alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Jelang Misi Perdamaian Dunia, Yonif RK 644/Walet Sakti Mendapat Arahan dari Pangdam

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad memberikan pengarahan kepada Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) TNI Konga XXXIX-C Monusco Kongo Yonif RK 644/Walet Sakti yang akan melaksanakan latihan pratugas di PMPP Sentul, Bogor dalam rangka misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo. Pengarahan berlangsung di lapangan Apel Makodam XII/Tpr.

Dalam arahannya, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, tidak semua prajurit mendapat kesempatan untuk tergabung dalam Satgas Monusco, prajurit yang tergabung dalam satgas ini sebagai orang yang terpilih.  “Tunjukkan ketulusan dan dedikasimu kepada satuan dan Kodam XII/Tpr, Penugasan ini membuktikan kepada masyarakat Kalbar dan Kalteng, TNI AD serta TNI bahwa kalian memang patut dibanggakan dan bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tegas Pangdam.

Selanjutnya Pangdam meminta, tanamkan dalam diri masing-masing bahwa tugas mulia ini adalah suatu pengabdian yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, hindari kesalahan sekecil apapun, selalu perhatikan faktor keamanan diri, materiil maupun kelompok.Pangdam juga menekankan, setiap prajurit harus menjunjung tinggi adat istiadat masyarakat di daerah penugasan. Mengenali budaya dan bahasa di daerah tugas karena penguasaan bahasa sangat penting dalam keberhasilan penugasan. “Untuk itu waktu yang ada gunakan untuk belajar bahasa Inggris maupun bahasa Kongo. Berikutnya, Mayjen  Nur Rahmad menyampaikan, bahwa tugas ini adalah melaksanakan misi perdamian dunia, ada  protap  yang harus dilakukan apabila menghadapi kontinjensi di daerah operasi. Saat  pratugas di PMPP Sentul, selama kurang lebih satu bulan, akan dilatih dan dibekali berbagai materi  sehingga siap melaksanakan tugas sebagai pasukan misi perdamaian dunia.

Baca Juga :  Korban KDRT, Bagaimana Fungsi Seksualnya?

“Dalam tugas ini Prajurit harus menjaga marwah satuan, lebih lanjut membawa nama Kodam XII/Tpr, TNI AD, TNI juga akan membawa nama besar bangsa Indonesia,” lanjutnya. Pangdam menegaskan selama ini setiap penugasan pasukan perdamaian dunia, TNI selalu berhasil dan mengharumkan nama bangsa, karena dipersiapkan dengan baik dan punya nilai juang, seperti halnya yang dimiliki oleh prajurit Kodam XII/Tpr memiliki nilai. Nilai-nilai itulah yang saat sekarang ini sudah ada di dada prajurit Kodam XII/Tpr yaitu semangat Carathana Jitavina yang memiliki arti sekali melangkah pantang menyerah.

“Begitu kita melangkah kedepan pantang kita untuk mundur. Artinya setiap diberi tugas apapun harus kita laksanakan dengan baik dan berhasil,” tukasnya. Setiap prajuruit Satgas  agar mengikuti latihan pratugas di PMPP  dengan sebaik-baiknya, agar  betul-betul memahami tugas yang akan dilaksanakan. Bekal latihan di PMPP merupakan modal dasar dalam melaksanakan tugas di daerah operasi. (arf)

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad memberikan pengarahan kepada Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) TNI Konga XXXIX-C Monusco Kongo Yonif RK 644/Walet Sakti yang akan melaksanakan latihan pratugas di PMPP Sentul, Bogor dalam rangka misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo. Pengarahan berlangsung di lapangan Apel Makodam XII/Tpr.

Dalam arahannya, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, tidak semua prajurit mendapat kesempatan untuk tergabung dalam Satgas Monusco, prajurit yang tergabung dalam satgas ini sebagai orang yang terpilih.  “Tunjukkan ketulusan dan dedikasimu kepada satuan dan Kodam XII/Tpr, Penugasan ini membuktikan kepada masyarakat Kalbar dan Kalteng, TNI AD serta TNI bahwa kalian memang patut dibanggakan dan bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tegas Pangdam.

Selanjutnya Pangdam meminta, tanamkan dalam diri masing-masing bahwa tugas mulia ini adalah suatu pengabdian yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, hindari kesalahan sekecil apapun, selalu perhatikan faktor keamanan diri, materiil maupun kelompok.Pangdam juga menekankan, setiap prajurit harus menjunjung tinggi adat istiadat masyarakat di daerah penugasan. Mengenali budaya dan bahasa di daerah tugas karena penguasaan bahasa sangat penting dalam keberhasilan penugasan. “Untuk itu waktu yang ada gunakan untuk belajar bahasa Inggris maupun bahasa Kongo. Berikutnya, Mayjen  Nur Rahmad menyampaikan, bahwa tugas ini adalah melaksanakan misi perdamian dunia, ada  protap  yang harus dilakukan apabila menghadapi kontinjensi di daerah operasi. Saat  pratugas di PMPP Sentul, selama kurang lebih satu bulan, akan dilatih dan dibekali berbagai materi  sehingga siap melaksanakan tugas sebagai pasukan misi perdamaian dunia.

Baca Juga :  Minta Jasa Telekomunikasi Tertibkan SMS “Liar”

“Dalam tugas ini Prajurit harus menjaga marwah satuan, lebih lanjut membawa nama Kodam XII/Tpr, TNI AD, TNI juga akan membawa nama besar bangsa Indonesia,” lanjutnya. Pangdam menegaskan selama ini setiap penugasan pasukan perdamaian dunia, TNI selalu berhasil dan mengharumkan nama bangsa, karena dipersiapkan dengan baik dan punya nilai juang, seperti halnya yang dimiliki oleh prajurit Kodam XII/Tpr memiliki nilai. Nilai-nilai itulah yang saat sekarang ini sudah ada di dada prajurit Kodam XII/Tpr yaitu semangat Carathana Jitavina yang memiliki arti sekali melangkah pantang menyerah.

“Begitu kita melangkah kedepan pantang kita untuk mundur. Artinya setiap diberi tugas apapun harus kita laksanakan dengan baik dan berhasil,” tukasnya. Setiap prajuruit Satgas  agar mengikuti latihan pratugas di PMPP  dengan sebaik-baiknya, agar  betul-betul memahami tugas yang akan dilaksanakan. Bekal latihan di PMPP merupakan modal dasar dalam melaksanakan tugas di daerah operasi. (arf)

Most Read

Kasus Covid 2.490 Kasus

Berpulangnya Guru Sejati

Gencarkan Vaksinasi

Mahasiwa Kalbar Menggugat

Artikel Terbaru

/