alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Wajib GeNose bagi Penumpang Bus, Guru SD & SMP Ikuti Tes Usap

PONTIANAK– Pengelola terminal Antar Lintas Batas Negara Sungai Ambawang akan menerapkan pemeriksaan GeNose bagi penumpang. Hal itu diungkapkan Kepala BPTD Wilayah XIV Provinsi Kalbar, Syamsuddin, kemarin.

Syamsuddin mengungkapkan, saat ini protokol kesehatan yang dilakukan di terminal tersebut masih dengan pemeriksaan suhu melalui thermo gun, menggunakan masker, memberikan handsanitizer, mencuci tangan, hingga membuat marka jarak antar-orang.

“Protokol kesehatan setiap kali turun penumpang kita periksa, seperti thermo gun, memakai masker, bahkan yang belum punya masker juga kita kasi masker, kita kasi handsanitizer rutin, kemudian dalam jangka tertentu kemudian setiap minggu dilakukan penyemprotan disinfektan di terminal ini,” katanya.

Ke depannya, kata Syamsuddin, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan dengan GeNose Covid-19, untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan terminal.

“Di terminal ini akan kita lakukan pemeriksaan dengan sistem GeNose, yang dikembangkan oleh UGM. Sampai saat ini kami masih menunggu,” katanya.

“Dengan alat itu, sehingga penumpang ini bisa kita deteksi kalau misalnya dia terpapar virus, jadi dia tidak diberangkatkan, biar tidak menyebarkan ke penumpang yang lain,” ungkapnya.

Dengan menunggu alat tersebut datang, pihaknya saat ini masih terus melakukan penerapan protokol kesehatan ketat di Terminal ALBN Sungai Ambawang.

“Tapi untuk saat ini belum kita hanya pemeriksaan dengab menggunakan thermo gun dan protokol kesehatan aja,” pungkasnya.

Hingga saat ini, di terminal ALBN Sungai Ambawang tersebut masih melakukan operasional AKDP (antar kota dalam provinsi) dan AKAP (antar kota antar provinsi).

Selain itu, untuk mendukung peningkatan dan perbaikan sistem transportasi di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIV Kalbar mengusulkan sistem transportasi publik dengan skema buy the service (BTS).

“Sistem tersebut saat ini sedang diusulkan oleh pemerintah daerah ke pemerintah pusat,” lanjutnya.

Skema buy the service (BTS) ini dilakukan agar mempermudah masyarakat di terimal ALBN Sungai Ambawang Kalbar dapat menikmati pelayanan fasilitas publik ke dalam kota.

Baca Juga :  Pertahankan Karyawan Tetap Bekerja, PT WHW Beroperasi di Tengah Pandemi

“Ini dilakukan agar konektivias dari terminal Sungai Ambawang ini nyambung, sehingga masyarakat tidak mengeluh bis yang menaikkan penumpang atau menurunkan penumpang di sini, karena ada penyambung transportasi lanjutannya ke dalam kota. Tidak perlu sibuk mencari ojek lagi. Jadi ada yang standby mengangkut mereka ke dalam kota,” paparnya.

Pelayanan transportasi tersebut sedang diusulkan oleh Pemda, pemerintah akan mensubsidi enam koridor yang telah diusulkan. “Kemarin Pak Dirjen dan Direktur sudah menyambut baik usulan dari Pemprov dalam rangka meningkatkan transportasi publik menjadi lebih baik. Cuman dari pusat minta agar daerah dapat mengkaji sistem teknisnya dulu, dan persyaratan kelengkapan dari Pemda termasuk penganggarannya,” imbuhnya.

Skema buy the service sendiri merupakan sistem pembelian layanan angkutan jalan oleh Pemerintah kepada pihak operator angkutan umum untuk mendapatkan layanan angkutan jalan yang baik.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Pontianak melakukan tes usap untuk guru di SDN 34 dan SMPN 2, Selasa (22/3). Tenaga tata usaha dan securiti di dua sekolah itu juga ikut di tes usap. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, tes usap itu bentuk penelusuran terkait Covid-19 pada guru, setelah diputuskan digelarnya pembelajaran tatap muka terbatas.

Dalam sepekan ke depan tes usap itu akan dilakukan di dua belas sekolah. Enam sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. “Kami tidak bisa ambil semua sehingga dilakukan sampel untuk tes usap para guru saat pembelajaran tatap muka terbatas,” kata Sidiq di Pontianak, kemarin.

Ia menjelaskan pihaknya akan mengambil kebijakan jika memang didapatkan jumlah yang signifikan untuk hasil yang positif dari tes usap yang dilakukan. Sebaliknya jika jumlahnya tidak signifikan pihaknya hanya akan memperkuat protokol kesehatan.

