alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Satpol PP Razia Warkop, Kafe dan Fasum

PONTIANAK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kalimantan Barat (Kalbar) melaksanakan operasi gabungan bersama Satpol PP Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya serta TNI-Polri di tempat keramaian seperti warung kopi (warkop), kafe dan fasilitas umum (fasum), Rabu (21/4) malam. Hal tersebut dilaksanakan bagian dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kalbar. Dalam pelaksanaannya sejumlah warkop dan kafe yang masih beroperasi di luar ketentuan jam operasional diminta untuk tutup. Sementara pengunjung fasum diminta untuk membubarkan diri. PPKM Mikro sendiri dilakukan demi memutus rantai penularan Covid-19 dan menjaga agar tidak terjadi peningkatan kasus positif.

Kepala Satpol PP Kalbar Y Anthonius Rawing menjelaskan, operasi gabungan dilaksanakan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro. Aturan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Gubernur Kalbar. Adapun PPKM Mikro berlaku mulai tanggal 20 April 2021 sampai dengan 3 Mei 2021 di seluruh kabupaten/kota se-Kalbar.  “Warkop atau kafe dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 21.00 WIB, bila ditemukan masih ada yang buka di atas jam ini, terpaksa diminta untuk menutup tempat usahanya. Untuk fasum, kami merazia pengunjung yang kedapatan masih melakukan aktivitas di sana hingga malam hari,” ungkap Anthonius Rawing.

Baca Juga :  Momentum Awal Merebut Kemenangan, Ermin Elviani Resmi Nakhodai Demokrat Kalbar

Pihaknya sengaja turun langsung di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, mengingat Pontianak merupakan ibu kota provinsi dan Kubu Raya sebagai wilayah penyangga. “Kita tahu kedua daerah ini menjadi pintu masuk orang dari luar Kalbar melalui transportasi udara,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Seksi Kewaspadaan Dini Satpol PP Kalbar Alexander Batutebo menambahkan soal hasil operasi gabungan yang digelar malam itu. Dimana untuk wilayah Kabupaten Kubu Raya, ada empat warkop dan kafe yang menjadi sasaran.

Ia menjelaskan kepada pengelola warkop dan kafe untuk dapat mematuhi ketentuan jam operasional yang telah disosialisasikan. Selain itu wajib membatasi jumlah pengunjung dengan mengurangi 50 persen dari kapasitas meja yang tersedia. Termasuk juga menyediakan sarana cuci tangan dengan kelengkapannya. “Dan tidak melayani pengunjung yang tidak mempunyai dan memakai masker dengan benar, kecuali saat makan atau minum,” terangnya.

Baca Juga :  Petugas Lapas Razia Warga Binaan Di Blok Narkoba

Jika ditemukan ada pengunjung yang tidak menggunakan masker diminta untuk segera menggunakannya. Bisa dengan membeli masker di lokasi terdekat. Apabila masih tidak mengindahkan protokol kesehatan, pengunjung diminta untuk meninggalkan lokasi.  “Alhamdulillah dalam pelaksanaan operasi gabungan ini, pengunjung membubarkan diri dengan kesadaran sendiri dan pengelola mau diajak bekerja sama,” jelas Batutebo.

Sementara itu, operasi gabungan yang berlangsung di wilayah Kota Pontianak telah menyasar fasum yang sering menjadi area berkumpul dan aktivitas masyarakat pada malam hari. Di antaranya kawasan waterfront, Jalan Barito, Taman Sepeda dan Lapangan MTQ Auditorium Untan serta Taman Catur Politeknik Negeri Pontianak.  Anggota Satpol PP Kalbar yang berada di lokasi Tony Agung Basuki mengatakan di titik-titik tersebut masih ditemukan aktivitas masyarakat. Baik warga yang menikmati suasana malam, maupun para pedagang aksesoris dan makanan. “Mengingat saat ini sedang dilaksanakan PPKM Mikro, dengan terpaksa dibubarkan.” ujarnya.(bar)

