alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Gemarikan Sebagai Sarana Edukasi

PONTIANAK – Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mengatakan Gerakan Memasyarkatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai sarana edukasi karena ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi kehidupan terutama 1.000 hari masa pertumbuhan anak-anak.

Ia melanjutkan Gemarikan merupakan program pemerintah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menjadi media untuk mengajak masyarakat agar suka makan ikan terutama bagi ibu-ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak.
“Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti omega-3, protein yang tinggi, dan kalsium. Tidak hanya buat anak-anak, ibu-ibu tapi buat bapak-bapak juga,” kata Daniel saat menghadiri kampanye Gemarikan untuk penangajan stunting dan gizi buruk di, Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (24/4) siang kemarin.

Baca Juga :  GulaVit Serahkan Bansos untuk Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas

Ia melanjutkan meningkatkan konsumsi ikan bisa dengan membuat produk olahan. “Bisa berupa amplang atau kerupuk basah,” ujar Daniel.

Di lain tempat, Direktur Pemasaran KKP, Machmud menambahkan pihaknya berharap pemangku kepentingan lainnya dapat ikut mensukseskan Gerakan Memasyarkatkan Makan Ikan (Gemarikan).
“Bisa dengan mengajak masyarakat untuk makan ikan serta ikut serta dalam produksi maupun budidaya hingga pengolahan ikan,” kata Machmud.

Sementara itu sebanyak 500 paket Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) diserahkan ke masyarakat di Kota Pontianak. Paket Gemarikan yang diserahkan itu merupakan kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI.

Baca Juga :  Daya Beli Hewan Kurban Menurun

Secara nasional kampanye Gemarikan ini berjalan di 112 kabupaten/kota yang tersebar di 21 provinsi. Jumlah penerimanya 56 ribu orang. Penerima itu adalah ibu hamil dan atau menyusui, anak balita dan remaja putri usia produktif, dan masyarakat rawan gizi.

Kemudian paket itu berisikan aneka macam olahan ikan seperti abon ikan, stik rumput laut, amplang, stik udang, teri krispi dan zarden Kaleng. Makanan olahan ikan itu merupakan produk dari pelaku usaha dan UMKM perikanan di Kota Pontianak.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan dan sekaligus Ketua TP PPK Kota Pontianak, Yenieta Arbiastuti mendukung Gerakan Memasyarkatkan Makan Ikan karena sebagai upaya untuk menekan stunting dan gizi buruk. (mse)

PONTIANAK – Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mengatakan Gerakan Memasyarkatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai sarana edukasi karena ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi kehidupan terutama 1.000 hari masa pertumbuhan anak-anak.

Ia melanjutkan Gemarikan merupakan program pemerintah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menjadi media untuk mengajak masyarakat agar suka makan ikan terutama bagi ibu-ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak.
“Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti omega-3, protein yang tinggi, dan kalsium. Tidak hanya buat anak-anak, ibu-ibu tapi buat bapak-bapak juga,” kata Daniel saat menghadiri kampanye Gemarikan untuk penangajan stunting dan gizi buruk di, Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (24/4) siang kemarin.

Baca Juga :  Event Gowes di Hari Jadi Kota Pontianak, Ajang Silaturahmi dan Semangat Berprestasi

Ia melanjutkan meningkatkan konsumsi ikan bisa dengan membuat produk olahan. “Bisa berupa amplang atau kerupuk basah,” ujar Daniel.

Di lain tempat, Direktur Pemasaran KKP, Machmud menambahkan pihaknya berharap pemangku kepentingan lainnya dapat ikut mensukseskan Gerakan Memasyarkatkan Makan Ikan (Gemarikan).
“Bisa dengan mengajak masyarakat untuk makan ikan serta ikut serta dalam produksi maupun budidaya hingga pengolahan ikan,” kata Machmud.

Sementara itu sebanyak 500 paket Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) diserahkan ke masyarakat di Kota Pontianak. Paket Gemarikan yang diserahkan itu merupakan kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI.

Baca Juga :  Mafia Tanah Makin Meresahkan, Dua Warga Pemilik Sah Jadi Tersangka

Secara nasional kampanye Gemarikan ini berjalan di 112 kabupaten/kota yang tersebar di 21 provinsi. Jumlah penerimanya 56 ribu orang. Penerima itu adalah ibu hamil dan atau menyusui, anak balita dan remaja putri usia produktif, dan masyarakat rawan gizi.

Kemudian paket itu berisikan aneka macam olahan ikan seperti abon ikan, stik rumput laut, amplang, stik udang, teri krispi dan zarden Kaleng. Makanan olahan ikan itu merupakan produk dari pelaku usaha dan UMKM perikanan di Kota Pontianak.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan dan sekaligus Ketua TP PPK Kota Pontianak, Yenieta Arbiastuti mendukung Gerakan Memasyarkatkan Makan Ikan karena sebagai upaya untuk menekan stunting dan gizi buruk. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/