alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Antar Arwah Kembali ke Nirwana

PONTIANAK – Meski dalam suasana Pandemi Covid-19, Yayasan Bhakti Suci tetap menggelar ritual pembakaran replika kapal Wangkang di Kompleks Pemakaman Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu (22/8).

Ritual tersebut adalah penutupan dari ritual sembahyang leluhur yang dilakukan warga Tionghoa di Kalimantan Barat.

Pembakaran kapal replika Wangkang tersebut merupakan tradisi untuk menghormati arwah leluhur serta sanak saudara yang telah meninggal.

Sejatinya Kapal Wangkang merupakan kapal yang digunakan untuk mengangkut masyarakat Tionghoa dari Cina ke Indonesia, khususnya ke Pontianak pada zaman dahulu.

Untuk menghormati dan mengingat leluhur, warga Tionghoa membuat replika kapal Wangkang yang akan dibakar dan menjadi pengujung ritual sembahyang kubur. Pembakaran kapal tersebut diartikan untuk mengangkut arwah yang ada di pemakaman tersebut.

Baca Juga :  Sebelas Orang Tewas Terseret Ombak Saat Ritual di Pantai Payangan

“Replikanya ini untuk mengangkut arwah yang ada di sini. Artinya mereka datang, terus tidak kembali lagi. Inilah bekal-bekal untuk isi di kapal. Itu bekal perjalanan mereka ke negeri Cina,” ujar Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci, Susanto Muliawan Lim, kemarin.

Ritual bakar replika kapal wangkang dilakukan setahun sekali. Kalau sembahyang kubur itu setahun dua kali. Dengan dibakar, artinya mereka mulai berangkat. Sebelum dibakar, didoakan terlebih dahulu.

Kendati demikian, ada yang berbeda dalam pelaksaan prosesi ritual pembakaran replika kapal wangkang kali ini. Selain masih dalam suasana pandemi, jadwal pembakaran yang biasanya dilaksanakan pada sore hari, diajukan pada pagi hari.

“Sedikit berbeda tentunya. Karena pandemi, jadwal pelaksaannya kami ajukan. Biasanya sore hari, sekarang pagi,” kata dia.

Baca Juga :  Jalani Rapid Test sebelum Pelaksaan Pengambilan Darah

Ada terselip doa dan harapan dalam ritual pembakaran replika kapal wangkang tersebut.

“Selain menghantarkan arwah leluhur, kami juga berharap agar pandemi ini segera berakhir. Dengan berakhirnya pandemi, maka semua tatatan kehidupan kembali normal,” harapnya. (arf)

PONTIANAK – Meski dalam suasana Pandemi Covid-19, Yayasan Bhakti Suci tetap menggelar ritual pembakaran replika kapal Wangkang di Kompleks Pemakaman Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu (22/8).

Ritual tersebut adalah penutupan dari ritual sembahyang leluhur yang dilakukan warga Tionghoa di Kalimantan Barat.

Pembakaran kapal replika Wangkang tersebut merupakan tradisi untuk menghormati arwah leluhur serta sanak saudara yang telah meninggal.

Sejatinya Kapal Wangkang merupakan kapal yang digunakan untuk mengangkut masyarakat Tionghoa dari Cina ke Indonesia, khususnya ke Pontianak pada zaman dahulu.

Untuk menghormati dan mengingat leluhur, warga Tionghoa membuat replika kapal Wangkang yang akan dibakar dan menjadi pengujung ritual sembahyang kubur. Pembakaran kapal tersebut diartikan untuk mengangkut arwah yang ada di pemakaman tersebut.

Baca Juga :  Polresta pun Siapkan Bilik Disinfektan

“Replikanya ini untuk mengangkut arwah yang ada di sini. Artinya mereka datang, terus tidak kembali lagi. Inilah bekal-bekal untuk isi di kapal. Itu bekal perjalanan mereka ke negeri Cina,” ujar Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci, Susanto Muliawan Lim, kemarin.

Ritual bakar replika kapal wangkang dilakukan setahun sekali. Kalau sembahyang kubur itu setahun dua kali. Dengan dibakar, artinya mereka mulai berangkat. Sebelum dibakar, didoakan terlebih dahulu.

Kendati demikian, ada yang berbeda dalam pelaksaan prosesi ritual pembakaran replika kapal wangkang kali ini. Selain masih dalam suasana pandemi, jadwal pembakaran yang biasanya dilaksanakan pada sore hari, diajukan pada pagi hari.

“Sedikit berbeda tentunya. Karena pandemi, jadwal pelaksaannya kami ajukan. Biasanya sore hari, sekarang pagi,” kata dia.

Baca Juga :  Ritual Adat Selam Air untuk Tuntaskan Sengketa Tanah

Ada terselip doa dan harapan dalam ritual pembakaran replika kapal wangkang tersebut.

“Selain menghantarkan arwah leluhur, kami juga berharap agar pandemi ini segera berakhir. Dengan berakhirnya pandemi, maka semua tatatan kehidupan kembali normal,” harapnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/