alexametrics
21.7 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Kampung Hijau Bang Jago, Berkreatif dengan Ampas Kopi untuk Bahan Lukisan

Pontianak punya kampung baru lagi. Kampung Hijau Bang Jago, namanya. Kampung yang baru saja diresmikan, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Minggu (21/3) pagi kemarin. Apa yang membuat kampong itu mengambil nama tersebut? Apa aktivitas yang ada di kampong tersebut?

RAMSES TOBING, Pontianak

SEJAK pagi masyarakat di Gang Belibis, Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Kota sibuk. Mereka terlihat hilir mudik di sepanjang jalan Gang Belibis. Sesekali terdengar suara pantun berdendang. Hari itu, masyarakat terlihat riang gembira, karena Kampung Hijau Bang Jago. Kampung iyu mencakup dua gang di Jalan Merdeka. Gang Belibis dan Gang Pipit. Bahkan dua RW, yakni RW 08 dan O7. Penamaan itu berdasarkan rembuk masyarakat.

Sejumlah nama diusulkan, hingga akhir disepakatilah bernama Kampung Hijau Bang Jago. Kata “jago“ memang khusus disematkan dalam penamaannya. Kata itu diambil dari latar belakang aktivitas masyarakat di Gang Belibis.

Salah satunya kreativitas memanfaatkan ampas kopi menjadi lukisan. Kemudian, ada juga masyarakat yang dikenal piawai memasak kuliner tradisional. Lalu, ada memanfaatkan lahan perkarangan untuk tanaman produktif, seperti sayur dan buah-buahan.

Baca Juga :  Ditipu Agen Lewat Medsos, Dipekerjakan di Rumah Judi Online

Ketua RT O8, Nurul Huda, mengatakan potensi dari kreativitas masyarakat itu yang dimaknai sebagai “jago”. Menurutnya, kata “jago” tak ubahnya dengan pandai, yang bisa diartikan piawai dalam bidang tertentu.

Bahkan dulunya diceritakan, banyak pendekar silat yang bermukim di tempat itu. Sehingga kemudian disepakati kata “jago” disematkan dalam penamaan kampung. “Aspek-aspek ini yang kemudian disepakati untuk memasukkan kata jago, karena aktivitas masyarakat,” jelas Huda.

Ia berharap kemampuan masyarakat itu tidak hanya dikenal di lingkungan tempat tinggal mereka. “Potensi-potensi masyarakat ini, misalnya pemanfaatan limbah kemudian menjadi lukisan, bahkan dinela tidak hanya disini, hingga dikenal secara nasional juga,” harap Huda.

Kreativitas masyarakat itu mendapat apresiasi dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Satu diantaranya kreativitas itu mengolaj ampas kopi menjadi lukisan. Edi datang langsung meresmikan penamaan Kampung Hijau Bang Jago. Ia datang didampingi sang istri.

Mengenakan baju berwarna hijau, keduanya berkeliling melihat kreativitas masyarakat yang dipamerkan sepanjang jalan Gang Belibis. Sebab, bersamaan dengan peresmian nama kampung juga digelar sejumlah festival. Antara lain, festival handycraft, festival ikan cupang, festival aneka tanaman dan festival jajanan tradisional.

Baca Juga :  Majelis Hakim Menangkan Gugatan Perebutan Harta Peninggalan Pastor Simon Petrus

Edi mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19, masyarakat didorong untuk kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi yang ada. “Termasuk memproduksi kerajinan dan produk-produk kreatif. Begitu juga dengan melakukan upaya untuk menjadi kampung hijau, bersih dengan menata dan menanam tanaman produktif

Menurutnya, aktivitas perekonomian masyarakat harus tetap berjalan, setelah sebelumnya dilakukan pembatasan selama pandemi Covid-19. “Protokol kesehatan tetap harus ditaati, agar tidak timbul klaster yang baru. Saya yakin masyarakat sudah paham dan cerdas tentang protokol kesehatan,” ungkapnya.

Lurah Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Ade Marheni Dewi mengatakan, pihaknya berupaya untuk memfasilitasi dan mengkolaborasikan dengan komunitas-komunitas yang ada di Kota P0ntianak terhadap kreativitas masyarakat di Kampung Hijau Bang Jago.