Baca Juga :  Rincian Delapan Kasus Terbaru Covid-19 di Kalbar

“Jadi tes ini untuk memantau keterpaparan, sehingga kami menunggu hasilnya dan belum bisa berandai-andai,” kata Sidiq.

Ia melanjutkan para guru, tenaga tata usaha maupun tenaga keamanan yang sudah dilakukan tes usap menjalankan aktivitas di sekolah seperti biasa. Meski demikian mereka diingatkan untuk tetap menaati protokol kesehatan. “Jadi berjalan seperti biasa, kuncinya pelaksanan protokol kesehatan. Bila mana ada kasus sekolah tidak terjadi klaster,” sambung Sidiq.

Sebelum inipun Dinas Kesehatan Kota Pontianak juga melakukan tes usap di kawasan promenade. Dari 43 sampel yang dilakukan tes usap, semua hasilnya negatif. “Memang saat ini ditemukan kasus sporadis dari kontak pasien. Cuma tersebar sehingga tidak pada kelompok-kelompok tertentu yang kasusnya tinggi,” jelas dia.

Kepala SDN 34 Pontianak, Rahmaniah menyebutkan, total yang ikut dalam tes usap sebanyak 42 orang. “Sudah termasuk guru, cleaning service, TU dan satpam,” kata Rahmaniah, di SDN 34 Pontianak, Jalan Prof M Yamin, Kecamatan Pontianak Selatan.

Ia menyebutkan ini merupakan tes usap pertama yang dilakukan di SDN 34 untuk para guru. Meskipun pihaknya berharap tes usap bisa dilakukan sebelum pembelajaran tatap muka terbatas. Rahmaniah menambahkan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kebijakan terkait pembelajaran tatap muka jika ditemukan kasus positif dari tes usap yang dilakukan pada guru.

Ia berharap dari hasil tes itu tidak ditemukan kasus Covid-19 di sekolah, sehingga aktivitas belajar tatap muka tetap bisa berjalan seperti biasa. “Mereka yang sudah di tes usap tetap mengajar dan mematuhi protokol kesehatan,” tambah Rahmaniah.

Di lain tempat, Waka Kesiswaan Ernawati SMPN 2 Pontianak menyebutkan total yang dites usap di sekolah sebanyak 30 orang. Mereka yang ikut tes usap itu, antara lain guru hingga tenaga honorer. “Pelaksanaannya memang berdasarkan edaran dari dinas,” kata Ernawati di SMPN 2 Pontianak, Jalan Selayar. (mse/arf)

PONTIANAK– Pengelola terminal Antar Lintas Batas Negara Sungai Ambawang akan menerapkan pemeriksaan GeNose bagi penumpang. Hal itu diungkapkan Kepala BPTD Wilayah XIV Provinsi Kalbar, Syamsuddin, kemarin.

Syamsuddin mengungkapkan, saat ini protokol kesehatan yang dilakukan di terminal tersebut masih dengan pemeriksaan suhu melalui thermo gun, menggunakan masker, memberikan handsanitizer, mencuci tangan, hingga membuat marka jarak antar-orang.

“Protokol kesehatan setiap kali turun penumpang kita periksa, seperti thermo gun, memakai masker, bahkan yang belum punya masker juga kita kasi masker, kita kasi handsanitizer rutin, kemudian dalam jangka tertentu kemudian setiap minggu dilakukan penyemprotan disinfektan di terminal ini,” katanya.

Ke depannya, kata Syamsuddin, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan dengan GeNose Covid-19, untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan terminal.

“Di terminal ini akan kita lakukan pemeriksaan dengan sistem GeNose, yang dikembangkan oleh UGM. Sampai saat ini kami masih menunggu,” katanya.

“Dengan alat itu, sehingga penumpang ini bisa kita deteksi kalau misalnya dia terpapar virus, jadi dia tidak diberangkatkan, biar tidak menyebarkan ke penumpang yang lain,” ungkapnya.

Dengan menunggu alat tersebut datang, pihaknya saat ini masih terus melakukan penerapan protokol kesehatan ketat di Terminal ALBN Sungai Ambawang.

“Tapi untuk saat ini belum kita hanya pemeriksaan dengab menggunakan thermo gun dan protokol kesehatan aja,” pungkasnya.

Hingga saat ini, di terminal ALBN Sungai Ambawang tersebut masih melakukan operasional AKDP (antar kota dalam provinsi) dan AKAP (antar kota antar provinsi).

Selain itu, untuk mendukung peningkatan dan perbaikan sistem transportasi di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIV Kalbar mengusulkan sistem transportasi publik dengan skema buy the service (BTS).

“Sistem tersebut saat ini sedang diusulkan oleh pemerintah daerah ke pemerintah pusat,” lanjutnya.

