alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Tekan Peningkatan Covid, Pemkot Tutup Taman Bertahap

PONTIANAK Meningkatnya kasus covid 19 dibeberapa daerah Kalimantan Barat membuat Pemerintah Kota Pontianak mengambil langkah cepat menekan kasus tersebut. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun mulai dijalankan. Beberapa taman sebagai titik kumpul masyarakat mulai ditutup.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membenarkan hal tersebut. “Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai dijalankan di Kota Pontianak. Beberapa taman seperti Taman Sepeda, Catur dan Taman Alun sudah  ditutup. Sisanya  dilakukan pembatasan aktivitas,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Jumat kemarin.

Penutupan taman sementara dilakukan akibat dari meningkatnya  kasus covid 19 dibeberapa daerah Kalbar. Meski angka covid di Pontianak belum menunjukkan trend tinggi. Namun antisipasi sudah dilakukan dengan pembatasan aktivitas.

Beberapa titik kumpul yang menurut Edi rawan penularan virus covid 19 pun ditutup. Pelaku usaha seperti warung kopi dan kafe diminta melakukan pembatasan pengunjung. Hindari kegiatan kerumunan. Meja-meja warung kopi juga harus dibatasi. “Jika kembali turun, secepatnya dibuka kembali,” ujarnya.

Baca Juga :  Kaum Ibu Berperan Berikan Edukasi Prokes Bagi Keluarga

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak UTaman tin Srilena Candramidi mengatakan beberapa taman di Kota Pontianak sudah mulai dutup, sesuai arahan Wali Kota Pontianak. Penutupan taman  ini dilakukan bertahap, sambil melihat perkembangan kasus covid di Pontianak.

“Untuk Taman Sepeda dan Catur sudah ditutup. Imbauan penutupan taman juga dilakukan petugas pada masayarakat yang datang ke taman,” “Total ada sepuluh petugas berjaga di taman. Ke sepuluh petugas ini bergilir,” sambunya.

Seperti waterfront city, dibenarkan Utin saat malam Sabtu, Minggu dan Senin kerap ramai didatangi masyarakat. Rencana Pemerintah lokasi ini akan ditutup. Penutupannya secara bertahap. Tetapi jika kasus covid menurun, aktivitas di taman dan waterfront kembali dibuka.  Dalam penerapan aturan ini. Dishub juga bersinergi dengan Pol PP.

Akibat penutupan sementara ini. Tak dipungkiri akan berdampak ke aktivitas perekonomian dilokasi tersebut. Kondisinya bagai simalakama. Di satu sisi ingin menekan covid, berimbas pada anjloknya sektor perekonomian. Selain pengawasan di taman-taman. Terdapat 34 petugas yang turun langsung ke lapanga. Dalam pengawasannya, sekaligus  melakukan sosialisasi tentang covid 19.

Baca Juga :  BRI Dorong Kontribusi Usaha Mikro Dalam Membangun Perekonomian Nasional

Anggota DPRD Kota Pontianak Rino Pandriya minta agar masyarakat dapat kembali menerapkan protokol kesehatan tentang pencegahan covid 19. “Meski kasus covid di Pontianak turun. Masyarakat diminta tidak kendor jalankan prokes. Sebab jika mulai kendor, dapat membuat kasus ini kembali meningkat,” ujar politisi PKB.

Pengunaan masker kata dia menjadi wajib. Namun hingga ke sini, sebagian  masyarakat justru kendor menggunakan masker. Padahal tiap individu miliki ketahanan fisik berbeda. Untuk individu yang fisiknya kuat mungkin tubuhnya bisa melawan virus. Namun bagi yang lemah. Paparan virus bisa saja menjangkit ke tubuh. “Ini perlu dipahami tiap individu. Jadi jangan karena fisik kuat justru tidak ikut protokol kesehatan. Kan kasihan pada orang-orang disekitarnya,” terang Rino. (iza)

 

PONTIANAK Meningkatnya kasus covid 19 dibeberapa daerah Kalimantan Barat membuat Pemerintah Kota Pontianak mengambil langkah cepat menekan kasus tersebut. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun mulai dijalankan. Beberapa taman sebagai titik kumpul masyarakat mulai ditutup.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membenarkan hal tersebut. “Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai dijalankan di Kota Pontianak. Beberapa taman seperti Taman Sepeda, Catur dan Taman Alun sudah  ditutup. Sisanya  dilakukan pembatasan aktivitas,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Jumat kemarin.

Penutupan taman sementara dilakukan akibat dari meningkatnya  kasus covid 19 dibeberapa daerah Kalbar. Meski angka covid di Pontianak belum menunjukkan trend tinggi. Namun antisipasi sudah dilakukan dengan pembatasan aktivitas.

Beberapa titik kumpul yang menurut Edi rawan penularan virus covid 19 pun ditutup. Pelaku usaha seperti warung kopi dan kafe diminta melakukan pembatasan pengunjung. Hindari kegiatan kerumunan. Meja-meja warung kopi juga harus dibatasi. “Jika kembali turun, secepatnya dibuka kembali,” ujarnya.

Baca Juga :  Operasi Pekat Kapuas 2020, Polres Landak Sita Belasan Kardus Miras

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak UTaman tin Srilena Candramidi mengatakan beberapa taman di Kota Pontianak sudah mulai dutup, sesuai arahan Wali Kota Pontianak. Penutupan taman  ini dilakukan bertahap, sambil melihat perkembangan kasus covid di Pontianak.

“Untuk Taman Sepeda dan Catur sudah ditutup. Imbauan penutupan taman juga dilakukan petugas pada masayarakat yang datang ke taman,” “Total ada sepuluh petugas berjaga di taman. Ke sepuluh petugas ini bergilir,” sambunya.

Seperti waterfront city, dibenarkan Utin saat malam Sabtu, Minggu dan Senin kerap ramai didatangi masyarakat. Rencana Pemerintah lokasi ini akan ditutup. Penutupannya secara bertahap. Tetapi jika kasus covid menurun, aktivitas di taman dan waterfront kembali dibuka.  Dalam penerapan aturan ini. Dishub juga bersinergi dengan Pol PP.

Akibat penutupan sementara ini. Tak dipungkiri akan berdampak ke aktivitas perekonomian dilokasi tersebut. Kondisinya bagai simalakama. Di satu sisi ingin menekan covid, berimbas pada anjloknya sektor perekonomian. Selain pengawasan di taman-taman. Terdapat 34 petugas yang turun langsung ke lapanga. Dalam pengawasannya, sekaligus  melakukan sosialisasi tentang covid 19.

Baca Juga :  Kaum Ibu Berperan Berikan Edukasi Prokes Bagi Keluarga

Anggota DPRD Kota Pontianak Rino Pandriya minta agar masyarakat dapat kembali menerapkan protokol kesehatan tentang pencegahan covid 19. “Meski kasus covid di Pontianak turun. Masyarakat diminta tidak kendor jalankan prokes. Sebab jika mulai kendor, dapat membuat kasus ini kembali meningkat,” ujar politisi PKB.

Pengunaan masker kata dia menjadi wajib. Namun hingga ke sini, sebagian  masyarakat justru kendor menggunakan masker. Padahal tiap individu miliki ketahanan fisik berbeda. Untuk individu yang fisiknya kuat mungkin tubuhnya bisa melawan virus. Namun bagi yang lemah. Paparan virus bisa saja menjangkit ke tubuh. “Ini perlu dipahami tiap individu. Jadi jangan karena fisik kuat justru tidak ikut protokol kesehatan. Kan kasihan pada orang-orang disekitarnya,” terang Rino. (iza)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/