Ade berharap, Kampung Hijau Bang Jago menjadi destinasi wisata baru di Kota Pontianak, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. “Ada istilah liburan tipis-tipis, sehingga tidak perlu jauh-jauh, Kampung Hijau Bang Jago menjadi alternatif wisata dalam kota,” pungkasnya. (*)

Pontianak punya kampung baru lagi. Kampung Hijau Bang Jago, namanya. Kampung yang baru saja diresmikan, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Minggu (21/3) pagi kemarin. Apa yang membuat kampong itu mengambil nama tersebut? Apa aktivitas yang ada di kampong tersebut?

RAMSES TOBING, Pontianak

SEJAK pagi masyarakat di Gang Belibis, Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Kota sibuk. Mereka terlihat hilir mudik di sepanjang jalan Gang Belibis. Sesekali terdengar suara pantun berdendang. Hari itu, masyarakat terlihat riang gembira, karena Kampung Hijau Bang Jago. Kampung iyu mencakup dua gang di Jalan Merdeka. Gang Belibis dan Gang Pipit. Bahkan dua RW, yakni RW 08 dan O7. Penamaan itu berdasarkan rembuk masyarakat.

Sejumlah nama diusulkan, hingga akhir disepakatilah bernama Kampung Hijau Bang Jago. Kata “jago“ memang khusus disematkan dalam penamaannya. Kata itu diambil dari latar belakang aktivitas masyarakat di Gang Belibis.

Salah satunya kreativitas memanfaatkan ampas kopi menjadi lukisan. Kemudian, ada juga masyarakat yang dikenal piawai memasak kuliner tradisional. Lalu, ada memanfaatkan lahan perkarangan untuk tanaman produktif, seperti sayur dan buah-buahan.

Baca Juga :  Harry Toledo; Bassist Menggagas Program Sumbang Beras

Ketua RT O8, Nurul Huda, mengatakan potensi dari kreativitas masyarakat itu yang dimaknai sebagai “jago”. Menurutnya, kata “jago” tak ubahnya dengan pandai, yang bisa diartikan piawai dalam bidang tertentu.

Bahkan dulunya diceritakan, banyak pendekar silat yang bermukim di tempat itu. Sehingga kemudian disepakati kata “jago” disematkan dalam penamaan kampung. “Aspek-aspek ini yang kemudian disepakati untuk memasukkan kata jago, karena aktivitas masyarakat,” jelas Huda.

Ia berharap kemampuan masyarakat itu tidak hanya dikenal di lingkungan tempat tinggal mereka. “Potensi-potensi masyarakat ini, misalnya pemanfaatan limbah kemudian menjadi lukisan, bahkan dinela tidak hanya disini, hingga dikenal secara nasional juga,” harap Huda.

Kreativitas masyarakat itu mendapat apresiasi dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Satu diantaranya kreativitas itu mengolaj ampas kopi menjadi lukisan. Edi datang langsung meresmikan penamaan Kampung Hijau Bang Jago. Ia datang didampingi sang istri.

Mengenakan baju berwarna hijau, keduanya berkeliling melihat kreativitas masyarakat yang dipamerkan sepanjang jalan Gang Belibis. Sebab, bersamaan dengan peresmian nama kampung juga digelar sejumlah festival. Antara lain, festival handycraft, festival ikan cupang, festival aneka tanaman dan festival jajanan tradisional.

Baca Juga :  Harga CPO Tahun 2020 Lebih Tinggi

Edi mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19, masyarakat didorong untuk kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi yang ada. “Termasuk memproduksi kerajinan dan produk-produk kreatif. Begitu juga dengan melakukan upaya untuk menjadi kampung hijau, bersih dengan menata dan menanam tanaman produktif

Menurutnya, aktivitas perekonomian masyarakat harus tetap berjalan, setelah sebelumnya dilakukan pembatasan selama pandemi Covid-19. “Protokol kesehatan tetap harus ditaati, agar tidak timbul klaster yang baru. Saya yakin masyarakat sudah paham dan cerdas tentang protokol kesehatan,” ungkapnya.

Lurah Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Ade Marheni Dewi mengatakan, pihaknya berupaya untuk memfasilitasi dan mengkolaborasikan dengan komunitas-komunitas yang ada di Kota P0ntianak terhadap kreativitas masyarakat di Kampung Hijau Bang Jago.

Ade berharap, Kampung Hijau Bang Jago menjadi destinasi wisata baru di Kota Pontianak, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. “Ada istilah liburan tipis-tipis, sehingga tidak perlu jauh-jauh, Kampung Hijau Bang Jago menjadi alternatif wisata dalam kota,” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/