alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Gugatan Dokter Ismawan Masuk Tahap Penyerahan Bukti

PONTIANAK– Sidang gugatan perdata antara Dokter Ismawan Adriyanto, seorang dokter umum di pedalaman Kalbar melawan Bupati Kapuas Hulu, Kepala Dinas Kapuas Hulu dan Kepala Puskesmas Bika, di Pengadilan Negeri Putussibau masuk ke tahap pembuktian.

Dalam sidang yang digelar pada Selasa (16/3), pihak penggugat mengajukan sejumlah bukti dihadapan majelis hakim,

Bukti yang diajukan diantaranya dokumen dan surat menyurat.

“Sidang kemarin kami mengajukan sejumlah bukti, berupa surat, dokumen dan sertifikat,” kata Ismawan kepada Pontianak Post, Rabu (24/3).

Dalam kesempatan itu, Ismawan mengatakan, Puskesmas Bika saat ini dipimpin oleh seorang asisten apoteker dengan jenjang pendidikan Diploma 3. Padahal, kata Ismawan, di sana terdapat lima sarjana, dua dokter dan satu perawat.

Baca Juga :  Ordo Kapusin Layangkan Gugatan atas Surat Waris RP Petrus Rostandy

“Jelas ini aturan Permenkes Nomor 75 tahun 2014,” kata Ismawan.

Dalam Permenkes nomor 75 tahun 2014, menyampaikan jika tidak ada sarjana boleh dipimpin oleh jenjang pendidikan D3 di daerah terpencil.

“Tapi faktanya di puskesmas itu ada lima orang dengan jenjang pendidikan sarjana,” lanjutnya.

“Saya tidak tahu apa pertimbangannya. Apakah hanya karena sudah pernah ikut pelatihan manajemen selama 10 hari, sehingga menjadikan patokan boleh menjadi kepala puskesmas,” sambungnya.

Berdasarkan koordinasi dengan Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) pada bulan Mei 2019 telah menyampaikan rekomendasi bahwa Kepala Puskesmas harus diganti karena tidak sesuai aturan Permenkes Nomor 75 tahun 2014.

“Namun hingga saat ini tetap tidak diganti,” kata dia.

Baca Juga :  Gugatan Ismawan Masuk Tahap Penyerahan Bukti

Kuasa hukum Ismawan juga telah menyampaikan alat bukti surat Berita Acara Serah Terima Rumah Negara dengan nomor : 002/26/BAST/Dinkes/SDK B/2020 pada hari sabtu tanggal 13 Juni 2020.

Di mana, selama kliennya dimutasikan ke Puskesmas Bika sejak tahun 2016, dirinya masih tinggal di Rumdin Putussibau dan pada tanggal 10 Agustus 2018 rumdin yang ditempati di Putussibau dibongkar paksa.

Tanggal 01 Agustus 2018 rumah bersalin di lingkungan puskesmas Bika diubah menjadi rumah dinas dokter.

Pada tanggal 13 Juni 2020, baru ada penyerahan rumah dinas di Bika diserahkan secara surat, karena akhir tahun 2020 baru akan direnovasi dan pada tanggal 13 januari 2021 baru terima kunci rumah dinas tersebut. (arf)

PONTIANAK– Sidang gugatan perdata antara Dokter Ismawan Adriyanto, seorang dokter umum di pedalaman Kalbar melawan Bupati Kapuas Hulu, Kepala Dinas Kapuas Hulu dan Kepala Puskesmas Bika, di Pengadilan Negeri Putussibau masuk ke tahap pembuktian.

Dalam sidang yang digelar pada Selasa (16/3), pihak penggugat mengajukan sejumlah bukti dihadapan majelis hakim,

Bukti yang diajukan diantaranya dokumen dan surat menyurat.

“Sidang kemarin kami mengajukan sejumlah bukti, berupa surat, dokumen dan sertifikat,” kata Ismawan kepada Pontianak Post, Rabu (24/3).

Dalam kesempatan itu, Ismawan mengatakan, Puskesmas Bika saat ini dipimpin oleh seorang asisten apoteker dengan jenjang pendidikan Diploma 3. Padahal, kata Ismawan, di sana terdapat lima sarjana, dua dokter dan satu perawat.

Baca Juga :  Dokter Ismawan Gugat Bupati

“Jelas ini aturan Permenkes Nomor 75 tahun 2014,” kata Ismawan.

Dalam Permenkes nomor 75 tahun 2014, menyampaikan jika tidak ada sarjana boleh dipimpin oleh jenjang pendidikan D3 di daerah terpencil.

“Tapi faktanya di puskesmas itu ada lima orang dengan jenjang pendidikan sarjana,” lanjutnya.

“Saya tidak tahu apa pertimbangannya. Apakah hanya karena sudah pernah ikut pelatihan manajemen selama 10 hari, sehingga menjadikan patokan boleh menjadi kepala puskesmas,” sambungnya.

Berdasarkan koordinasi dengan Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) pada bulan Mei 2019 telah menyampaikan rekomendasi bahwa Kepala Puskesmas harus diganti karena tidak sesuai aturan Permenkes Nomor 75 tahun 2014.

“Namun hingga saat ini tetap tidak diganti,” kata dia.

Baca Juga :  Kalbar Mampu Produksi Garam,Kenapa harus Impor?

Kuasa hukum Ismawan juga telah menyampaikan alat bukti surat Berita Acara Serah Terima Rumah Negara dengan nomor : 002/26/BAST/Dinkes/SDK B/2020 pada hari sabtu tanggal 13 Juni 2020.

Di mana, selama kliennya dimutasikan ke Puskesmas Bika sejak tahun 2016, dirinya masih tinggal di Rumdin Putussibau dan pada tanggal 10 Agustus 2018 rumdin yang ditempati di Putussibau dibongkar paksa.

Tanggal 01 Agustus 2018 rumah bersalin di lingkungan puskesmas Bika diubah menjadi rumah dinas dokter.

Pada tanggal 13 Juni 2020, baru ada penyerahan rumah dinas di Bika diserahkan secara surat, karena akhir tahun 2020 baru akan direnovasi dan pada tanggal 13 januari 2021 baru terima kunci rumah dinas tersebut. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/