alexametrics
33.9 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Lukman Bakal Jadi Builder Pertama Wakili Kalbar

Pentingkan Pengalaman, Butuh Dukungan Untuk Berangkat

Builder asal Kota Singkawang Muhammad Lukman menjadi yang terbaik di ajang modifikasi roda dua Suryanation Motorland (SM) Road to Battle yang diadakan di Pontianak, Sabtu (21/9). Sepeda motor custom buatannya otomatis berhak diikutsertakan di ajang nasional SM Battle.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Ini akan menjadi yang pertama, bahwa ada sepeda motor custom karya anak daerah asal Kalbar berkesempatan unjuk gigi di ajang nasional. Muhammad Lukman, pegiat motor custom atau yang sering disebut builder asal Kota Singkawang orangnya. Sepeda motor buatannya berhasil menjadi yang terbaik diantara 40 sepeda motor karya builder se-Kalbar di ajang Suryanation Motorland (SM) Road to Battle 2019. Sepeda motor merek Kaisar Ruby 250cc yang di-custom bergaya roadtracker itu mampu mengalahkan para pesaingnya di even yang diadakan di Rumah Radakng, Sabtu (21/9).

Dari alasan juri, menurutnya di antara 40 sepeda motor terbaik se-Kalbar, buatannya dinilai paling detail dan memiliki banyak bagian yang murni dibuat sendiri atau handmade. “Untuk masuk sebagai 40 motor terbaik awal juga diseleksi dulu sebelumnya, namanya scrutineering, jadi setiap builder bawa karya dinilai penyelenggara mana saja yang layak untuk masuk di kelas kompetisi itu,” jelasnya kepada Pontianak Post, Minggu (22/9).

Menjadi yang terbaik di Kalbar, otomatis membuat sepeda motor karyanya berhak berkompetisi lagi di ajang nasional. Yakni dalam even serupa bertajuk Suryanation Motorland (SM) Battle. Dimana ada dua kota yang tersisa dari lima kota penyelenggaraan SM Battle, yaitu Denpasar pada akhir September ini atau Surabaya di akhir Oktober bulan depan.

Baca Juga :  PPnBM 0 Persen Gairahkan Otomotif

“Road to Battle (di Pontianak) ini semacam even yang lebih kecil untuk Battle, untuk mencari atau melihat builder daerah, mana yang kira-kira industri kreatif modifikasi motornya layak untuk diangkat ke nasional bahkan internasional,” jelasnya. Setelah even di Pontianak ini, Lukman tinggal memilih apakah ingin ikut di even skala nasional yang di Denpasar atau Surabaya. Mengingat pihak penyelenggara hanya memberikan uang pembinaan sebesar Rp3 juta, sementara tidak difasilitasi penuh untuk keberangkatan di even nasional, ia berencana akan mengikuti yang di Surabaya. Dengan pertimbangan agar ada waktu untuk persiapan dan mencari dukungan biaya keberangkatan.

“Untuk ke nasional belum difasilitasi penuh, tapi jika di nasional terpilih dan akan dibawa ke internasional itu yang nantinya difasilitasi penuh oleh penyelenggara,” terang alumnus UPI Bandung Jurusan Teknik Elektro itu. Dengan demikian, bukan tidak mungkin sepeda motor karyanya bisa diikutsertakan kembali oleh pihak penyelenggara ke ajang internasional di Amerika Serikat. Namun sebelum itu, ia mengaku masih kebingungan, sebab belum ada biaya yang cukup untuk berangkat ke tingkat nasional. “Sejauh ini masih biaya pribadi, untuk angkut motor dari Singkawang ke Pontianak juga sudah lumayan (biayanya), sekarang harus memikirkan untuk berangkat ke Surabaya,” ujarnya.

Lukman mengaku ingin sekali bisa membawa karyanya di ajang nasional. Meski ia juga tidak akan mematok target yang tinggi, mengingat persaingan di sana tentunya akan lebih sulit. Ia yang terbilang builder pemula, otomatis harus bersaing dengan builder-builder ternama se-tanah air. Karena itu keinginan mendapat ilmu dan pengalaman menjadi tujuan utamanya.

