alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Setengah Kuintal Sabu Dimusnahkan

Sebanyak 53,657 Kilogram sabu tak bertuan dimusnahkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator, Kamis (22/4) pagi. Sebelum dimusnahkan, petugas terlebih dahulu melakukan tes untuk menguji keaslian barang haram tersebut. Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Yohanes Hernowo mengatakan, barang bukti seberat lebih dari setengah kwintal tersebut hasil penyerahan dari Satgas Pamtas Yonif 642/Kps Indonesia-Malaysia di Aruk, Kabupaten Sambas dan Avsec Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Penyerahan pertama, sebanyak 42,97 Kg. Di mana sabu tersebut didapat oleh anggota TNI yang sedang melakukan patroli di jalur tikus di JIPL Pos Gabma Sajingan, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, pada tanggal 9 Maret 202. Penyerahan kedua pada tanggal 10 Maret 2021, sebanyak 10, 193 kg dari hasil patroli dijalur tikus Dusun Sebunga, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalbar, pada 10 Maret 2021.

Kemudian, sebanyak 492,97 gram sabu diserahkan oleh Avsec Bandara Internasional Supadio, 3 Maret 2021, dimana ketika petugas melakukan pemeriksaan X Ray Sabu itu termonitor oleh petugas.  “Hingga kini kami masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik sabu tersebut,” katanya.  “Ini tidak berhenti sampai disini, kita akan cari,”sambungnya.  Hernowo mengatakan, sepanjang 2021, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar menangani 230 kasus narkoba dengan barang bukti lebih dari  60 Kg narkoba.

Baca Juga :  Anak Terlibat Jual Beli Sabu 

Untuk menekan aksi penyelundupan narkoba lintas negara, khususnya melalui Malaysia, pihaknya  sudah berkoordinasi dengan Malaysia. Kendati demikian, kata Hernowo, banyaknya jalur tikus yang sulit terdeteksi membuat proses pencegahan masukknya narkoba dari negara tetangga masih menjadi kendala utama.  “Dari  Malaysia sudah ada perwakilannya disini, dan kita sudah berkoordinasi, saat ini Malaysia masih lockdown, dan yang pasti narkoba ini masuk melalui jalur tikus yang jarang sekali digunakan sampai dua kali,”ujarnya.

Walaupun banyak jalur tikus di perbatasan, Yohanes Hernowo menilai dengan keberadaan Satgas Pamtas dari TNI sangat membantu menekan angka penyelundupan narkoba ke Indonesia.  “Saya sangat berterima kasih kepada Satgas Pamtas, dengan patrol di jalur tikus pastinya akan mempersulit para penyelundup memasukkan narkoba itu ke Indonesia,” tuturnya. Terpisah, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Juniman Hutagaol menegaskan pihaknya tak akan segan memberikan tuntutan mati kepada para tersangka kasus narkoba dengan jumlah barang bukti hingga berkilo – kilo.  “Dengan jumlah barang bukti sampai sebegini banyak, kalau ada orangnya, saya pastikan, tuntutan mati,” tegas Juniman Hutagaol.

Baca Juga :  PTIC Dukung Gerakan Sejuta Sampah

Selain itu, iapun menyampaikan, Kejaksaan selalu berkomitmen untuk mendukung pemberantasan narkoba di Indonesia, salah satunya dengan cara selalu memberikan tuntutan yang tinggi kepada para pelaku tindak pidana narkoba.  “Kita tidak pandang bulu, karena kita menyadari sepenuhnya bahwa narkoba sangat membahayakan bagi kelangsungan bangsa kita, maka kami berkomitmen seluruh kejaksaan, seusuai petunjuk dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAMPIDUM), Tuntutan untuk penyalahgunaan narkoba itu selalu tinggi,” pungkasnya.(arf)

Sebanyak 53,657 Kilogram sabu tak bertuan dimusnahkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator, Kamis (22/4) pagi. Sebelum dimusnahkan, petugas terlebih dahulu melakukan tes untuk menguji keaslian barang haram tersebut. Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Yohanes Hernowo mengatakan, barang bukti seberat lebih dari setengah kwintal tersebut hasil penyerahan dari Satgas Pamtas Yonif 642/Kps Indonesia-Malaysia di Aruk, Kabupaten Sambas dan Avsec Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Penyerahan pertama, sebanyak 42,97 Kg. Di mana sabu tersebut didapat oleh anggota TNI yang sedang melakukan patroli di jalur tikus di JIPL Pos Gabma Sajingan, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, pada tanggal 9 Maret 202. Penyerahan kedua pada tanggal 10 Maret 2021, sebanyak 10, 193 kg dari hasil patroli dijalur tikus Dusun Sebunga, Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalbar, pada 10 Maret 2021.

Kemudian, sebanyak 492,97 gram sabu diserahkan oleh Avsec Bandara Internasional Supadio, 3 Maret 2021, dimana ketika petugas melakukan pemeriksaan X Ray Sabu itu termonitor oleh petugas.  “Hingga kini kami masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik sabu tersebut,” katanya.  “Ini tidak berhenti sampai disini, kita akan cari,”sambungnya.  Hernowo mengatakan, sepanjang 2021, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar menangani 230 kasus narkoba dengan barang bukti lebih dari  60 Kg narkoba.

Baca Juga :  Pondasi Amblas, Ruko Miring dan Nyaris Roboh di Ngabang

Untuk menekan aksi penyelundupan narkoba lintas negara, khususnya melalui Malaysia, pihaknya  sudah berkoordinasi dengan Malaysia. Kendati demikian, kata Hernowo, banyaknya jalur tikus yang sulit terdeteksi membuat proses pencegahan masukknya narkoba dari negara tetangga masih menjadi kendala utama.  “Dari  Malaysia sudah ada perwakilannya disini, dan kita sudah berkoordinasi, saat ini Malaysia masih lockdown, dan yang pasti narkoba ini masuk melalui jalur tikus yang jarang sekali digunakan sampai dua kali,”ujarnya.

Walaupun banyak jalur tikus di perbatasan, Yohanes Hernowo menilai dengan keberadaan Satgas Pamtas dari TNI sangat membantu menekan angka penyelundupan narkoba ke Indonesia.  “Saya sangat berterima kasih kepada Satgas Pamtas, dengan patrol di jalur tikus pastinya akan mempersulit para penyelundup memasukkan narkoba itu ke Indonesia,” tuturnya. Terpisah, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Juniman Hutagaol menegaskan pihaknya tak akan segan memberikan tuntutan mati kepada para tersangka kasus narkoba dengan jumlah barang bukti hingga berkilo – kilo.  “Dengan jumlah barang bukti sampai sebegini banyak, kalau ada orangnya, saya pastikan, tuntutan mati,” tegas Juniman Hutagaol.

Baca Juga :  Jaring Ide dan Inovasi Mahasiswa, BRI PeduliCreation Scholarship Tetapkan 10 Pemenang

Selain itu, iapun menyampaikan, Kejaksaan selalu berkomitmen untuk mendukung pemberantasan narkoba di Indonesia, salah satunya dengan cara selalu memberikan tuntutan yang tinggi kepada para pelaku tindak pidana narkoba.  “Kita tidak pandang bulu, karena kita menyadari sepenuhnya bahwa narkoba sangat membahayakan bagi kelangsungan bangsa kita, maka kami berkomitmen seluruh kejaksaan, seusuai petunjuk dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAMPIDUM), Tuntutan untuk penyalahgunaan narkoba itu selalu tinggi,” pungkasnya.(arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/