alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Midji : Saya Tak Akan Mau Jadi Menteri

Pertama saya pasti tak mau. Lebih enak jadi gubernur dari pada jadi menteri. Bahkan ada mantan menteri jadi wali kota, artinya apa jabatan gubernur (kepala daerah) itu jabatan strategis

Sutarmidji

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji sempat menghadiri acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10). Orang nomor satu di Kalbar itu berharap, dengan pelantikan kepala negara periode 2019-2024, janji-janji pembangunan di Kalbar segera diwujudkan.

Pada prinsipnya menurut dia beberapa proyek pembangunan yang besar sudah akan direalisasikan pemerintah pusat. Salah satunya, pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar di Kabupaten Sambas yang sudah akan ditender.

Lalu yang lainnya, seperti pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I dan Jembatan Kapuas III keduanya sudah disetujui presiden. Pemerintah daerah tinggal melaksanakan kewajiban pembebasan lahan. Termasuk untuk pembangunan beberapa ruas jalan di Kalbar.

Baca Juga :  Manfaatkan Tanda Tangan Digital

“Semua sudah oke, tinggal bagaimana kita lebih bersinergi dengan DPD dan DPR RI (dapil Kalbar) untuk memperjuangkan lebih banyak kepentingan Kalbar,” harapnya.

Mengenai pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Kapuas Raya, ia menegaskan semua merupakan kewenangan pusat. Ia justru merasa aneh ketika ada pihak tertentu yang memintanya menandatangani pembentukan provinsi di timur Kalbar itu. “Itu yang nyuruh sepok namanya itu, tidak mengerti,” tegasnya.

Midji sapaan akrabnya berjanji untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kapuas Raya. Meski kewenangan itu tetap ada pada pemerintah pusat. “Ini saya disuruh tandatangan cepat-cepat pemekaran, kalau saya boleh, besok pun sudah saya tandatangani,” katanya.

Kemudian melihat saat ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sedang menyusun kabinet, Midji berharap ada perwakilan atau orang daerah asal Kalbar masuk di jajaran menteri. Meski memang sampai saat ini ia belum mendapat informasi yang menjurus ke sana.

Baca Juga :   Wisuda Angkatan Pertama 100 Penghafal Alquran; Yusuf Jadi Hafiz Termuda, Hafal 30 Juz Sejak Kelas III SD

Sementara ketika ditanya kemungkinan dirinya sendiri yang dipanggil sebagai menteri, Midji mamastikan hal itu tidak akan mungkin terjadi. Alasan pertama, menurutnya ia tak akan mau jika mendapat tawaran tersebut.

“Pertama saya pasti tak mau. Lebih enak jadi gubernur dari pada jadi menteri,” ucapnya.

Ia justru mempertanyakan jika ada gubernur yang masih menjabat, lantas ingin mendapat tawaran sebagai menteri. Karena selama ini, faktanya ia melihat justru banyak menteri yang ingin mencalonkan diri sebagai gubernur.

“Bahkan ada mantan menteri jadi wali kota, artinya apa jabatan gubernur (kepala daerah) itu jabatan strategis,” imbuhnya.

Lalu alasan yang kedua, ia sendiri sudah berjanji kepada masyarakat Kalbar untuk semaksimal mungkin menyelesaikan permasalahan yang ada di provinsi ini.

“Kami buat semuanya transparan, Kalbar ini perlu transparansi, mudah-mudahan itu bisa terwujud,” pungkasnya.(bar)

 

Pertama saya pasti tak mau. Lebih enak jadi gubernur dari pada jadi menteri. Bahkan ada mantan menteri jadi wali kota, artinya apa jabatan gubernur (kepala daerah) itu jabatan strategis

Sutarmidji

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji sempat menghadiri acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10). Orang nomor satu di Kalbar itu berharap, dengan pelantikan kepala negara periode 2019-2024, janji-janji pembangunan di Kalbar segera diwujudkan.

Pada prinsipnya menurut dia beberapa proyek pembangunan yang besar sudah akan direalisasikan pemerintah pusat. Salah satunya, pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar di Kabupaten Sambas yang sudah akan ditender.

Lalu yang lainnya, seperti pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I dan Jembatan Kapuas III keduanya sudah disetujui presiden. Pemerintah daerah tinggal melaksanakan kewajiban pembebasan lahan. Termasuk untuk pembangunan beberapa ruas jalan di Kalbar.

Baca Juga :  Sukacita Kelahiran Cucu Pertama Gubernur Kalbar

“Semua sudah oke, tinggal bagaimana kita lebih bersinergi dengan DPD dan DPR RI (dapil Kalbar) untuk memperjuangkan lebih banyak kepentingan Kalbar,” harapnya.

Mengenai pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Kapuas Raya, ia menegaskan semua merupakan kewenangan pusat. Ia justru merasa aneh ketika ada pihak tertentu yang memintanya menandatangani pembentukan provinsi di timur Kalbar itu. “Itu yang nyuruh sepok namanya itu, tidak mengerti,” tegasnya.

Midji sapaan akrabnya berjanji untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kapuas Raya. Meski kewenangan itu tetap ada pada pemerintah pusat. “Ini saya disuruh tandatangan cepat-cepat pemekaran, kalau saya boleh, besok pun sudah saya tandatangani,” katanya.

Kemudian melihat saat ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sedang menyusun kabinet, Midji berharap ada perwakilan atau orang daerah asal Kalbar masuk di jajaran menteri. Meski memang sampai saat ini ia belum mendapat informasi yang menjurus ke sana.

Baca Juga :  2.800 Karung Beras Disalurkan

Sementara ketika ditanya kemungkinan dirinya sendiri yang dipanggil sebagai menteri, Midji mamastikan hal itu tidak akan mungkin terjadi. Alasan pertama, menurutnya ia tak akan mau jika mendapat tawaran tersebut.

“Pertama saya pasti tak mau. Lebih enak jadi gubernur dari pada jadi menteri,” ucapnya.

Ia justru mempertanyakan jika ada gubernur yang masih menjabat, lantas ingin mendapat tawaran sebagai menteri. Karena selama ini, faktanya ia melihat justru banyak menteri yang ingin mencalonkan diri sebagai gubernur.

“Bahkan ada mantan menteri jadi wali kota, artinya apa jabatan gubernur (kepala daerah) itu jabatan strategis,” imbuhnya.

Lalu alasan yang kedua, ia sendiri sudah berjanji kepada masyarakat Kalbar untuk semaksimal mungkin menyelesaikan permasalahan yang ada di provinsi ini.

“Kami buat semuanya transparan, Kalbar ini perlu transparansi, mudah-mudahan itu bisa terwujud,” pungkasnya.(bar)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/