu lembut.

Sekretaris Panitia Perayaan Cap Go Meh (CGM) 2020 Dji Sen mengartikan kue keranjang sebagai panganan yang membawa kemakmuran sehingga panganan ini selalu disajikan ketika kumpul keluarga saat Imlek.

“Jadi muncul saat Imlek dan mesti ada. Setiap keluarga harus menyajikan kue keranjang,” kata Dji Sen.

Tahun ini dikatakan Dji Sen, dikatakan menyiapkan kue keranjang untuk disusun menjadi replika padoga. Tinggi replika itu sekitar 3,2 meter. Agar terlihat menarik, replika itu nantinya akan dihias dengan berbagai ornamen Imlek. “Pembuatannya sudah hampir selesai, nanti tinggal dibawa dan kemudian disusun saja di Jalan Diponegoro,” kata Dji Sen.

Ia melanjutkan kue yang disusun menyerupai pagoda itu tidak hanya untuk pajangan. Kue itu nantinya juga akan dibagikan ke masyarakat umum.(*)

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2020

Panitia Perayaan Cap Go Meh 2020 menyiapkan kue keranjang seberat dua ton. Ribuan bungkus kue yang disusun menyerupai pagoda. Replika ini dipajang di Jalan Diponegoro, pusat kuliner untuk perayaan Imlek dan CGM tahun ini.

RAMSES L TOBING, Pontianak

RATUSAN kantong kue keranjang menumpuk di dapur rumah Chin Jin Fa. Terlihat dua pekerja, Yustina dan Musliana, sedang menjaga api di tungku tetap menyala. Siang kemarin, (Kamis, 22 Januari 2020), adonan kue keranjang sedang dikukus dalam alat pengkukus tradisional.

Untuk satu alat pengukus itu bisa menampung 150 kilogram adonan kue. Adonan sebanyak itu untuk 300 kantong kue keranjang. Satu kantong kue keranjang memiliki berat 500 gram. Di dapur Chin Jin Fa ada dua alat pengukus. Jika dihitung, maka dalam sekali pembuatan ada 600 bungkus kue keranjang.

Chin Jin Fa mendapat orderan untuk membuat dua ton kue keranjang tahun ini dari Panitia Perayaan Cap Go Meh 2020. Kue itu nantinya akan disusun menyerupai pagoda. Meski demikian membuat kue keranjang bukan hal baru bagi ibu empat anak. Sudah turun temurun dari orangtuanya. Pekerjaan itu sudah dilakoninya selama dua puluh tahun.

“Pas mau Imlek dan Cap Go Meh saja membuat kue keranjang ini, karena di hari-hari biasa jarang ada orang yang mau,” kata warga Jalan Kebangkitan Nasional, Gang Bentasan III, Kelurahan Siantan  Hulu, Kecamatan Pontianak Utara.

Baca Juga :  Salut, Selesai Acara Pasukan Kuning Langsung Tancap Gas

Tahun lalu, Chin Jin Fa membuat 1,5 ton kue keranjang, tanpa mengerjakan orderan dari Panitia Perayaan Cap Go Meh. Jumlah pesanan tahun ini sama yakni sebanyak 1,5 ton. Jika digabung dengan orderan panitia maka ia membuat 3,5 ton kue keranjang.

Kue keranjang adalah penganan khas Imlek. Panganan ini dibuat dari gula pasir, tepung ketan dan air. Kue yang bisa juga disebut dodol china, memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis.

Chin Jin Fa sudah 14 hari mengerjakan pembuatan kue keranjang ini. Selain pesanan panitia CGM 2020, juga termasuk pesanan masyarakat di berbagai daerah di Kalimantan Barat. Sebagian besar kue keranjang pun sudah dikirim ke pemesan.

Proses pembuatannya diawali dengan merendam tepung ketan. Setelah itu dikeringkan dan digiling menggunakan mesin. Selain tepung ketan, adonan dicampur dengan gula pasir. Ada empat pekerja yang membantunya. Mereka pun memiliki keahlian yang sama. Setiap tahun sudah menjadi pekerja tetap untuk Chin Jin Fa bila menyelesaikan pembuatan kue keranjang.

Kemudian jumlah bahan baku yang dibutuhkan juga sama. Sebagai contoh, jika dibuat menggunakan bahan baku 50 kilogram tepung ketan, maka jumlah gula yang dibutuhkan juga sama, yakni 50 kilogram. Jika demikian, maka untuk membuat dua ton kue keranjang untuk perayaan Imlek dan CGM 2020, dibutuhkan satu ton tepung ketan dan satu ton gula pasir.

Baca Juga :  Kanwil DJP Kalbar Lakukan Pengawasan Bersama

Namun yang utama dikatakan Chin Jin Fa dalam pembuatan kue keranjang adalah tahap merebus. Proses ini bisa memakan waktu 12 jam. Selama waktu itu, nyala api harus terus dijaga. Jika demikian pekerja tidak boleh lengah sedikit pun menjaga nyala api.

“Kalau apinya kecil, bisa-bisa kue keranjang tidak jadi. Warnanya putih dan bisa membuat kandungan air lebih banyak, tetapi tekstur yang terlalu keras juga tidak bagus,” jelas dia.

Selain menjaga nyala api, pekerja juga menjaga jangan sampai banyak air yang menetes dari alat pengukus adonan. Khawatirnya air itu masuk ke adonan dan membuat tekstur kue terlalu lembut.

Sekretaris Panitia Perayaan Cap Go Meh (CGM) 2020 Dji Sen mengartikan kue keranjang sebagai panganan yang membawa kemakmuran sehingga panganan ini selalu disajikan ketika kumpul keluarga saat Imlek.

“Jadi muncul saat Imlek dan mesti ada. Setiap keluarga harus menyajikan kue keranjang,” kata Dji Sen.

Tahun ini dikatakan Dji Sen, dikatakan menyiapkan kue keranjang untuk disusun menjadi replika padoga. Tinggi replika itu sekitar 3,2 meter. Agar terlihat menarik, replika itu nantinya akan dihias dengan berbagai ornamen Imlek. “Pembuatannya sudah hampir selesai, nanti tinggal dibawa dan kemudian disusun saja di Jalan Diponegoro,” kata Dji Sen.

Ia melanjutkan kue yang disusun menyerupai pagoda itu tidak hanya untuk pajangan. Kue itu nantinya juga akan dibagikan ke masyarakat umum.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/