alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Mujiono Minta Pemerintah Tata Ulang Lantai Atas Pasar Tradisional

PONTIANAK – Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak, Mujiono meminta dinas koperasi usaha mikro dan perdagangan melakukan penataan ulang terkait dengan desain atas pasar tradisional.

Penataan ulang itu dilakukan karena lantai atas pasar-pasar tradisional tidak termanfaatkan dengan baik. Lantai atas pasar tradisional tidak termanfaatkan dan dibiarkan kosong begitu saja.

“Masalah bertahun-tahun pasar tradisional di Kota Pontianak adalah di lantai atas. Kami minta untuk dilakukan penataan ulang terkait dengan desain atas pasar tradisional,” kata Mujiono di Pontianak, kemarin.

Mujiono melanjutkan pihaknya sudah melakukan rapat dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak. Hasil rapat, Komisi 3 DPRD Kota Pontianak meminta Pasar Kemuning dijadikan sampel atau percontohan untuk pemanfaatan lantas atas. Dipilihnya Pasar Kemuning karena akses tangga yang langsung dari halaman pasar sehingga memudahkan pengunjung naik ke atas.

Baca Juga :  Pandangan Umum Tujuh Fraksi Terhadap 10 Raperda

Namun sebelum itu tambah Mujiono, dilakukan penataan terlebih dahulu. Kios yang sempit diperbesar. Akses lorong di lantai atas juga diperbesar untuk memudahkan perlintasan pengunjung pasar.

“Jadi harus rehab dulu bangunan, tidak bisa dengan kondisi sekarang, karena kiosnya kecil sehingga pergerakan orang agak susah. Pasar itu harus diberi ruang gerak orang untuk melintas,” jelas Mujiono.

Setelah itu, lanjut Mujiono, barulah kios-kios di lantai atas pasar dimanfaatkan. Seperti dijadikan dijadikan tempat untuk payment point atau pembayaran transaksi PDAM. Kemudian pegadaian, ATM bersama hingga UMKM yang menjual produk-produk kering.

“Itu yang akan coba didorong,” kata Mujiono.

Mujiono menambahkan sebagai daya tarik, pihak yang memanfaatkan kios-kios diberikan gratis selama enam bulan ke depan. Jika kemudian terjadi peningkatan yang signifikan baru ditarik tarif sewa untuk penyewa kios.

Baca Juga :  Libatkan Karang Taruna Dalam Pengentasan Narkoba 

“Lihat perkembangannya, jika signifikan baru berbayar, tapi yang paling penting penataan,” pinta politisi PAN ini.

Ia melanjutkan pihaknya sudah menjadwalkan kunjungan lapangan pada bulan ini.  Kunjungan itu untuk melihat kondisi pasar. Setelah baru berlanjut ke rapat kerja. Pihaknya juga akan memanggil instansi terkait, seperti pegadaian, bank daerah, nasional hingga pelaku UMKM untuk ikut memanfaatkan lantai atas pasar tradisional.

“Semoga tahun ini bisa berjalan, jika berhasil maka menjadi salah satu contoh untuk pasar lain. Sebab hampir semua pasar kondisi yang sama. Pemerintah memiliki banyak aset, tapi tidak produktif, justru mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan, pegawai dan sebagainya,” pungkas Mujiono. (mse)

PONTIANAK – Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak, Mujiono meminta dinas koperasi usaha mikro dan perdagangan melakukan penataan ulang terkait dengan desain atas pasar tradisional.

Penataan ulang itu dilakukan karena lantai atas pasar-pasar tradisional tidak termanfaatkan dengan baik. Lantai atas pasar tradisional tidak termanfaatkan dan dibiarkan kosong begitu saja.

“Masalah bertahun-tahun pasar tradisional di Kota Pontianak adalah di lantai atas. Kami minta untuk dilakukan penataan ulang terkait dengan desain atas pasar tradisional,” kata Mujiono di Pontianak, kemarin.

Mujiono melanjutkan pihaknya sudah melakukan rapat dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak. Hasil rapat, Komisi 3 DPRD Kota Pontianak meminta Pasar Kemuning dijadikan sampel atau percontohan untuk pemanfaatan lantas atas. Dipilihnya Pasar Kemuning karena akses tangga yang langsung dari halaman pasar sehingga memudahkan pengunjung naik ke atas.

Baca Juga :  Bebby Nailufa Serap Aspirasi Saat Reses

Namun sebelum itu tambah Mujiono, dilakukan penataan terlebih dahulu. Kios yang sempit diperbesar. Akses lorong di lantai atas juga diperbesar untuk memudahkan perlintasan pengunjung pasar.

“Jadi harus rehab dulu bangunan, tidak bisa dengan kondisi sekarang, karena kiosnya kecil sehingga pergerakan orang agak susah. Pasar itu harus diberi ruang gerak orang untuk melintas,” jelas Mujiono.

Setelah itu, lanjut Mujiono, barulah kios-kios di lantai atas pasar dimanfaatkan. Seperti dijadikan dijadikan tempat untuk payment point atau pembayaran transaksi PDAM. Kemudian pegadaian, ATM bersama hingga UMKM yang menjual produk-produk kering.

“Itu yang akan coba didorong,” kata Mujiono.

Mujiono menambahkan sebagai daya tarik, pihak yang memanfaatkan kios-kios diberikan gratis selama enam bulan ke depan. Jika kemudian terjadi peningkatan yang signifikan baru ditarik tarif sewa untuk penyewa kios.

Baca Juga :  Optimalisasi Pajak Atasi Kas Daerah

“Lihat perkembangannya, jika signifikan baru berbayar, tapi yang paling penting penataan,” pinta politisi PAN ini.

Ia melanjutkan pihaknya sudah menjadwalkan kunjungan lapangan pada bulan ini.  Kunjungan itu untuk melihat kondisi pasar. Setelah baru berlanjut ke rapat kerja. Pihaknya juga akan memanggil instansi terkait, seperti pegadaian, bank daerah, nasional hingga pelaku UMKM untuk ikut memanfaatkan lantai atas pasar tradisional.

“Semoga tahun ini bisa berjalan, jika berhasil maka menjadi salah satu contoh untuk pasar lain. Sebab hampir semua pasar kondisi yang sama. Pemerintah memiliki banyak aset, tapi tidak produktif, justru mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan, pegawai dan sebagainya,” pungkas Mujiono. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/