PONTIANAK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kalimantan Barat (Kalbar) melaksanakan operasi gabungan bersama Satpol PP Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya serta TNI-Polri di tempat keramaian seperti warung kopi (warkop), kafe dan fasilitas umum (fasum), Rabu (21/4) malam. Hal tersebut dilaksanakan bagian dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kalbar. Dalam pelaksanaannya sejumlah warkop dan kafe yang masih beroperasi di luar ketentuan jam operasional diminta untuk tutup. Sementara pengunjung fasum diminta untuk membubarkan diri. PPKM Mikro sendiri dilakukan demi memutus rantai penularan Covid-19 dan menjaga agar tidak terjadi peningkatan kasus positif.

Kepala Satpol PP Kalbar Y Anthonius Rawing menjelaskan, operasi gabungan dilaksanakan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro. Aturan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Gubernur Kalbar. Adapun PPKM Mikro berlaku mulai tanggal 20 April 2021 sampai dengan 3 Mei 2021 di seluruh kabupaten/kota se-Kalbar.  “Warkop atau kafe dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 21.00 WIB, bila ditemukan masih ada yang buka di atas jam ini, terpaksa diminta untuk menutup tempat usahanya. Untuk fasum, kami merazia pengunjung yang kedapatan masih melakukan aktivitas di sana hingga malam hari,” ungkap Anthonius Rawing.

Baca Juga :  Momentum Awal Merebut Kemenangan, Ermin Elviani Resmi Nakhodai Demokrat Kalbar

Pihaknya sengaja turun langsung di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, mengingat Pontianak merupakan ibu kota provinsi dan Kubu Raya sebagai wilayah penyangga. “Kita tahu kedua daerah ini menjadi pintu masuk orang dari luar Kalbar melalui transportasi udara,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Seksi Kewaspadaan Dini Satpol PP Kalbar Alexander Batutebo menambahkan soal hasil operasi gabungan yang digelar malam itu. Dimana untuk wilayah Kabupaten Kubu Raya, ada empat warkop dan kafe yang menjadi sasaran.

Ia menjelaskan kepada pengelola warkop dan kafe untuk dapat mematuhi ketentuan jam operasional yang telah disosialisasikan. Selain itu wajib membatasi jumlah pengunjung dengan mengurangi 50 persen dari kapasitas meja yang tersedia. Termasuk juga menyediakan sarana cuci tangan dengan kelengkapannya. “Dan tidak melayani pengunjung yang tidak mempunyai dan memakai masker dengan benar, kecuali saat makan atau minum,” terangnya.

Baca Juga :  Tindak Tegas Warkop Bandel

Jika ditemukan ada pengunjung yang tidak menggunakan masker diminta untuk segera menggunakannya. Bisa dengan membeli masker di lokasi terdekat. Apabila masih tidak mengindahkan protokol kesehatan, pengunjung diminta untuk meninggalkan lokasi.  “Alhamdulillah dalam pelaksanaan operasi gabungan ini, pengunjung membubarkan diri dengan kesadaran sendiri dan pengelola mau diajak bekerja sama,” jelas Batutebo.

Sementara itu, operasi gabungan yang berlangsung di wilayah Kota Pontianak telah menyasar fasum yang sering menjadi area berkumpul dan aktivitas masyarakat pada malam hari. Di antaranya kawasan waterfront, Jalan Barito, Taman Sepeda dan Lapangan MTQ Auditorium Untan serta Taman Catur Politeknik Negeri Pontianak.  Anggota Satpol PP Kalbar yang berada di lokasi Tony Agung Basuki mengatakan di titik-titik tersebut masih ditemukan aktivitas masyarakat. Baik warga yang menikmati suasana malam, maupun para pedagang aksesoris dan makanan. “Mengingat saat ini sedang dilaksanakan PPKM Mikro, dengan terpaksa dibubarkan.” ujarnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/