alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Warga Korban Penggusuran Bisa Tempati Rusun

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan bahwa pembangunan turap di kiri dan kanan Paritokaya akan diselesaikan hingga menuju muara Sungai Kapuas. Pengerjaan turap dilakukan untuk mengganti turap kayu belian yang kondisinya sudah rusak.

“Saat ini pengerjaan turap di Paritokaya (Gang Syukur) tengah dikerjakan. Kami akan melanjutkan penurapan yang belum dilakukan. Seperti turap di depan Pasar Flamboyan itu kan sudah jadi, tapi di bagian pertengahan ada yang belum. Untuk tembusan ke muara, dekat pintu air Ramayana itu juga sudah selesai. Sisanya ini di bagian tengah akan dikerjakan secara bertahap,” ungkap Edi, Senin (23/9).

Pengerjaan turap dilakukan untuk mengganti turap kayu belian yang kondisinya sudah mulai rusak. Beberapa segmen pembangunan turap Paritokaya dikerjakan bertahap. Saat ini pengerjaan turap Paritokaya masuk di bagian Gang Syukur. Pembebasan rumah milik warga juga telah diselesaikan.

Baca Juga :  Redupnya Kejayaan ‘Venesia dari Timur’, Parit Pontianak Kini Hilang Fungsi

Edi mengatakan, penurapan yang dilakukan khususnya di bagian kiri dan kanan turap memiliki jalan paralel. Untuk lebarnya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika pekerjaan turap sepanjang Paritokaya bisa selesai. Maka sistem drainase akan semakin baik. Apalagi Paritokaya itu merupakan batas antara Kecamatan Pontianak Kota dan Pontianak Selatan. Jika tidak dibenahi. Wilayah ini rawan genangan.

Biaya pembangunan turap, tambah Edi, selain menggunakan APBD Pontianak. Dananya juga berasal dari pemerintah provinsi dan pusat. “Siapa pun yang duluan menganggarkan akan kami kerjakan. Karena penurapan harus dilakukan. Ini sangat mendesak,” ungkapnya.

Kaitan dengan pembangunan turap Paritokaya, berdampak pada pembongkaran rumah-rumah yang berdiri di atas parit. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Pontianak, Fuadi Yusla telah memberikan solusi bagi warga yang terkena dampak pembongkaran akibat pembangunan turap.

“Penempatan rumah susun Harapan Jaya akan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya terkena pembongkaran akibat pembangunan turap di Paritokaya. Kurang lebih ada 20 kepala keluarga. Mereka-mereka (warga) ini akan kami prioritaskan untuk ditempatkan di rusun. Sisanya kami kembalikan pada masing-masing warga,” ungkap Fuadi.

Baca Juga :  Kenaikan PNBP di Sektor Perikanan Memberatkan Nelayan

Ditanya soal pembongkaran rumah pinggiran Paritokaya, kata Fuadi, sudah diselesaikan. Bagi rumah yang berdiri di atas parit tidak ada pergantian uang bangunan. Namun uang tali asih tetap diberikan oleh Badan Keuangan Daerah.

Untuk jumlah penghuni rusun saat ini sekitaran 40 KK. Jika ditambah masyarakat korban gusuran pembangunan turap Paritokaya, dirasa dia rusun masih mampu menampung 20 KK itu.

Dia juga menyarankan bagi warga korban gusuran agar bisa pindah ke rusun. Utamanya bagi rumah yang letaknya berdekatan sekali dengan parit. Jika dipaksakan pandangan Fuadi juga melanggar garis sempadan bangunan.

“Paritokaya itu lebar. Jika ada rumah berdiri di atas parit mesti dibebaskan,” katanya.(iza)

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan bahwa pembangunan turap di kiri dan kanan Paritokaya akan diselesaikan hingga menuju muara Sungai Kapuas. Pengerjaan turap dilakukan untuk mengganti turap kayu belian yang kondisinya sudah rusak.

“Saat ini pengerjaan turap di Paritokaya (Gang Syukur) tengah dikerjakan. Kami akan melanjutkan penurapan yang belum dilakukan. Seperti turap di depan Pasar Flamboyan itu kan sudah jadi, tapi di bagian pertengahan ada yang belum. Untuk tembusan ke muara, dekat pintu air Ramayana itu juga sudah selesai. Sisanya ini di bagian tengah akan dikerjakan secara bertahap,” ungkap Edi, Senin (23/9).

Pengerjaan turap dilakukan untuk mengganti turap kayu belian yang kondisinya sudah mulai rusak. Beberapa segmen pembangunan turap Paritokaya dikerjakan bertahap. Saat ini pengerjaan turap Paritokaya masuk di bagian Gang Syukur. Pembebasan rumah milik warga juga telah diselesaikan.

Baca Juga :  Pasien Sakit Jantung Bisa ikut Vaksinasi Covid-19

Edi mengatakan, penurapan yang dilakukan khususnya di bagian kiri dan kanan turap memiliki jalan paralel. Untuk lebarnya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika pekerjaan turap sepanjang Paritokaya bisa selesai. Maka sistem drainase akan semakin baik. Apalagi Paritokaya itu merupakan batas antara Kecamatan Pontianak Kota dan Pontianak Selatan. Jika tidak dibenahi. Wilayah ini rawan genangan.

Biaya pembangunan turap, tambah Edi, selain menggunakan APBD Pontianak. Dananya juga berasal dari pemerintah provinsi dan pusat. “Siapa pun yang duluan menganggarkan akan kami kerjakan. Karena penurapan harus dilakukan. Ini sangat mendesak,” ungkapnya.

Kaitan dengan pembangunan turap Paritokaya, berdampak pada pembongkaran rumah-rumah yang berdiri di atas parit. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Pontianak, Fuadi Yusla telah memberikan solusi bagi warga yang terkena dampak pembongkaran akibat pembangunan turap.

“Penempatan rumah susun Harapan Jaya akan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya terkena pembongkaran akibat pembangunan turap di Paritokaya. Kurang lebih ada 20 kepala keluarga. Mereka-mereka (warga) ini akan kami prioritaskan untuk ditempatkan di rusun. Sisanya kami kembalikan pada masing-masing warga,” ungkap Fuadi.

Baca Juga :  Nasdem Sodorkan Jarot Winarno, Panji dan H Baiduri ke DPP

Ditanya soal pembongkaran rumah pinggiran Paritokaya, kata Fuadi, sudah diselesaikan. Bagi rumah yang berdiri di atas parit tidak ada pergantian uang bangunan. Namun uang tali asih tetap diberikan oleh Badan Keuangan Daerah.

Untuk jumlah penghuni rusun saat ini sekitaran 40 KK. Jika ditambah masyarakat korban gusuran pembangunan turap Paritokaya, dirasa dia rusun masih mampu menampung 20 KK itu.

Dia juga menyarankan bagi warga korban gusuran agar bisa pindah ke rusun. Utamanya bagi rumah yang letaknya berdekatan sekali dengan parit. Jika dipaksakan pandangan Fuadi juga melanggar garis sempadan bangunan.

“Paritokaya itu lebar. Jika ada rumah berdiri di atas parit mesti dibebaskan,” katanya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/