Baca Juga :  Ternak Hamster Saat Pandemi, Raup Puluhan Juta Sebulan

“Terutama ilmunya, setingkat nasional kan kita belum pernah, dari Kalbar satu pun belum pernah, mungkin kalau berangkat saya satu-satunya yang pertama. Kalau juara di daerah pasti bedalah (pengalamannya) walaupuan kalah di nasional,” katanya.

Karena itu ia sangat terbuka jika ada pihak-pihak yang ingin membantu atau mensponsori keberangkatannya mewakili Kalbar. Terutama untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di sana. Yang rencanannya, ia akan pergi bersama satu orang kru dari bengkelnya. “Kru satu orang terus saya pribadi dan transportasi motor, pulang pergi. Paling itu saja,” ungkapnya.

Selain mendapat pengalaman secara pribadi, menurut Lukman dengan keikutsertaan perwakilan Kalbar ke even sekelas Suryanation Motorland di nasional, bakal ada dampak positif ke daerah ini. Karena even ini cukup besar dan ditunggu-tunggi untuk bisa diadakan juga di Pontianak. Jika tahun ini hanya seri road to battle, bisa saja tahun depan Pontianak terpilih untuk seri yang lebih besar yaitu seri battle.

“Dengan saya berangkat itu bisa menjadi pertimbangan pihak penyelenggara untuk bisa jadi mengadakan battle di Pontianak. Tahun depan (Pontianak), bisa jadi masuk kalender nasionalnya. Karena menjadi tolak ukur,” paparnya. Dengan masuknya even nasional di Pontianak atau Kalbar secara umum, tentu kemudian bakal berdampak pada kemajuan dunia custom sepeda motor di provinsi ini. Harapannya Kalbar bisa mendapat apresiasi yang lebih di kancah nasional. “Jadi ada dampak yang lebih luas, bakal menghidupkan builder-builder di daerah untuk lebih bagus lagi,” pungkasnya.**

Pentingkan Pengalaman, Butuh Dukungan Untuk Berangkat

Builder asal Kota Singkawang Muhammad Lukman menjadi yang terbaik di ajang modifikasi roda dua Suryanation Motorland (SM) Road to Battle yang diadakan di Pontianak, Sabtu (21/9). Sepeda motor custom buatannya otomatis berhak diikutsertakan di ajang nasional SM Battle.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Ini akan menjadi yang pertama, bahwa ada sepeda motor custom karya anak daerah asal Kalbar berkesempatan unjuk gigi di ajang nasional. Muhammad Lukman, pegiat motor custom atau yang sering disebut builder asal Kota Singkawang orangnya. Sepeda motor buatannya berhasil menjadi yang terbaik diantara 40 sepeda motor karya builder se-Kalbar di ajang Suryanation Motorland (SM) Road to Battle 2019. Sepeda motor merek Kaisar Ruby 250cc yang di-custom bergaya roadtracker itu mampu mengalahkan para pesaingnya di even yang diadakan di Rumah Radakng, Sabtu (21/9).

Dari alasan juri, menurutnya di antara 40 sepeda motor terbaik se-Kalbar, buatannya dinilai paling detail dan memiliki banyak bagian yang murni dibuat sendiri atau handmade. “Untuk masuk sebagai 40 motor terbaik awal juga diseleksi dulu sebelumnya, namanya scrutineering, jadi setiap builder bawa karya dinilai penyelenggara mana saja yang layak untuk masuk di kelas kompetisi itu,” jelasnya kepada Pontianak Post, Minggu (22/9).

Menjadi yang terbaik di Kalbar, otomatis membuat sepeda motor karyanya berhak berkompetisi lagi di ajang nasional. Yakni dalam even serupa bertajuk Suryanation Motorland (SM) Battle. Dimana ada dua kota yang tersisa dari lima kota penyelenggaraan SM Battle, yaitu Denpasar pada akhir September ini atau Surabaya di akhir Oktober bulan depan.

