alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Kapolda dan Uskup Agung Pontianak Bahas Isu Physical Distancing

PONTIANAK – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto dalam menyambangi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membahas perkembangan pengamanan physical distancing. Salah satu yang dikunjungi adalah Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus. Sigid menyebut, kendati pembatasan fisik dan sejumlah aktivitas, termasuk upacara keagamaan sangat memberatkan masyarakat. Hal itu perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Dia berharap Uskup Agung tak lelah untuk terus mengingatkan masyarakat agar taat pada imbauan pemerintah. Terutama untuk tak keluar rumah bila tak penting dan menghindari kerumunan orang banyak. “Jika tidak ada kepentingan, harapannya masyarakat jangan ada yang berkeliaran,” ungkap Sigid dalam pertemuan tatap muka berjarak di keuskupan, kemarin.

Baca Juga :  April 2021, 213 Kasus Positif Covid-19 di Kapuas

Dalam kesempatan itu Mgr Agustinus mengharapkan masyarakat yang di Kota Pontianak untuk menjaga jarak dengan orang dan untuk tetap di rumah saja sampai menunggu instruksi dari pemerintah.
“Orang di kampung saja taat, harusnya di kota harus lebih mentaati himbauan pemerintah,” katanya.

Agustinus juga menyebut pihaknya berusaha untuk pro-aktif. Selain meniadakan misa di gereja, dan menggelar ibadah online. Termasuk pada Perayaan Paskah, salah satu hari terbesar umat Kristiani. Pihaknya juga terus mengingatkan umat Katolik untuk selalu waspada terhadap persebaran Covid-19. Selain itu, bersama GP Anshor, sejumlah ormas dan yayasan, pihaknya juga membentuk posko bersama bernama Indonesia Peduli dan Bersatu untuk mengumpulkan sumbangan bagi masyarakat terdampak krisis Covid-19.

Baca Juga :  PORTI FC Gelar Turnamen dalam rangka ulang tahun

Dia juga meminta umat untuk terus berdoa dalam pengharapan, agar pandemi Covid-19 di bumi segera berlalu. Penghentian sementara misa di gereja, kata dia, hendaknya membuat umat lebih patuh dalam menjalankan physical distancing. Agustinus juga mengatakan untuk wabah Virus Corona ini hanya bisa dilawan dalam satu semangat yang sama.

Agustinus turut mengajak umat untuk menyisihkan rezekinya dalam membantu masyarakat yang terdampak krisis Covid-19. “Kita umat manusia keturunan Adam sudah waktunya bahu-membahu, bergandengan tangan menyatukan diri untuk menghancurkan, untuk menghentikan wabah yang sangat mematikan ini. Inilah saatnya kita tunjukkan kepedulian kita kepada sesama kita,” pungkasnya. (ars)

PONTIANAK – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto dalam menyambangi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membahas perkembangan pengamanan physical distancing. Salah satu yang dikunjungi adalah Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus. Sigid menyebut, kendati pembatasan fisik dan sejumlah aktivitas, termasuk upacara keagamaan sangat memberatkan masyarakat. Hal itu perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Dia berharap Uskup Agung tak lelah untuk terus mengingatkan masyarakat agar taat pada imbauan pemerintah. Terutama untuk tak keluar rumah bila tak penting dan menghindari kerumunan orang banyak. “Jika tidak ada kepentingan, harapannya masyarakat jangan ada yang berkeliaran,” ungkap Sigid dalam pertemuan tatap muka berjarak di keuskupan, kemarin.

Baca Juga :  April 2021, 213 Kasus Positif Covid-19 di Kapuas

Dalam kesempatan itu Mgr Agustinus mengharapkan masyarakat yang di Kota Pontianak untuk menjaga jarak dengan orang dan untuk tetap di rumah saja sampai menunggu instruksi dari pemerintah.
“Orang di kampung saja taat, harusnya di kota harus lebih mentaati himbauan pemerintah,” katanya.

Agustinus juga menyebut pihaknya berusaha untuk pro-aktif. Selain meniadakan misa di gereja, dan menggelar ibadah online. Termasuk pada Perayaan Paskah, salah satu hari terbesar umat Kristiani. Pihaknya juga terus mengingatkan umat Katolik untuk selalu waspada terhadap persebaran Covid-19. Selain itu, bersama GP Anshor, sejumlah ormas dan yayasan, pihaknya juga membentuk posko bersama bernama Indonesia Peduli dan Bersatu untuk mengumpulkan sumbangan bagi masyarakat terdampak krisis Covid-19.

Baca Juga :  6.690 Ton Beras Bansos Disalurkan Lewat Bulog Kalbar

Dia juga meminta umat untuk terus berdoa dalam pengharapan, agar pandemi Covid-19 di bumi segera berlalu. Penghentian sementara misa di gereja, kata dia, hendaknya membuat umat lebih patuh dalam menjalankan physical distancing. Agustinus juga mengatakan untuk wabah Virus Corona ini hanya bisa dilawan dalam satu semangat yang sama.

Agustinus turut mengajak umat untuk menyisihkan rezekinya dalam membantu masyarakat yang terdampak krisis Covid-19. “Kita umat manusia keturunan Adam sudah waktunya bahu-membahu, bergandengan tangan menyatukan diri untuk menghancurkan, untuk menghentikan wabah yang sangat mematikan ini. Inilah saatnya kita tunjukkan kepedulian kita kepada sesama kita,” pungkasnya. (ars)

Most Read

Dua Truk Ciuman, Macet Mengular

Enam Ton BBM akan Diselundupkan

Jaring 19 Orang Saat Operasi Yustisi

Parlemen Setujui 12 Raperda

Artikel Terbaru

/