alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

14 WBP Perempuan Lapas Sintang Pindah ke Lapas Pontianak

Upaya Pencegahan Peredaran Gelap Narkoba di Lapas Sintang

Sebanyak 14 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Perempuan dipindahkan dari Lapas Kelas 2b Sintang ke Lapas Perempuan Kelas 2a Pontianak oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Tim Satuan Tugas Kamtib Kanwil Kemenkumham Kalbar, belum lama ini. Pemindahan tersebut dilakukan dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lapas dan Rutan.

MIRZA, Pontianak

KEPALA Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalbar Suprobowati mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal mereka dalam pencegahan peredaran gelap narkoba. “Dari Tim satgas Kamtib Divisi Pemasyarakatan memindahkan total 14 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Kelas 2b Sintang ke Lapas Perempuan Kelas 2a Pontianak,” ujarnya.

Lebih dalam dijelaskan, dari 14 orang ini 12 di antaranya WBP dengan kasus narkotika kelas tinggi yang mendapat hukuman rata-rata di atas 5 tahun. Kegiatan ini juga merupakan langkah awal keseriusan pihaknya dalam pembenahan Lapas dan Rutan, agar bebas dari narkoba.

Baca Juga :  Usulkan Perubahan Nama Lapas Perempuan

Ia menjelaskan, WBP kasus  narkoba di Lapas Kelas 2a Sintang cukup tinggi. Sementara, di sisi lain, petugas wanita di sana, menurut dia, belum memadai, sehingga menimbulkan situasi yang rawan. Pihaknya khawatir dapat menimbulkan hal yang riskan. Maka dari itu, pihaknya mengambil inisiatif untuk memindahkan mereka ke Lapas Perempuan Pontianak.

Secara keseluruhan. kata dia. kasus narkoba di Kalbar sangat tinggi. Pemindahan WBP ini dilakukan mereka untuk meminimalisir masih adanya peredaran narkoba di Lapas  dan Rutan. Dengan pemindahan para napi ini ke Lapas Perempuan, diharapkan dia, lebih efektif dari segi penjagaan dan pembinaannya.

Ia berharap dengan kondisi Lapas Perempuan yang sudah jelas program pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, dan pembinaan keterampilannya, akan tepat sasaran jika mereka di pindahkan kesini.

Baca Juga :  Lapas Tiadakan Kunjungan Tatap Muka

Lapas Perempuan Kelas 2a Pontianak dipastikan dia, sudah spesifik pembinaannya, sehingga sesuai dengan program yang telah ditentukan dari awal. Harapan dia, para napi ini tidak hanya berdiam diri di dalam Lapas, tapi paling tidak akan mendapatkan skill dari pembinaan keterampilan dan juga kegiatan yang positif. “Saya harap  nantinya WBP ini akan sadar untuk tidak balik ke narkoba dan jadi masyarakat yang paham bahwa narkoba musuh masyarakat,” tandasnya. (*)

Upaya Pencegahan Peredaran Gelap Narkoba di Lapas Sintang

Sebanyak 14 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Perempuan dipindahkan dari Lapas Kelas 2b Sintang ke Lapas Perempuan Kelas 2a Pontianak oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Tim Satuan Tugas Kamtib Kanwil Kemenkumham Kalbar, belum lama ini. Pemindahan tersebut dilakukan dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lapas dan Rutan.

MIRZA, Pontianak

KEPALA Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalbar Suprobowati mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal mereka dalam pencegahan peredaran gelap narkoba. “Dari Tim satgas Kamtib Divisi Pemasyarakatan memindahkan total 14 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Kelas 2b Sintang ke Lapas Perempuan Kelas 2a Pontianak,” ujarnya.

Lebih dalam dijelaskan, dari 14 orang ini 12 di antaranya WBP dengan kasus narkotika kelas tinggi yang mendapat hukuman rata-rata di atas 5 tahun. Kegiatan ini juga merupakan langkah awal keseriusan pihaknya dalam pembenahan Lapas dan Rutan, agar bebas dari narkoba.

Baca Juga :  Terima Remisi Silaturahmi Virtual dengan Keluarga

Ia menjelaskan, WBP kasus  narkoba di Lapas Kelas 2a Sintang cukup tinggi. Sementara, di sisi lain, petugas wanita di sana, menurut dia, belum memadai, sehingga menimbulkan situasi yang rawan. Pihaknya khawatir dapat menimbulkan hal yang riskan. Maka dari itu, pihaknya mengambil inisiatif untuk memindahkan mereka ke Lapas Perempuan Pontianak.

Secara keseluruhan. kata dia. kasus narkoba di Kalbar sangat tinggi. Pemindahan WBP ini dilakukan mereka untuk meminimalisir masih adanya peredaran narkoba di Lapas  dan Rutan. Dengan pemindahan para napi ini ke Lapas Perempuan, diharapkan dia, lebih efektif dari segi penjagaan dan pembinaannya.

Ia berharap dengan kondisi Lapas Perempuan yang sudah jelas program pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, dan pembinaan keterampilannya, akan tepat sasaran jika mereka di pindahkan kesini.

Baca Juga :  Tegakkan Kampanye Prokes New Normal

Lapas Perempuan Kelas 2a Pontianak dipastikan dia, sudah spesifik pembinaannya, sehingga sesuai dengan program yang telah ditentukan dari awal. Harapan dia, para napi ini tidak hanya berdiam diri di dalam Lapas, tapi paling tidak akan mendapatkan skill dari pembinaan keterampilan dan juga kegiatan yang positif. “Saya harap  nantinya WBP ini akan sadar untuk tidak balik ke narkoba dan jadi masyarakat yang paham bahwa narkoba musuh masyarakat,” tandasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/