alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Banyak Faktor Terjadinya Stunting di Pontianak

Perlu Kerja Bersama untuk Menekan Angka Stunting

Persoalan stunting menjadi perhatian nasional. Di Pontianak, intervensi sudah dilakukan. Sejak empat tahun terakhir, angka stunting terus menunjukkan penurunan. Pada 2019, angka stunting hanya 17,4 persen, jauh di bawah angka nasional. Agar intervensi penanganan semakin baik perlu kerja lintas sektor karena menyangkut banyak persoalan.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

PERSOALAN intervensi penanganan stunting dibahas pada kegiatan yang bertajuk Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di 2020 di Pontianak oleh Dinas Kesehatan Pontianak selama dua hari, Selasa dan Rabu kemarin.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Trisnawati menjelaskan bahwa persoalan stunting menjadi perhatian nasional. Di Pontianak dari data terakhir angka stunting 2019 berada di 17,4 persen jauh lebih baik dari angka nasional yang berada di angka 30 persen. Meski demikian intervensi penurunan stunting tetap dilakukan hingga saat ini.

Baca Juga :  Ritaudin Reses di Melawi

Menurutnya, banyak faktor terjadinya stunting. Mulai dari faktor ekonomi, kemudian faktor lingkungan yang tidak sehat seperti tidak tersedianya jamban, rumah tidak layak huni sampai belum tersedianya air bersih. Semua ini juga bisa menjadi faktor terjadinya stunting.

Pihaknya sudah melakukan intervensi penurunan stunting. Malahan pemantauan itu sudah dilakukan sejak perempuan masih menjadi remaja. Caranya dengan mengasup penambah darah guna menghindari terjadinya anemia.

Kemudian calon pengantin juga diberikan edukasi berupa penyuluhan bagaimana kelak ketika menjadi pasangan suami istri. Lalu ketika pasangannya hamil pemeriksaan sesuai standar mesti dilakukan sesuai anjuran. Sampai bayi lahir barulah diberi ASI ekslusif dengan pemantauan tumbuh kembang anak dengan pemantauan secara spesifik.

Baca Juga :  Skuad Bola Basket Hukum Untan Siap Ikuti Kejuaraan Vois

Ketika ditanya wilayah stunting di Pontianak. Ditemukan di tiga kecamatan, yakni Pontianak Timur, Pontianak Utara, dan Pontianak Barat.

Usai kegiatan ini tentunya akan dilakukan tindak lanjut. Utamanya sinergi dengan SOPD hingga tataran camat dan lurah sangat penting untuk diperkuat. Karena kasus stunting terjadi dengan melihat banyak faktor.

“Target kami pada 2024, angka stunting berada di 14 persen,” katanya.(*)

 

Perlu Kerja Bersama untuk Menekan Angka Stunting

Persoalan stunting menjadi perhatian nasional. Di Pontianak, intervensi sudah dilakukan. Sejak empat tahun terakhir, angka stunting terus menunjukkan penurunan. Pada 2019, angka stunting hanya 17,4 persen, jauh di bawah angka nasional. Agar intervensi penanganan semakin baik perlu kerja lintas sektor karena menyangkut banyak persoalan.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

PERSOALAN intervensi penanganan stunting dibahas pada kegiatan yang bertajuk Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di 2020 di Pontianak oleh Dinas Kesehatan Pontianak selama dua hari, Selasa dan Rabu kemarin.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Trisnawati menjelaskan bahwa persoalan stunting menjadi perhatian nasional. Di Pontianak dari data terakhir angka stunting 2019 berada di 17,4 persen jauh lebih baik dari angka nasional yang berada di angka 30 persen. Meski demikian intervensi penurunan stunting tetap dilakukan hingga saat ini.

Baca Juga :  KPU Pontianak Canangkan WBK-WBBM

Menurutnya, banyak faktor terjadinya stunting. Mulai dari faktor ekonomi, kemudian faktor lingkungan yang tidak sehat seperti tidak tersedianya jamban, rumah tidak layak huni sampai belum tersedianya air bersih. Semua ini juga bisa menjadi faktor terjadinya stunting.

Pihaknya sudah melakukan intervensi penurunan stunting. Malahan pemantauan itu sudah dilakukan sejak perempuan masih menjadi remaja. Caranya dengan mengasup penambah darah guna menghindari terjadinya anemia.

Kemudian calon pengantin juga diberikan edukasi berupa penyuluhan bagaimana kelak ketika menjadi pasangan suami istri. Lalu ketika pasangannya hamil pemeriksaan sesuai standar mesti dilakukan sesuai anjuran. Sampai bayi lahir barulah diberi ASI ekslusif dengan pemantauan tumbuh kembang anak dengan pemantauan secara spesifik.

Baca Juga :  Sungai Kapuas Tercemar Mikroplastik

Ketika ditanya wilayah stunting di Pontianak. Ditemukan di tiga kecamatan, yakni Pontianak Timur, Pontianak Utara, dan Pontianak Barat.

Usai kegiatan ini tentunya akan dilakukan tindak lanjut. Utamanya sinergi dengan SOPD hingga tataran camat dan lurah sangat penting untuk diperkuat. Karena kasus stunting terjadi dengan melihat banyak faktor.

“Target kami pada 2024, angka stunting berada di 14 persen,” katanya.(*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/