alexametrics
29 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Masih Memanas, Pengurus Kadin Kalbar Layangkan Surat ke Kadin Pusat

PONTIANAK – Peserta rapat dewan pengurus lengkap Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalimantan Barat, melayangkan surat penolakan hasil rapat ke pengurus Kadin Pusat.

Pelayangan surat penolakan itu, buntut dari tidak ditemukannya kesepakatan penentuan mekanisme penentuan dua peserta utusan dalam rapat dewan pengurus lengkap Kadin Kalbar untuk musyawarah nasional Kadin Pusat, yang akan dilaksanakan di kantor Kadin Kalbar, Jalan Perdana, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Minggu 23 Mei kemarin.

Wakil Ketua Umum Properti Kawasan Industri Pertanahan Kadin Kalbar, Galing, mengatakan, dewan pengurus Kadin Kalbar periode 2020-2025 keberatan dengan hasil rapat dewan pengurus lengkap yang dilaksanakan pada Minggu 23 Mei lalu.

Dia menerangkan, karena rapat dewan pengurus lengkap itu, nyata-nyata bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

“Surat keberatan hasil rapat dewan pengurus lengkap, saat ini sudah kami bawa ke Jakarta untuk disampaikan kepada panitia munas dan pengurus Kadin Pusat,” kata Galih, Senin (24/5).

Baca Juga :  Asap Berdampak pada Pasien Covid-19

Dia mengungkapkan, adapun pelanggaran yang terjadi, yakni pengambilan keputusan di rapat bertentangan dengan pasal 17 ayat 4 huruf a bagian 2.:

“Oleh karena itu melalui surat yang diserahkan ini, kami meminta pengajuan dua utusan oleh Ketua Umum Kadin Kalbar ditolak,” tegasnya.

Pelanggaran lainnya, lanjut dia, Ketua Umum Kadin Kalbar secara sepihak telah mengambil keputusan yang menyalahi aturan. Dimana ketua umum telah melakukan kesalahan dalam menghitung jumlah suara dari para peserta pada saat melakukan voting terbuka.

“Dari perhitungan kami, jumlah suara yang tidak setuju lebih banyak dari yang dihitung ketua umum. Dari 47 peserta Yang menyatakan tidak setuju sebanyak 26 orang tetapi dihitung sepihak oleh ketua umum sebanyak 15 orang,” ungkap Galing.

Saat itu, dia menambahkan, meskipun pihaknya sudah mengajukan protes. Tetapi protes tidak ditanggapi dan tidak diberikan kesempatan bicara dikarenakan ketua umum Kadin Kalbar Langsung mengetuk palu.

Baca Juga :  Kadin Dorong Pemprov Atur Material Batu

Galing menuturkan, pelanggaran lainnya, yakni ketua umum sebagai pemimpin rapat membubarkan rapat sebelum rapat benar-benar selesai. Yang mana pada saat itu sebagai peserta tengah mengajukan protes karena tidak setuju dengan keputusan mengenai utusan munas yang diserahkan kepada ketua umum.

“Tindakan itu jelas melanggar pasal 35 ayat 1 AD Kadin. Akibatnya tidak adanya berita acara rapat dewan pengurus lengkap yang ditandatangi oleh seluruh peserta rapat,” ungkapnya.

Galih menyatakan, dan masih banyak lagi pelanggaran yang dilakukan, yang telah pihaknya tuangkan dalam surat pengaduan yang akan diserahkan kepada panitia munas dan pengurus Kadin Pusat.

“Berdasarkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, pihaknya meminta kepada ketua umum Kadin Indonesia, panitia munas agar menolak hasil rapat dewan pengurus lengkap Kadin Kalbar,” pungkasnya. (adg)

PONTIANAK – Peserta rapat dewan pengurus lengkap Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalimantan Barat, melayangkan surat penolakan hasil rapat ke pengurus Kadin Pusat.

Pelayangan surat penolakan itu, buntut dari tidak ditemukannya kesepakatan penentuan mekanisme penentuan dua peserta utusan dalam rapat dewan pengurus lengkap Kadin Kalbar untuk musyawarah nasional Kadin Pusat, yang akan dilaksanakan di kantor Kadin Kalbar, Jalan Perdana, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Minggu 23 Mei kemarin.

Wakil Ketua Umum Properti Kawasan Industri Pertanahan Kadin Kalbar, Galing, mengatakan, dewan pengurus Kadin Kalbar periode 2020-2025 keberatan dengan hasil rapat dewan pengurus lengkap yang dilaksanakan pada Minggu 23 Mei lalu.

Dia menerangkan, karena rapat dewan pengurus lengkap itu, nyata-nyata bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

“Surat keberatan hasil rapat dewan pengurus lengkap, saat ini sudah kami bawa ke Jakarta untuk disampaikan kepada panitia munas dan pengurus Kadin Pusat,” kata Galih, Senin (24/5).

Baca Juga :  Dua Pelaku Tewas, 20 Jamaah Luka-Luka

Dia mengungkapkan, adapun pelanggaran yang terjadi, yakni pengambilan keputusan di rapat bertentangan dengan pasal 17 ayat 4 huruf a bagian 2.:

“Oleh karena itu melalui surat yang diserahkan ini, kami meminta pengajuan dua utusan oleh Ketua Umum Kadin Kalbar ditolak,” tegasnya.

Pelanggaran lainnya, lanjut dia, Ketua Umum Kadin Kalbar secara sepihak telah mengambil keputusan yang menyalahi aturan. Dimana ketua umum telah melakukan kesalahan dalam menghitung jumlah suara dari para peserta pada saat melakukan voting terbuka.

“Dari perhitungan kami, jumlah suara yang tidak setuju lebih banyak dari yang dihitung ketua umum. Dari 47 peserta Yang menyatakan tidak setuju sebanyak 26 orang tetapi dihitung sepihak oleh ketua umum sebanyak 15 orang,” ungkap Galing.

Saat itu, dia menambahkan, meskipun pihaknya sudah mengajukan protes. Tetapi protes tidak ditanggapi dan tidak diberikan kesempatan bicara dikarenakan ketua umum Kadin Kalbar Langsung mengetuk palu.

Baca Juga :  Midji Puji Bupati Melawi, Buktikan Covid-19 Bukan Aib

Galing menuturkan, pelanggaran lainnya, yakni ketua umum sebagai pemimpin rapat membubarkan rapat sebelum rapat benar-benar selesai. Yang mana pada saat itu sebagai peserta tengah mengajukan protes karena tidak setuju dengan keputusan mengenai utusan munas yang diserahkan kepada ketua umum.

“Tindakan itu jelas melanggar pasal 35 ayat 1 AD Kadin. Akibatnya tidak adanya berita acara rapat dewan pengurus lengkap yang ditandatangi oleh seluruh peserta rapat,” ungkapnya.

Galih menyatakan, dan masih banyak lagi pelanggaran yang dilakukan, yang telah pihaknya tuangkan dalam surat pengaduan yang akan diserahkan kepada panitia munas dan pengurus Kadin Pusat.

“Berdasarkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, pihaknya meminta kepada ketua umum Kadin Indonesia, panitia munas agar menolak hasil rapat dewan pengurus lengkap Kadin Kalbar,” pungkasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/