alexametrics
29 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Bangun Rumah Baru Serta Berbagai Fasilitas Umum

PONTIANAK – Puluhan petugas pemadam kebakaran (damkar) dari anggota Forum Komunikasi Kebakaran Pontianak (FKKP), beserta personel kepolisian yang dibantu masyarakat setempat perlahan mulai membangun kembali tempat yang menjadi peristiwa kebakaran, di Gang Sadaraya RT 05/RW 11, Kelurahan Siantan Tengah, Pontianak Utara.

Beberapa bangunan serta fasilitas yang dibangun dengan cara gotong royong tersebut meliputi lima unit rumah yang menjadi korban keganasan si jago merah pada awal November lalu serta pelebaran jalan hingga pembuatan taman bermain anak dan bank sampah di sekitar lingkungan Gang Sadaraya.

Ketua FKKP, Ateng Tanjaya mengatakan untuk proses pengerjaan ini sudah dilakukan sejak akhir bulan November lalu. Dia mengungkapkan, untuk bantuan pembangunan rumah bagi keluarga yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu, pihaknya mencatat ada empat unit rumah yang harus dibangun total dari awal dan satu bangunan yang harus dilakukan renovasi karena terkena dampak dari peristiwa nahas tersebut.

Ia mengungkapkan sumber bantuan ini sendiri datang dari berbagai pihak yang bergerak sebagai donatur, berupa uang tunai dan juga material bahan bangunan. Setidaknya ada sekitar 250 sak semen, 20 truk pasir, 5000 keping batako, serta 400 keping genteng yang merupakan total bantuan yang masuk dari donatur untuk membantu korban kebakaran yang membutuhkan. “Terlebih dari peristiwa tersebut ada yang menjadi korban jiwa, sehingga menarik simpati masyarakat untuk turut menyumbang membangun kembali semangat keluarga korban akibat kejadian kebakaran itu,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (22/12).

Baca Juga :  Baby Boom Tak Terjadi di Kalbar

Sementara untuk pelebaran jalan, Ateng menyebut hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi lagi suatu hal-hal yang bersifat darurat seperti sebelumnya. Terutama saat rombongan mobil pemadam tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran, tersebut lantaran ruas jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati mobil pemadam.

“Karena kejadian kemarin (kebakaran) merupakan yang kedua kali, setelah dua tahun lalu kebakaran juga terjadi dikawasan tersebuit dan mobil pemadan juga tak bisa masuk. Jadi kita inisiatif bantu pelebaran jalan dari yang awalnya 1,5 meter kita lebarkan jadi 3 meter,” jelasnya.

Selain itu, taman bermain untuk anak-anak serta bank sampah juga menjadi alternatif untuk dibangun dengan tujuan menjadikan masyarakat di sekitar gang sadaraya menjadi lebih mandiri dan mampu menciptakan hal yang bermanfaat. “Jadi nanti untuk bank sampah itu kita harapkan bisa bantu masyarakat mengolah sampah menjadi kompos. Sehingga bisa bermanfaat bagi mereka,” sambungnya.

Dia menargetkan pengerjaan semuanya selesai secepat mungkin, atau paling lambat sebelum perayaan hari raya Imlek. Ia mengaku optimis hal itu dapat terwujud mengingat animo masyarakat dalam membangun tempat tinggal mereka dengan cara gotong royong sangat tinggi.

Dia berharap kedepannya peran dari pemadam khususnya yang ada di kota pontianak semakin dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Tak hanya semerta ketika ada musibah kebakaran, namun juga disaat kapanpun dan dimanapun masyarakat membutuhkan. “Ini sekaligus guna mempertegas semboyan damkar, yakni dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat juga. Jadi apapun masalah yang dialami masyarakat juga jadi masalah kita bersama. Sekaligus kita menginginkan damkar bisa dijadikan sebagai suatu wadah dalam rangka mempererat kesatuan antar etnis di masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :  Pemda Diminta Evaluasi Perusahaan Sawit

Sementara itu, Ketua RW setempat, Abdul Aziz mengungkapkan bantuan yang diberikan ini tentu sangat berdampak besar terhadap kebutuhan masyarakat kedepannya. Terutama bantuan pelebaran jalan, yang menurutnya disamping untuk keperluan transportasi masyarakat secara umum, juga berdampak pada kebutuhan darurat seperti misalnya ada mobil ambulans yang ingin masuk ataupun mobil pemadam yang hendak membantu jika ada terjadi kebakaran. Hal ini dikatakannya setelah berkaca dari peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya.

“Jadi setelah jalan ini dibangun, masyarakat tak perlu lagi keluar jalan tapi mobil tinggal masuk saja ke dalam gang karena saat ini sudah diperlebar. Dan ini sangat besar sekali manfaatnya,” katanya. Dirinya sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh setiap donatur yang mengucurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Termasuk untuk rekan-rekan damkar yang dari awal proses pengerjaan sudah membantu proses pengerjaan rumah korban kebakaran, jalan, taman bermain, serta pembuatan bank sampah di Gang Sadaraya.

