alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Perizinan Bukan Masalah Utama Investasi di Kalbar

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat menilai masalah perizinan bukan menjadi kendala utama investasi di provinsi ini. Menurutnya, masalah utama sulitnya investasi masuk ke Indonesia, termasuk ke Kalbar lebih kepada soal informasi dan data yang kurang.

Terlebih soal kandungan sumber daya alam yang terkandung di dalam tanah. Hal ini membuat para investor ibarat membeli kucing dalam karung, sehingga berpikir kembali untuk masuk.

“Potensi sumber daya alam, terutama mineral logam di Kalimantan Barat belum terpantau secara jelas.  Badan Geospasial belum memiliki data yang komprehensif, hanya sebatas di permukaan saja. Padahal kita butuh data menyeluruh di kedalaman tanah kita, apa-apa saja yang terkandung di tanah kita. Kekurangan data ini juga menjadi titik lemah kita di mata investor,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam seminar yang digelar Ikatan Alumni Universitas Diponegoro DPD Kalbar di Rektorat Universitas Tanjungpura, Sabtu (22/2). Kegiatan itu juga menjadi rangkaian pelantikan pengurus IKA Undip Kalbar.

Baca Juga :  Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi Masuk Ayani Megamal

Investor butuh kepastian seberapa besar potensi yang bisa dieksploitasi. Bila data tidak tersedia, mereka akan menanggung risiko kerugian. “Makanya ketika terjadi perang dagang Amerika Serikat dan China, banyak investasi China yang kabur keluar dari AS. Dan kita berharap mereka ke kita, ternyata ke Vietnam,” sebut dia.

Midji juga menyinggung soal dieksploitasi korporat yang tidak memperhitungkan dampak lingkungan. Di sektor perkebunan kelapa sawit misalnya, ada beberapa oknum perusahaan yang menggunakan cara bakar lahan untuk land clearing. Celakanya, modusnya dilakukan dengan memanfaatkan warga setempat dalam rangka pemenuhan lahan plasma. “Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya produksi untuk land clearing. Sekaligus memenuhi plasma masyarakat,” imbuhnya.

Sekira 20 juta ton bauksit mentah diekspor setiap tahun. Sementara cadangan bauksit Kalbar diperkirakan akan habis dalam tempo 50 tahun. Cita-cita untuk menghasilkan produk jadi dari mineral tersebut terhalang oleh kurangnya daya saing di sektor kelistrikan dan infrastruktur lainnya. Akibatnya pengadaan smelter di Kalbar menjadi sangat mahal, dan membuat hilirisasi berjalan lambat.

Baca Juga :  Upaya Ciptakan Situasi Kamtibmas dan Menjaga Kerukunan Umat Beragama yang Harmonis

Menyoal ekspor Kalbar, dia menilai catatan ekspor yang ada saat ini semu. Pasalnya sebagai salah satu provinsi penghasil CPO terbesar di Indonesia, Kalbar justru tidak menikmati pajak ekspor. “Angka moderatnya, 95 persen CPO kita diekspor lewat pelabuhan provinsi lain. Datanya tidak masuk ke kita, begitu juga pajaknya,” imbuhnya.

Terkait pelantikan pengurus IKA Undip Kalbar yang dipimpin oleh Rektor Untan Prof Dr Garuda Wiko, Sutarmidji berharap para alumni Undip dapat membantu pemerintah daerah dalam hal pembangunan di provinsi ini. Sementara itu, Ketua DPP Ika Undip, Maryono, berharap alumni Undip selalu hadir di masyarakat dari berbagai sektor. (ars)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat menilai masalah perizinan bukan menjadi kendala utama investasi di provinsi ini. Menurutnya, masalah utama sulitnya investasi masuk ke Indonesia, termasuk ke Kalbar lebih kepada soal informasi dan data yang kurang.

Terlebih soal kandungan sumber daya alam yang terkandung di dalam tanah. Hal ini membuat para investor ibarat membeli kucing dalam karung, sehingga berpikir kembali untuk masuk.

“Potensi sumber daya alam, terutama mineral logam di Kalimantan Barat belum terpantau secara jelas.  Badan Geospasial belum memiliki data yang komprehensif, hanya sebatas di permukaan saja. Padahal kita butuh data menyeluruh di kedalaman tanah kita, apa-apa saja yang terkandung di tanah kita. Kekurangan data ini juga menjadi titik lemah kita di mata investor,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam seminar yang digelar Ikatan Alumni Universitas Diponegoro DPD Kalbar di Rektorat Universitas Tanjungpura, Sabtu (22/2). Kegiatan itu juga menjadi rangkaian pelantikan pengurus IKA Undip Kalbar.

Baca Juga :  Aura Kepemimpinan sudah Menonjol, Selalu Ingat dengan Guru

Investor butuh kepastian seberapa besar potensi yang bisa dieksploitasi. Bila data tidak tersedia, mereka akan menanggung risiko kerugian. “Makanya ketika terjadi perang dagang Amerika Serikat dan China, banyak investasi China yang kabur keluar dari AS. Dan kita berharap mereka ke kita, ternyata ke Vietnam,” sebut dia.

Midji juga menyinggung soal dieksploitasi korporat yang tidak memperhitungkan dampak lingkungan. Di sektor perkebunan kelapa sawit misalnya, ada beberapa oknum perusahaan yang menggunakan cara bakar lahan untuk land clearing. Celakanya, modusnya dilakukan dengan memanfaatkan warga setempat dalam rangka pemenuhan lahan plasma. “Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya produksi untuk land clearing. Sekaligus memenuhi plasma masyarakat,” imbuhnya.

Sekira 20 juta ton bauksit mentah diekspor setiap tahun. Sementara cadangan bauksit Kalbar diperkirakan akan habis dalam tempo 50 tahun. Cita-cita untuk menghasilkan produk jadi dari mineral tersebut terhalang oleh kurangnya daya saing di sektor kelistrikan dan infrastruktur lainnya. Akibatnya pengadaan smelter di Kalbar menjadi sangat mahal, dan membuat hilirisasi berjalan lambat.

Baca Juga :  SMA Muhammadiyah 1 Launching Galeri Investasi Edukasi & Exhibition Life Skill

Menyoal ekspor Kalbar, dia menilai catatan ekspor yang ada saat ini semu. Pasalnya sebagai salah satu provinsi penghasil CPO terbesar di Indonesia, Kalbar justru tidak menikmati pajak ekspor. “Angka moderatnya, 95 persen CPO kita diekspor lewat pelabuhan provinsi lain. Datanya tidak masuk ke kita, begitu juga pajaknya,” imbuhnya.

Terkait pelantikan pengurus IKA Undip Kalbar yang dipimpin oleh Rektor Untan Prof Dr Garuda Wiko, Sutarmidji berharap para alumni Undip dapat membantu pemerintah daerah dalam hal pembangunan di provinsi ini. Sementara itu, Ketua DPP Ika Undip, Maryono, berharap alumni Undip selalu hadir di masyarakat dari berbagai sektor. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/