alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Kecewa, Jokowi Tak Pilih Tokoh Asal Kalimantan Masuk Kabinet

PONTIANAK—Presiden Joko Widodo telah mengumumkan sebanyak 34 nama Menteri dan 4 nama setingkat Menteri dalam anggota Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Rabu (23/10) pagi.

Pengumuman dilangsungkan di Istana Kepresidenan. Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama jajaran kabinet duduk bersama-sama di tangga Istana. Sayangnya tidak ada satupun  nama tokoh asal Kalimantan yang dipanggil Jokowi.

Itu dikatakan anggota DPR Syarif Abdullah Alkadrie. Menurutnya pada periode 2014-2019, tidak ada juga tokoh asal Kalimantan yang dijadikan Menteri di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Selama dua periode Jokowi, tokoh asal Kalimantan tidak ada sama sekali dijadikan Menteri. Yang sekarang (2019-2024) selain dari Jawa juga dari Sumatera,” kata Syarif.

Dia menyebutkan secara regional kewilayahan Kabinet Indonesia Maju, tidak terisi keterwakilan tokoh asal Kalimantan. Padahal pulau Kalimantan luas mencakup 5 Provinsi (Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng dan Kalutara).

Baca Juga :  Jokowi Bubarkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19

”Berbeda pada era Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid, Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, hingga Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, ada perwakilan dari Kalimantan. Hanya sekarang sejak lima tahun lalu sampai sekarang Kabinet Kerja Jilid II Jokowi, juga sepertinya Kalimantan agak ditinggal,” kata politisi Nasdem asal daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) ini.

Syarif mengaku terkejut dan tidak paham apa yang jadi penyebab tokoh asal Kalimantan tidak ada. Padahal, angka prosentase kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 berasal dari empat provinsi di Kalimantan. Seperti Kalbar, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

“Hanya di Kalimantan Selatan saja Jokowi kalah,” ujarnya.

Dia sebenarnya dari awal sudah berharap terserah tokoh dari Kalimantan mana pun. Apakah itu Kalbar, Kalsel, Kaltim, Kaltara, maupun Kalteng. Yang penting, kata dia, keterwakilan secara regional Kalimantan ada dalam kabinet.

Baca Juga :  Jokowi Apresiasi Kesiapan PLN Dukung KTT G20

“Berkaca lima tahun lalu, Kalimantan semacam ditinggal. Kami berkeinginan siapa pun putra Kalimantan yang terbaik harus ada mewakili, paling tidak keterwakilan regional itu ada,” ucapnya.

Syarif menyebutkan bahwa bicara masalah Sumber Daya Manusia (SDM) tidak sedikit orang Kalimantan mumpuni dan jago. Beberapa sampai sekarang masih ada menjabat eselon I di Kementerian karena prestasi. Sementara tokoh-tokoh Kalimantan juga tidak sedikit berkarir cemerlang di tingkat pusat. ”Anehnya kok tidak masuk hitungan,” tuturnya.

Dia menyebutkan harusnya keterwakilan masing-masing wilayah atau regional wilayah ada dalam pemerintahan Jokowi. Apalagi Kalimantan dipersiapkan menjadi ibu kota negara. “Saya sudah terlalu berharap ada putra-putra terbaik dari Kalimantan mewakili dari cabinet. Tetapi setelah dilantik ternyata tidak ada sama sekali,” pungkasnya.(den)

PONTIANAK—Presiden Joko Widodo telah mengumumkan sebanyak 34 nama Menteri dan 4 nama setingkat Menteri dalam anggota Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Rabu (23/10) pagi.

Pengumuman dilangsungkan di Istana Kepresidenan. Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama jajaran kabinet duduk bersama-sama di tangga Istana. Sayangnya tidak ada satupun  nama tokoh asal Kalimantan yang dipanggil Jokowi.

Itu dikatakan anggota DPR Syarif Abdullah Alkadrie. Menurutnya pada periode 2014-2019, tidak ada juga tokoh asal Kalimantan yang dijadikan Menteri di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Selama dua periode Jokowi, tokoh asal Kalimantan tidak ada sama sekali dijadikan Menteri. Yang sekarang (2019-2024) selain dari Jawa juga dari Sumatera,” kata Syarif.

Dia menyebutkan secara regional kewilayahan Kabinet Indonesia Maju, tidak terisi keterwakilan tokoh asal Kalimantan. Padahal pulau Kalimantan luas mencakup 5 Provinsi (Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng dan Kalutara).

Baca Juga :  Tekan Harga Migor Curah Dalam Dua Minggu

”Berbeda pada era Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid, Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, hingga Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, ada perwakilan dari Kalimantan. Hanya sekarang sejak lima tahun lalu sampai sekarang Kabinet Kerja Jilid II Jokowi, juga sepertinya Kalimantan agak ditinggal,” kata politisi Nasdem asal daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) ini.

Syarif mengaku terkejut dan tidak paham apa yang jadi penyebab tokoh asal Kalimantan tidak ada. Padahal, angka prosentase kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 berasal dari empat provinsi di Kalimantan. Seperti Kalbar, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

“Hanya di Kalimantan Selatan saja Jokowi kalah,” ujarnya.

Dia sebenarnya dari awal sudah berharap terserah tokoh dari Kalimantan mana pun. Apakah itu Kalbar, Kalsel, Kaltim, Kaltara, maupun Kalteng. Yang penting, kata dia, keterwakilan secara regional Kalimantan ada dalam kabinet.

Baca Juga :  15 Usulan Program Prioritas Ditargetkan Kelar Enam Bulan

“Berkaca lima tahun lalu, Kalimantan semacam ditinggal. Kami berkeinginan siapa pun putra Kalimantan yang terbaik harus ada mewakili, paling tidak keterwakilan regional itu ada,” ucapnya.

Syarif menyebutkan bahwa bicara masalah Sumber Daya Manusia (SDM) tidak sedikit orang Kalimantan mumpuni dan jago. Beberapa sampai sekarang masih ada menjabat eselon I di Kementerian karena prestasi. Sementara tokoh-tokoh Kalimantan juga tidak sedikit berkarir cemerlang di tingkat pusat. ”Anehnya kok tidak masuk hitungan,” tuturnya.

Dia menyebutkan harusnya keterwakilan masing-masing wilayah atau regional wilayah ada dalam pemerintahan Jokowi. Apalagi Kalimantan dipersiapkan menjadi ibu kota negara. “Saya sudah terlalu berharap ada putra-putra terbaik dari Kalimantan mewakili dari cabinet. Tetapi setelah dilantik ternyata tidak ada sama sekali,” pungkasnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/