“Ini artinya damkar tak hanya menyoal pekerjaan sebagai pemadam api saat kebakaran saja, namun juga peduli dengan lingkungan termasuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya.  “Kami selaku warga tentunya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya terhadap semua donatur dan juga semua pihak yang telah membantu saudara kita yang terkena musibah,” tutupnya. (sig)

PONTIANAK – Puluhan petugas pemadam kebakaran (damkar) dari anggota Forum Komunikasi Kebakaran Pontianak (FKKP), beserta personel kepolisian yang dibantu masyarakat setempat perlahan mulai membangun kembali tempat yang menjadi peristiwa kebakaran, di Gang Sadaraya RT 05/RW 11, Kelurahan Siantan Tengah, Pontianak Utara.

Beberapa bangunan serta fasilitas yang dibangun dengan cara gotong royong tersebut meliputi lima unit rumah yang menjadi korban keganasan si jago merah pada awal November lalu serta pelebaran jalan hingga pembuatan taman bermain anak dan bank sampah di sekitar lingkungan Gang Sadaraya.

Ketua FKKP, Ateng Tanjaya mengatakan untuk proses pengerjaan ini sudah dilakukan sejak akhir bulan November lalu. Dia mengungkapkan, untuk bantuan pembangunan rumah bagi keluarga yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu, pihaknya mencatat ada empat unit rumah yang harus dibangun total dari awal dan satu bangunan yang harus dilakukan renovasi karena terkena dampak dari peristiwa nahas tersebut.

Ia mengungkapkan sumber bantuan ini sendiri datang dari berbagai pihak yang bergerak sebagai donatur, berupa uang tunai dan juga material bahan bangunan. Setidaknya ada sekitar 250 sak semen, 20 truk pasir, 5000 keping batako, serta 400 keping genteng yang merupakan total bantuan yang masuk dari donatur untuk membantu korban kebakaran yang membutuhkan. “Terlebih dari peristiwa tersebut ada yang menjadi korban jiwa, sehingga menarik simpati masyarakat untuk turut menyumbang membangun kembali semangat keluarga korban akibat kejadian kebakaran itu,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (22/12).

Baca Juga :  Wan Is; Displin Diri Cara Putuskan Covid-19

Sementara untuk pelebaran jalan, Ateng menyebut hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi lagi suatu hal-hal yang bersifat darurat seperti sebelumnya. Terutama saat rombongan mobil pemadam tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran, tersebut lantaran ruas jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati mobil pemadam.

“Karena kejadian kemarin (kebakaran) merupakan yang kedua kali, setelah dua tahun lalu kebakaran juga terjadi dikawasan tersebuit dan mobil pemadan juga tak bisa masuk. Jadi kita inisiatif bantu pelebaran jalan dari yang awalnya 1,5 meter kita lebarkan jadi 3 meter,” jelasnya.

Selain itu, taman bermain untuk anak-anak serta bank sampah juga menjadi alternatif untuk dibangun dengan tujuan menjadikan masyarakat di sekitar gang sadaraya menjadi lebih mandiri dan mampu menciptakan hal yang bermanfaat. “Jadi nanti untuk bank sampah itu kita harapkan bisa bantu masyarakat mengolah sampah menjadi kompos. Sehingga bisa bermanfaat bagi mereka,” sambungnya.

Dia menargetkan pengerjaan semuanya selesai secepat mungkin, atau paling lambat sebelum perayaan hari raya Imlek. Ia mengaku optimis hal itu dapat terwujud mengingat animo masyarakat dalam membangun tempat tinggal mereka dengan cara gotong royong sangat tinggi.

Dia berharap kedepannya peran dari pemadam khususnya yang ada di kota pontianak semakin dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Tak hanya semerta ketika ada musibah kebakaran, namun juga disaat kapanpun dan dimanapun masyarakat membutuhkan. “Ini sekaligus guna mempertegas semboyan damkar, yakni dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat juga. Jadi apapun masalah yang dialami masyarakat juga jadi masalah kita bersama. Sekaligus kita menginginkan damkar bisa dijadikan sebagai suatu wadah dalam rangka mempererat kesatuan antar etnis di masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :  Soal Rencana Vaksinasi Covid-19, Perlu Sosialisasi Berkesinambungan

Sementara itu, Ketua RW setempat, Abdul Aziz mengungkapkan bantuan yang diberikan ini tentu sangat berdampak besar terhadap kebutuhan masyarakat kedepannya. Terutama bantuan pelebaran jalan, yang menurutnya disamping untuk keperluan transportasi masyarakat secara umum, juga berdampak pada kebutuhan darurat seperti misalnya ada mobil ambulans yang ingin masuk ataupun mobil pemadam yang hendak membantu jika ada terjadi kebakaran. Hal ini dikatakannya setelah berkaca dari peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya.

“Jadi setelah jalan ini dibangun, masyarakat tak perlu lagi keluar jalan tapi mobil tinggal masuk saja ke dalam gang karena saat ini sudah diperlebar. Dan ini sangat besar sekali manfaatnya,” katanya. Dirinya sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh setiap donatur yang mengucurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Termasuk untuk rekan-rekan damkar yang dari awal proses pengerjaan sudah membantu proses pengerjaan rumah korban kebakaran, jalan, taman bermain, serta pembuatan bank sampah di Gang Sadaraya.

“Ini artinya damkar tak hanya menyoal pekerjaan sebagai pemadam api saat kebakaran saja, namun juga peduli dengan lingkungan termasuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya.  “Kami selaku warga tentunya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya terhadap semua donatur dan juga semua pihak yang telah membantu saudara kita yang terkena musibah,” tutupnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/