alexametrics
28 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Dekranasda Kota Kenalkan Peluang Usaha Ecoprint

Jadi Trend Karena Unik dan Ramah Lingkungan

Sebanyak 200 peserta dari perwakilan anggota Tim Penggerak PKK Kecamatan, organisasi masyarakat dan mahasiswa di Kota Pontianak, mengikuti Workshop Ecoprint bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (21/12).

“Ecoprint adalah proses mentransfer warna alami dan bentuk ke kain melalui kontak langsung baik dengan teknik dipukul maupun dikukus. Ecoprint memiliki peluang sangat menjanjikan. Ini juga sedang trend karena selain ramah lingkungan juga ekslusif karena setiap produk yang dihasilkan memiliki keunikan,” kata Ketua Dekranasda Pontianak, Yanieta Arbiastutie.

Ecoprint lanjutnya memanfaatkan pewarna alami dari tumbuhan seperti kunyit, kayu secang, kembang talang, kulit bawang bombai, kayu jambal, kayu tingi, kulit manggis dan abu batang padi, sehingga selain ramah lingkungan juga baik bagi kesehatan jika dibandingkan dengan pewarna sintetis.

Baca Juga :  Warga Ketungau Keluhkan Jalan Rusak

Selain itu ecoprint juga dapat menggunakan daun tumbuhan yang menjadi ciri khas Kota Pontianak sehingga motif produk yang dihasilkan akan berbeda dengan daerah lain. Yanieta berharap dengan digelarnya Workshop Ecoprint bisa memotivasi peserta untuk menciptakan ekonomi kreatif sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Peserta harus semangat, jadikan workshop ini sebagai sarana meningkatkan keterampilan nanti hasilnya bisa untuk menambah perekonomian keluarga.

Pihaknya meminta kepada narasumber agar membantu mengajarkan kepada peserta bagaimana memanfaatkan tumbuhan sehingga bisa menjadi produk yang dapat dipasarkan.

Untuk pemasaran produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha kecil dan menengah, Yanieta mengatakan bahwa Kota Pontianak telah memiliki UMKM Center dan pihaknya siap untuk membantu. “Kita punya UMKM Center di Jalan Sultan Abdurrahman, gedung nya repsentatif dan pengunjungnya pun banyak, kami di Dekranasda Kota Pontianak siap membantu,” tutupnya.(iza)

Jadi Trend Karena Unik dan Ramah Lingkungan

Sebanyak 200 peserta dari perwakilan anggota Tim Penggerak PKK Kecamatan, organisasi masyarakat dan mahasiswa di Kota Pontianak, mengikuti Workshop Ecoprint bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (21/12).

“Ecoprint adalah proses mentransfer warna alami dan bentuk ke kain melalui kontak langsung baik dengan teknik dipukul maupun dikukus. Ecoprint memiliki peluang sangat menjanjikan. Ini juga sedang trend karena selain ramah lingkungan juga ekslusif karena setiap produk yang dihasilkan memiliki keunikan,” kata Ketua Dekranasda Pontianak, Yanieta Arbiastutie.

Ecoprint lanjutnya memanfaatkan pewarna alami dari tumbuhan seperti kunyit, kayu secang, kembang talang, kulit bawang bombai, kayu jambal, kayu tingi, kulit manggis dan abu batang padi, sehingga selain ramah lingkungan juga baik bagi kesehatan jika dibandingkan dengan pewarna sintetis.

Baca Juga :  Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi Masuk Ayani Megamal

Selain itu ecoprint juga dapat menggunakan daun tumbuhan yang menjadi ciri khas Kota Pontianak sehingga motif produk yang dihasilkan akan berbeda dengan daerah lain. Yanieta berharap dengan digelarnya Workshop Ecoprint bisa memotivasi peserta untuk menciptakan ekonomi kreatif sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Peserta harus semangat, jadikan workshop ini sebagai sarana meningkatkan keterampilan nanti hasilnya bisa untuk menambah perekonomian keluarga.

Pihaknya meminta kepada narasumber agar membantu mengajarkan kepada peserta bagaimana memanfaatkan tumbuhan sehingga bisa menjadi produk yang dapat dipasarkan.

Untuk pemasaran produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha kecil dan menengah, Yanieta mengatakan bahwa Kota Pontianak telah memiliki UMKM Center dan pihaknya siap untuk membantu. “Kita punya UMKM Center di Jalan Sultan Abdurrahman, gedung nya repsentatif dan pengunjungnya pun banyak, kami di Dekranasda Kota Pontianak siap membantu,” tutupnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/