alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

PGRI Dukung Berjalannya PTM

Persatuan Guru Republik Indonesia Kalimantan Barat mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) namun harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kami mengapresiasi dimulainya Pembelajaran Tatap Muka karena melihat belajar daring tidak berjalan efektif,” kata Samion, Ketua PGRI Kalimantan Barat di Pontianak, kemarin.

Selama berjalannya PTM, sekolah harus memastikan protokol kesehatan berjalan. Antara lain memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. Aktivitas belajar di dalam kelas di bagi dua guna menghindari kerumuman siswa.  Menurutnya PTM akan lebih efektif bagi siswa namun ditunjang protokol kesehatan yang ketat dan mengatur jadwal belajar siswa secara berkala. “Perkuat protokol kesehatan,” kata dia.

Sementara itu salah satu sekolah yang sudah mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka SDIT Al-Mumtaz Pontianak. Sekolah mempersiapkan sarana prasarana untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19.  “Kami sebenarnya sudah siap untuk PTM. Begitu instruk dari Dinas Pendidikan keluar kami pun siap mengadakan mulai besok (Senin 23/8),” kata Kepala SDIT Al-Mumtaz Pontianak, Eka Irsyamudana, Minggu (23/8).

Baca Juga :  Orderan Masih Sepi, Pelaku Jasa Usaha Perkawinan Minta Kepastian

Kesiapan protokol kesehatan itu antara lain menyediakan wastafel tambahan. Kemudian pelaksanaan protokol kesehatan dimulai dari masuk pagar sekolah hingga ke kelas. Pihak sekolah juga menyiapkan penyanitasi tangan di kelas.  Ketika PTM dimulai, pihak sekolah membagi jadwal untuk siswa kelas 1 sampai 6. Secara keseluruhan siswa dalam satu kelas 32. Namun ketika PTM jumlahnya diatur. Maksimal satu kelas berisi 12 siswa.

Selain itu ihak sekolah juga memadukan sekolah offline dan online, sehingga diharapkan proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal. Begitu juga dengan jadwal masuk dan pulang anak, diatur agar tetap menjaga protokol kesehatan.“Belajar mulai jam 7.30. Kemudian ada yang pulang jam 10.10 dan jam 10.40,” kata dia.

Selain menerapkan protokol kesehatan di sekolah, pihaknya juga memberikan edaran kepada orangtua agar anak dibekali perlengkapan ibadah dan tidak membawa makanan. “Kami memang sudah membawa perlengkapan masing-masing dan tidak boleh saling pinjam. Selama di sekolah masker harus tetap dipakai,” jelas dia.  Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mendapat respon positif dari orangtua murid. “Senang melihat anak-anak belajar lagi di sekolah, karena saat ini kasus Covid-19 di Pontianak juga sudah menurun,” jelas dia, Minggu (22/8).

Baca Juga :  Baru Dapat Kursi, 25 Anggota Dewan Bolos Paripurna

Respon lain juga diungkapkan Syarifah Aini. Meski masih khawatir khawatir namun ia setuju dengan PTM yang diadakan untuk siswa PAUD, TK, SD dan SMP di Kota Pontianak.  “Pemerintah juga sudah memiliki pertimbangan terkait pelaksanaan PTM, sehingga sekolah mesti menjamin dipatuhinya prokes dan disiapkannya sarana prasarana untuk prokes,” katanya. Selain itu, hal yang menjadi harus diperhatikan juga terkait dengan kebersihan di sekolah dan komitmen untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah, seperti tidak mengadakan makan dan minum.  “Kebersihan menjadi penting. Bagaimana kemudian anak-anak bisa menerapkannya. Selain itu makanan minuman bawa sendiri kita bekali anak-anak dan tidak boleh bergantian, meminjam barang pribadi misalnya,” pungkasnya. (mse)

Persatuan Guru Republik Indonesia Kalimantan Barat mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) namun harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kami mengapresiasi dimulainya Pembelajaran Tatap Muka karena melihat belajar daring tidak berjalan efektif,” kata Samion, Ketua PGRI Kalimantan Barat di Pontianak, kemarin.

Selama berjalannya PTM, sekolah harus memastikan protokol kesehatan berjalan. Antara lain memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. Aktivitas belajar di dalam kelas di bagi dua guna menghindari kerumuman siswa.  Menurutnya PTM akan lebih efektif bagi siswa namun ditunjang protokol kesehatan yang ketat dan mengatur jadwal belajar siswa secara berkala. “Perkuat protokol kesehatan,” kata dia.

Sementara itu salah satu sekolah yang sudah mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka SDIT Al-Mumtaz Pontianak. Sekolah mempersiapkan sarana prasarana untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19.  “Kami sebenarnya sudah siap untuk PTM. Begitu instruk dari Dinas Pendidikan keluar kami pun siap mengadakan mulai besok (Senin 23/8),” kata Kepala SDIT Al-Mumtaz Pontianak, Eka Irsyamudana, Minggu (23/8).

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka Harus Dievaluasi

Kesiapan protokol kesehatan itu antara lain menyediakan wastafel tambahan. Kemudian pelaksanaan protokol kesehatan dimulai dari masuk pagar sekolah hingga ke kelas. Pihak sekolah juga menyiapkan penyanitasi tangan di kelas.  Ketika PTM dimulai, pihak sekolah membagi jadwal untuk siswa kelas 1 sampai 6. Secara keseluruhan siswa dalam satu kelas 32. Namun ketika PTM jumlahnya diatur. Maksimal satu kelas berisi 12 siswa.

Selain itu ihak sekolah juga memadukan sekolah offline dan online, sehingga diharapkan proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal. Begitu juga dengan jadwal masuk dan pulang anak, diatur agar tetap menjaga protokol kesehatan.“Belajar mulai jam 7.30. Kemudian ada yang pulang jam 10.10 dan jam 10.40,” kata dia.

Selain menerapkan protokol kesehatan di sekolah, pihaknya juga memberikan edaran kepada orangtua agar anak dibekali perlengkapan ibadah dan tidak membawa makanan. “Kami memang sudah membawa perlengkapan masing-masing dan tidak boleh saling pinjam. Selama di sekolah masker harus tetap dipakai,” jelas dia.  Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mendapat respon positif dari orangtua murid. “Senang melihat anak-anak belajar lagi di sekolah, karena saat ini kasus Covid-19 di Pontianak juga sudah menurun,” jelas dia, Minggu (22/8).

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Kota Pontianak Terima Laporan Kasus Covid-19 di Tengah PTM

Respon lain juga diungkapkan Syarifah Aini. Meski masih khawatir khawatir namun ia setuju dengan PTM yang diadakan untuk siswa PAUD, TK, SD dan SMP di Kota Pontianak.  “Pemerintah juga sudah memiliki pertimbangan terkait pelaksanaan PTM, sehingga sekolah mesti menjamin dipatuhinya prokes dan disiapkannya sarana prasarana untuk prokes,” katanya. Selain itu, hal yang menjadi harus diperhatikan juga terkait dengan kebersihan di sekolah dan komitmen untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah, seperti tidak mengadakan makan dan minum.  “Kebersihan menjadi penting. Bagaimana kemudian anak-anak bisa menerapkannya. Selain itu makanan minuman bawa sendiri kita bekali anak-anak dan tidak boleh bergantian, meminjam barang pribadi misalnya,” pungkasnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/