Skema buy the service (BTS) ini dilakukan agar mempermudah masyarakat di terimal ALBN Sungai Ambawang Kalbar dapat menikmati pelayanan fasilitas publik ke dalam kota.

Baca Juga :  KPA Temukan 85 Kasus Baru HIV Selama Tahun 2021

“Ini dilakukan agar konektivias dari terminal Sungai Ambawang ini nyambung, sehingga masyarakat tidak mengeluh bis yang menaikkan penumpang atau menurunkan penumpang di sini, karena ada penyambung transportasi lanjutannya ke dalam kota. Tidak perlu sibuk mencari ojek lagi. Jadi ada yang standby mengangkut mereka ke dalam kota,” paparnya.

Pelayanan transportasi tersebut sedang diusulkan oleh Pemda, pemerintah akan mensubsidi enam koridor yang telah diusulkan. “Kemarin Pak Dirjen dan Direktur sudah menyambut baik usulan dari Pemprov dalam rangka meningkatkan transportasi publik menjadi lebih baik. Cuman dari pusat minta agar daerah dapat mengkaji sistem teknisnya dulu, dan persyaratan kelengkapan dari Pemda termasuk penganggarannya,” imbuhnya.

Skema buy the service sendiri merupakan sistem pembelian layanan angkutan jalan oleh Pemerintah kepada pihak operator angkutan umum untuk mendapatkan layanan angkutan jalan yang baik.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Pontianak melakukan tes usap untuk guru di SDN 34 dan SMPN 2, Selasa (22/3). Tenaga tata usaha dan securiti di dua sekolah itu juga ikut di tes usap. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, tes usap itu bentuk penelusuran terkait Covid-19 pada guru, setelah diputuskan digelarnya pembelajaran tatap muka terbatas.

Dalam sepekan ke depan tes usap itu akan dilakukan di dua belas sekolah. Enam sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. “Kami tidak bisa ambil semua sehingga dilakukan sampel untuk tes usap para guru saat pembelajaran tatap muka terbatas,” kata Sidiq di Pontianak, kemarin.

Ia menjelaskan pihaknya akan mengambil kebijakan jika memang didapatkan jumlah yang signifikan untuk hasil yang positif dari tes usap yang dilakukan. Sebaliknya jika jumlahnya tidak signifikan pihaknya hanya akan memperkuat protokol kesehatan.

Baca Juga :  Taman Berkonsep Waterfront di Tepian Sungai Landak

“Jadi tes ini untuk memantau keterpaparan, sehingga kami menunggu hasilnya dan belum bisa berandai-andai,” kata Sidiq.

Ia melanjutkan para guru, tenaga tata usaha maupun tenaga keamanan yang sudah dilakukan tes usap menjalankan aktivitas di sekolah seperti biasa. Meski demikian mereka diingatkan untuk tetap menaati protokol kesehatan. “Jadi berjalan seperti biasa, kuncinya pelaksanan protokol kesehatan. Bila mana ada kasus sekolah tidak terjadi klaster,” sambung Sidiq.

Sebelum inipun Dinas Kesehatan Kota Pontianak juga melakukan tes usap di kawasan promenade. Dari 43 sampel yang dilakukan tes usap, semua hasilnya negatif. “Memang saat ini ditemukan kasus sporadis dari kontak pasien. Cuma tersebar sehingga tidak pada kelompok-kelompok tertentu yang kasusnya tinggi,” jelas dia.

Kepala SDN 34 Pontianak, Rahmaniah menyebutkan, total yang ikut dalam tes usap sebanyak 42 orang. “Sudah termasuk guru, cleaning service, TU dan satpam,” kata Rahmaniah, di SDN 34 Pontianak, Jalan Prof M Yamin, Kecamatan Pontianak Selatan.

Ia menyebutkan ini merupakan tes usap pertama yang dilakukan di SDN 34 untuk para guru. Meskipun pihaknya berharap tes usap bisa dilakukan sebelum pembelajaran tatap muka terbatas. Rahmaniah menambahkan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kebijakan terkait pembelajaran tatap muka jika ditemukan kasus positif dari tes usap yang dilakukan pada guru.

Ia berharap dari hasil tes itu tidak ditemukan kasus Covid-19 di sekolah, sehingga aktivitas belajar tatap muka tetap bisa berjalan seperti biasa. “Mereka yang sudah di tes usap tetap mengajar dan mematuhi protokol kesehatan,” tambah Rahmaniah.

Di lain tempat, Waka Kesiswaan Ernawati SMPN 2 Pontianak menyebutkan total yang dites usap di sekolah sebanyak 30 orang. Mereka yang ikut tes usap itu, antara lain guru hingga tenaga honorer. “Pelaksanaannya memang berdasarkan edaran dari dinas,” kata Ernawati di SMPN 2 Pontianak, Jalan Selayar. (mse/arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/