Baca Juga :  Diskon PPnBM Berlaku, 29 Tipe Mobil Turun Harga

“Road to Battle (di Pontianak) ini semacam even yang lebih kecil untuk Battle, untuk mencari atau melihat builder daerah, mana yang kira-kira industri kreatif modifikasi motornya layak untuk diangkat ke nasional bahkan internasional,” jelasnya. Setelah even di Pontianak ini, Lukman tinggal memilih apakah ingin ikut di even skala nasional yang di Denpasar atau Surabaya. Mengingat pihak penyelenggara hanya memberikan uang pembinaan sebesar Rp3 juta, sementara tidak difasilitasi penuh untuk keberangkatan di even nasional, ia berencana akan mengikuti yang di Surabaya. Dengan pertimbangan agar ada waktu untuk persiapan dan mencari dukungan biaya keberangkatan.

“Untuk ke nasional belum difasilitasi penuh, tapi jika di nasional terpilih dan akan dibawa ke internasional itu yang nantinya difasilitasi penuh oleh penyelenggara,” terang alumnus UPI Bandung Jurusan Teknik Elektro itu. Dengan demikian, bukan tidak mungkin sepeda motor karyanya bisa diikutsertakan kembali oleh pihak penyelenggara ke ajang internasional di Amerika Serikat. Namun sebelum itu, ia mengaku masih kebingungan, sebab belum ada biaya yang cukup untuk berangkat ke tingkat nasional. “Sejauh ini masih biaya pribadi, untuk angkut motor dari Singkawang ke Pontianak juga sudah lumayan (biayanya), sekarang harus memikirkan untuk berangkat ke Surabaya,” ujarnya.

Lukman mengaku ingin sekali bisa membawa karyanya di ajang nasional. Meski ia juga tidak akan mematok target yang tinggi, mengingat persaingan di sana tentunya akan lebih sulit. Ia yang terbilang builder pemula, otomatis harus bersaing dengan builder-builder ternama se-tanah air. Karena itu keinginan mendapat ilmu dan pengalaman menjadi tujuan utamanya.

Baca Juga :  Terbukti Unggul, Tiga Motor Sport Yamaha Raih Otomotif Award 2022

“Terutama ilmunya, setingkat nasional kan kita belum pernah, dari Kalbar satu pun belum pernah, mungkin kalau berangkat saya satu-satunya yang pertama. Kalau juara di daerah pasti bedalah (pengalamannya) walaupuan kalah di nasional,” katanya.

Karena itu ia sangat terbuka jika ada pihak-pihak yang ingin membantu atau mensponsori keberangkatannya mewakili Kalbar. Terutama untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di sana. Yang rencanannya, ia akan pergi bersama satu orang kru dari bengkelnya. “Kru satu orang terus saya pribadi dan transportasi motor, pulang pergi. Paling itu saja,” ungkapnya.

Selain mendapat pengalaman secara pribadi, menurut Lukman dengan keikutsertaan perwakilan Kalbar ke even sekelas Suryanation Motorland di nasional, bakal ada dampak positif ke daerah ini. Karena even ini cukup besar dan ditunggu-tunggi untuk bisa diadakan juga di Pontianak. Jika tahun ini hanya seri road to battle, bisa saja tahun depan Pontianak terpilih untuk seri yang lebih besar yaitu seri battle.

“Dengan saya berangkat itu bisa menjadi pertimbangan pihak penyelenggara untuk bisa jadi mengadakan battle di Pontianak. Tahun depan (Pontianak), bisa jadi masuk kalender nasionalnya. Karena menjadi tolak ukur,” paparnya. Dengan masuknya even nasional di Pontianak atau Kalbar secara umum, tentu kemudian bakal berdampak pada kemajuan dunia custom sepeda motor di provinsi ini. Harapannya Kalbar bisa mendapat apresiasi yang lebih di kancah nasional. “Jadi ada dampak yang lebih luas, bakal menghidupkan builder-builder di daerah untuk lebih bagus lagi,” pungkasnya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/