alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Manisnya Bisnis Cemilan Jelang Lebaran

PONTIANAK– Ramadan menjadi momen paling pas untuk berbisnis. Karena saat bulan puasa biasanya permintaan pasar akan berbagai produk, mulai dari makanan, pakaian, hingga kebutuhan lainnya meningkat pesat. Cindy Pusini Talahatu juga menangkap peluang itu. Melalui usaha Aneka Cemilan yang dirintisnya, Cindy pun disibukkan dengan banyaknya pesanan konsumen untuk persiapan Idulfitri.

Ramadan menjadi berkah rezeki baginya. Lumayan meningkat dari sebelumnya. Jika biasanya hanya laku terjual dua sampai tiga kilogram dalam sebulan, di Ramadan kali ini bisa laku lebih banyak dari itu. “Lumayan meningkat dari sebelumnya. Alhamdulillah,” katanya yang belum dua tahun merintis usaha ini.

Beragam tantangan dihadapi Cindy. Namun, kata dia, pada prinsipnya rezeki tak akan lari kemana. Setiap orang memiliki rezekinya masing-masing meskipun pesaingnya banyak. Cindy mengaku usaha ini hanya skala kecil. Namun jika diseriusi maka keuntungan yang didapat cukup menjanjikan.

Baca Juga :  Pacak Maen Guli Rupenyee..

“Terus circle-nya palingan hanya teman-teman banyak yang beli. Ada sih kadang dapat customer dari FB dan IG,” paparnya yang memanfaatkan media sosial mengembangkan usahanya.

Konsumen yang membeli cemilannya, kata Cindy, rata-rata hanya untuk konsumsi sendiri. Kadang ada juga satu atau dua orang yang pesan untuk dijual kembali. “Ada satu atau dua orang yang ambil ke saya untuk dijual lagi,” kata dia.

Beragam varian cemilan yang disediakan. Paling laris astor, basreng, hingga emping dengan aneka rasa. Cemilan ini dikemas dalam beragam ukuran. Mulai dari ukuran 250 gram hingga satu kilogram. “Rata-rata di bawah Rp100 ribu per kilonya,” ungkap dia.

Setiap usaha, kata Cindy, butuh semangat dan promosi yang gencar. Tidak hanya promosi secara pribadi tetapi juga melalui media sosial. Semakin gencarnya promosi maka semakin banyak pula peluang cemilan untuk terjual. “Tantangan lain juga dananya. Dana yang saya miliki tidak untuk skala besar. Kalau nge-drop stok banyak, khawatir mutar barangnya lama, sehingga merugi,” pungkasnya. (mrd)

PONTIANAK– Ramadan menjadi momen paling pas untuk berbisnis. Karena saat bulan puasa biasanya permintaan pasar akan berbagai produk, mulai dari makanan, pakaian, hingga kebutuhan lainnya meningkat pesat. Cindy Pusini Talahatu juga menangkap peluang itu. Melalui usaha Aneka Cemilan yang dirintisnya, Cindy pun disibukkan dengan banyaknya pesanan konsumen untuk persiapan Idulfitri.

Ramadan menjadi berkah rezeki baginya. Lumayan meningkat dari sebelumnya. Jika biasanya hanya laku terjual dua sampai tiga kilogram dalam sebulan, di Ramadan kali ini bisa laku lebih banyak dari itu. “Lumayan meningkat dari sebelumnya. Alhamdulillah,” katanya yang belum dua tahun merintis usaha ini.

Beragam tantangan dihadapi Cindy. Namun, kata dia, pada prinsipnya rezeki tak akan lari kemana. Setiap orang memiliki rezekinya masing-masing meskipun pesaingnya banyak. Cindy mengaku usaha ini hanya skala kecil. Namun jika diseriusi maka keuntungan yang didapat cukup menjanjikan.

Baca Juga :  Babinsa Benua Melayu Darat Bersama Satgas PPKM Mikro Kelurahan Monitoring Posko Covid-19 Tingkat RT

“Terus circle-nya palingan hanya teman-teman banyak yang beli. Ada sih kadang dapat customer dari FB dan IG,” paparnya yang memanfaatkan media sosial mengembangkan usahanya.

Konsumen yang membeli cemilannya, kata Cindy, rata-rata hanya untuk konsumsi sendiri. Kadang ada juga satu atau dua orang yang pesan untuk dijual kembali. “Ada satu atau dua orang yang ambil ke saya untuk dijual lagi,” kata dia.

Beragam varian cemilan yang disediakan. Paling laris astor, basreng, hingga emping dengan aneka rasa. Cemilan ini dikemas dalam beragam ukuran. Mulai dari ukuran 250 gram hingga satu kilogram. “Rata-rata di bawah Rp100 ribu per kilonya,” ungkap dia.

Setiap usaha, kata Cindy, butuh semangat dan promosi yang gencar. Tidak hanya promosi secara pribadi tetapi juga melalui media sosial. Semakin gencarnya promosi maka semakin banyak pula peluang cemilan untuk terjual. “Tantangan lain juga dananya. Dana yang saya miliki tidak untuk skala besar. Kalau nge-drop stok banyak, khawatir mutar barangnya lama, sehingga merugi,” pungkasnya. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/