alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Para Kades dan DAD Mengadu ke Komisi IV

PONTIANAK – Selalu tergenangnya beberapa desa di Kecamatan Sungai Ambawang membuat beberapa Kepala Desa bersama DAD Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya mengadu dengan persoalan banjir. Komisi IV DPRD Kalbar menerima audiensi tersebut di ruang Komisi, belum lama ini. Hadir juga dalan kegiatan tersebut Balai Jalan Nasional, Balai Sungai Wilayah 1 Kalbar dan PUPR.
Daniel, Ketua DAD Kecamatan Sungai Ambawang, misalnya menyebutkan bahwa pihaknya berharap ada solusi dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di Kecamatan Sungai Ambawang. Ada solusi jangka pendek dan jangka panjang.

“Kami cari solusi terbaik. Untuk jangka pendek normalisasi sungai atau dikeruk. Setidaknya mampu meredam pergerakan air dimungkinan karena adanya pendangkalan dan penyempitan sungai,” ujarnya.
Sementara solusi jangka panjang melalui kajian teknis dan adanya penelitian mengenai penyebab banjir sepanjang tahun. Sebab sangat mungkin ada hal lain menjadi peyebab banjir. Bisa saja karena dataran rendah sehingga air mengalir ke wilayah-wilayah tersebut.

Baca Juga :  Profesionalisme Nazir Dorong Optimalisasi Wakaf

Dia menyampaikan bahwa genangan air di beberapa desa di Kecamatan Sungai Ambawang seperti tidak terjadwal. Kalau ada hujan turun dan full, air mengenangi dataran rendah pemukiman warga. Hampir setiap tuannya bisa dua sampai tiga kali terjadi. Pernah juga genangan air mencapai dua meter malah di rumah dan berdampak kepada hal lain.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar, Subhan Nur menanggapi dibutuhkan solusi nyata dan tepat dalam mengatasi persoalan banjir yang dialami warga. “Banjir jelas merugikan warga.Tak hanya berdampak ekonomi, juga asfek lain seperti sosial, keamanan tempat tinggal warga dan lainnya.
Kami juga minta banjir yang menggenangi jalan-jalan negara di Kecamatan Ambawang harus jadi skala prioritas penyelesaian,” ucapnya.

Berdasarkan pertemuan untuk tahun 2022 solusi ditawarkan adanya anggaran kegiatan pembersihan parit-parit atau OP di Kecamatan Sungai Ambawang. Ini sifatnya hanya jangka pendek saja. Sementara untuk jangka panjang dan menengah harus dikaji kembali lebih dalam.”Inikan kewenangan pusat, kebetulan saya Partai NasDem Ketua Komisi IV DPRD dan ada Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Pak Sy Abdullah Alkadrie, untuk mengawal hal ini dipusat supaya menjadi skala prioritas,” jelasnya.

Baca Juga :  Petani Sambas Sampaikan Aspirasi ke Tony Kurniadi

Nah untuk ke depan bisa saja memakai dana APBN. Sebab bagaimanapun beberapa politisi DPR RI unsur pimpinan Ketua dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI berasal dari putra daerah. Nantinya akan disondingkan kembali. “Terpenting masyarakkat harus sabar.a da proses-proses penanggarannya,” tukas dia.

Untuk jalan nasional sudah beberapa titik dilakukan penelitian. Pekerjananya dilakukan dari tahun 2020, 2021 dan kemungkinan berlanjut tahun 2022. “Jalan memang ditinggikan, Hanya kedepannya kami takut, jalan tidak tergenang tetapi pemukiman masyarakat yang tergenang air,” ucapnya.(den)

PONTIANAK – Selalu tergenangnya beberapa desa di Kecamatan Sungai Ambawang membuat beberapa Kepala Desa bersama DAD Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya mengadu dengan persoalan banjir. Komisi IV DPRD Kalbar menerima audiensi tersebut di ruang Komisi, belum lama ini. Hadir juga dalan kegiatan tersebut Balai Jalan Nasional, Balai Sungai Wilayah 1 Kalbar dan PUPR.
Daniel, Ketua DAD Kecamatan Sungai Ambawang, misalnya menyebutkan bahwa pihaknya berharap ada solusi dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di Kecamatan Sungai Ambawang. Ada solusi jangka pendek dan jangka panjang.

“Kami cari solusi terbaik. Untuk jangka pendek normalisasi sungai atau dikeruk. Setidaknya mampu meredam pergerakan air dimungkinan karena adanya pendangkalan dan penyempitan sungai,” ujarnya.
Sementara solusi jangka panjang melalui kajian teknis dan adanya penelitian mengenai penyebab banjir sepanjang tahun. Sebab sangat mungkin ada hal lain menjadi peyebab banjir. Bisa saja karena dataran rendah sehingga air mengalir ke wilayah-wilayah tersebut.

Baca Juga :  Sutarmidji Salurkan Bantuan Uang Elektronik untuk Mahasiswa Rantau

Dia menyampaikan bahwa genangan air di beberapa desa di Kecamatan Sungai Ambawang seperti tidak terjadwal. Kalau ada hujan turun dan full, air mengenangi dataran rendah pemukiman warga. Hampir setiap tuannya bisa dua sampai tiga kali terjadi. Pernah juga genangan air mencapai dua meter malah di rumah dan berdampak kepada hal lain.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar, Subhan Nur menanggapi dibutuhkan solusi nyata dan tepat dalam mengatasi persoalan banjir yang dialami warga. “Banjir jelas merugikan warga.Tak hanya berdampak ekonomi, juga asfek lain seperti sosial, keamanan tempat tinggal warga dan lainnya.
Kami juga minta banjir yang menggenangi jalan-jalan negara di Kecamatan Ambawang harus jadi skala prioritas penyelesaian,” ucapnya.

Berdasarkan pertemuan untuk tahun 2022 solusi ditawarkan adanya anggaran kegiatan pembersihan parit-parit atau OP di Kecamatan Sungai Ambawang. Ini sifatnya hanya jangka pendek saja. Sementara untuk jangka panjang dan menengah harus dikaji kembali lebih dalam.”Inikan kewenangan pusat, kebetulan saya Partai NasDem Ketua Komisi IV DPRD dan ada Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Pak Sy Abdullah Alkadrie, untuk mengawal hal ini dipusat supaya menjadi skala prioritas,” jelasnya.

Baca Juga :  Profesionalisme Nazir Dorong Optimalisasi Wakaf

Nah untuk ke depan bisa saja memakai dana APBN. Sebab bagaimanapun beberapa politisi DPR RI unsur pimpinan Ketua dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI berasal dari putra daerah. Nantinya akan disondingkan kembali. “Terpenting masyarakkat harus sabar.a da proses-proses penanggarannya,” tukas dia.

Untuk jalan nasional sudah beberapa titik dilakukan penelitian. Pekerjananya dilakukan dari tahun 2020, 2021 dan kemungkinan berlanjut tahun 2022. “Jalan memang ditinggikan, Hanya kedepannya kami takut, jalan tidak tergenang tetapi pemukiman masyarakat yang tergenang air,” ucapnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/